
Ketiganya segera menuju ruang makan, mama Qonita masih menata sedikit hidangan terakhir di bantu bi Ijah.
"Ayoo..mari..duduk sini," kata mama Qonita terutama dengan Andre yang belum pernah makan di rumah itu.
"Terimakasih Nyonya..," kata Andre.
"Silahkan pak Andre..tidak usah sungkan," kata mama Qonita lagi.
"Jangan panggil saya pak.. Nyonya.., saya hanya pekerja dari menantu anda," sahut Andre tersenyum sungkan.
"Panggil saja saya Andre seperti non Meytta memanggil saya..Nyonya..," kata Andre lagi.
"Baiklah nak Andre..ayuk...silahkan di makan," kata mama Qonita menawarkan.
"Terimakasih Nyonya...," jawab Andre sambil tersenyum.
Meytta memgambilkan nasi untuk Bimo dan dirinya sendiri, setelah mama mengambil nasi terlebih dahulu.
"Ayuk.. Ndre..," kata meytta menawarkan.
"Yang banyak Ndre..nggak usah malu malu," sahut Bimo karena tahu nanti Andre masih balik ke kantor lagi hingga sore.
"Ya..bos..," sahut Andre sambil mengambil nasi sesuai porsinya.
Mereka pun makan dengan tenang tanpa banyak bercakap.
*
Andre sudah membawa berkas yang akan di bawa kembali ke kantor.
"Besok aku datang ke kantor mungkin agak siangan dikit ...kan mesti mampir rumah utama, baju baju kerja ada di sana," pesan Bimo kepada Andre.
"Baik bos..," kata Andre sambil melangkah keluar menuju mobil nya di parkirkan.
"Ndre..jangan lupa beritahu Rani..tawaranku yang tadi..," seru Meytta, karena Andre sudah sedikit menjauh.
"Pasti Non... terimakasih banyak Non," sahut Andre sambil tersenyum dan mengangguk.
Setelah itu Andre menuju mobilnya dan melajukan mobilnya meninggal kan rumah mertua Bimo tersebut untuk kembali ke kantor.
*
Bimo menggandeng istrinya masuk ke dalam rumah setelah kepergian Andre.
"Apa sekarang rencana kita sayang..?," tanya Bimo.
"Mumpung mas Bimo masih longgar waktunya.."
"Terserah mas Bimo mau kemana..aku ikut," sahut Meytta sambil menggelayut manja di lengan kekar sang suami.
"Kita ke Dojo yuk..entar sore, habis itu nongkrong di cafe.., bagaimana..?," sahut Bimo.
Meytta mengangguk mendengar ajakan sang suami.
"He'em mas..sudah lama juga kita enggak main ke tempat bang Fachri di Dojo."
Ya Selama ini Dojo pengelolanya adalah bang Fachri sekalian bertempat tinggal di sana.
Selain mereka juga ada bang Anton yang juga bertempat tinggal di situ juga.
Kamar lainnya di tempati oleh Maman, Asep dan teman teman lainnya sebagai rumah singgah, karena awalnya mereka adalah anak jalanan.
"Enaknya kita belikan oleh oleh apa ya sayang...?," tanya Bimo kepada istrinya.
"Belikan lauk pauk aja mas sama jajanan."
Bimo masih memutar otaknya, sambil kebingungan.
__ADS_1
"ituloh...mas di jalan x kalau sore sampai malam kan sudah ramai, ada aneka ayam goreng, bebek goreng juga ikan goreng."
"Beli aja beberapa kardus ayam utuh...untuk keluarga bang Fachri sama keluarga bang Anton, terus yang untuk anak anak lain satu paket sama nasinya kan belum berkeluarga," usul Meytta kepada suaminya.
"Oh..iya..ya..waah..kamu pinter banget sayang," kata Bimo sambil tersenyum memeluk istrinya.
"Istri siapa dulu..," kata Meytta sambil mengerucutkan bibirnya membuat Bimo gemas.
Bimo tertawa melihat tingkah lucu istrinya.
"Pokoknya jangan lupa janji-janji yang sudah kamu sanggupi, selama kita menginap disini," sahut Bimo sambil tersenyum jahil ke arah istrinya.
"Ishh...mas Bimo kok ingat terus sih...," sungut Meytta pura pura cemberut.
Bimo hanya tersenyum sembari mencium ujung kepala istrinya yang masih berada di rengkuhan nya.
*
Sebelum ashar Meytta sudah berdandan, rencana nanti sholat ashar di jalan atau mungkin di Dojo.
"Mas aku sudah siap," sahut Meytta yang memakai pakaian kasual agar lebih santai.
"Ok..mas Bimo juga sudah siap."
"Sudah pamit mama belum sih tadi..?," tanya Bimo sambil mendekati istrinya.
"Tadi sih udah..mas, cuma beritahu mama..aku mau ke cafe ngawasin anak anak," sahut Meytta sambil tersenyum ke arah suaminya.
Bimo tersenyum mendengar alasan istrinya kepada mamanya tersebut.
"Ya..kan mama malah bingung kalau aku bilang mau ke Dojo lah, ke sini lah," kata Meytta lagi.
"Iya..iya..," sahut Bimo, lalu menggandeng lengan nya untuk di ajak keluar dari kamarnya.
"Ma..kami keluar dulu..," pamit Bimo dan Meytta kepada mama qonita.
"Kayaknya enggak Ma...tapi kalau entar malam mau makan lagi biar Meytta siapin sendiri mah."
"Ya..sudah hati hati sana." kata mama Qonita.
*
Bimo sudah berada di jalanan mengemudi mobil nya menuju ke arah Dojo.
"Kita jadi beli lauk kan mas..?," tanya Bimo ketika melihat suaminya malah sedikit menjauh dari jalan X tempat aneka lauk matang di gelar.
"Jadi sayang...ini kita beli jajanan dulu..masak cuma lauk doang..," kata Bimo sambil tersenyum.
Meytta tersenyum mendengar perkataan suaminya.
"Bener juga ya..," gumam Meytta pelan sambil tersenyum.
Setelah mencari tempat parkir Bimo mengajak istrinya ke tempat aneka jajanan di jual dan membeli beberapa makanan di sana.
Setelah itu baru ke jalan x untuk membeli lauk sesuai rencana istrinya tadi.
*
Mobil sudah memasuki area Dojo, orang orang yang ada di Dojo sedikit kaget, pasalnya Bimo memakai mobil yang lain dari yang pernah di bawa ke Dojo.
Hari itu adalah bukan hari latihan jadi hanya ada orang orang tertentu yang berada di sana.
Fachri dan Anton sudah berdiri mau menyambut tamunya.
Kali aja orang yang mau mendaftar ikut jadi peserta murid baru di sana.
Cekleek..
__ADS_1
Bimo keluar dari mobil yang berkaca gelap tersebut sambil tersenyum ke arah teman teman nya.
"Assalamualaikum..," sapa Bimo.
"Waalaikumssalam.., eeeh...kirain siapa ..tenyata Bos Bimo," sahut bang Fachri, yang langsung menyongsong Bimo.
Begitupun bang Anton dan teman teman lainnya.
Mereka melakukan "Tos" menyambut kedatangan Bimo.
"Waah...lama bos enggak muncul..," kata Maman.
"Iya..," sahut Asep.
Bimo hanya tersenyum mendengar perkataan teman teman nya.
"Oh..ya..sep..Man tuh di mobil ada sedikit makanan..ambilin tuh..," perintah Bimo kepada Maman dan Asep.
"Siaap bos...," kata keduanya sambil menghormat ala ala militer.
"Yang ini buat kalian dan yang itu..sama itu..," buat bang Anton dan bang Fachri yang kang," seru Meytta.
"Iya..Non," sahut Asep dan Maman.
Maman dan Asep serta beberapa anak yang lain langsung mengerubungi mobil Bimo.
"Mbak Ratna sama mbak Ina ada di rumah kan Bang..?," tanya Meytta.
"Ada Non..," sahut keduanya.
"Kang Maman..kang Asep..yang punya bang Fachri dan bang Anton di antarkan ya..!," teriak Meytta kepada Maman dan Asep.
"Siaap non," sahut keduanya.
Bimo dan Meytta pun berjalan ke tempat hunian Fachri dan Anton.
Kemudian kedua pria itu memanggil istri istrinya.
"Eeh..ada mas Bimo dan Non Meytta...," sapa mbah Ratih dan mbak Ina.
"Iya..mbak.. maaf belum bisa main main ke sini kemarin," sahut Meytta sambil cipika cipiki dan tersenyum.
"Iya..non mbak tahu... pengantin baru..," kata mbak Ratih tersenyum jahil di sambut mbak Ina yang juga tertawa.
Meytta hanya tersenyum menanggapi godaan kedua wanita dewasa tersebut.
"Ini Non ..," kata Maman dan Asep yang baru tiba dengan beberapa kardus yang sudah di susun dan di tali.
"Makasih kang..," sahut Meytta mengucapkan terimakasih kepada kedua orang itu.
"Sama sama Non..," sahut Maman dan Asep kemudian berlalu karena mau menikmati jatahnya.
"Oh..ya..mbak..ini ada oleh oleh tadi beli di jalan," sahut Meytta sambil menyerahkan tumpukan kardus yang sudah di tali masing masing.
"Waah..makasih Non malah jadi merepotkan..," sahut kedua wanita itu.
"Ah..santai saja mbak cuma lauk ayam goreng sama jajanan kok mbak," kata Meytta sambil duduk di kursi.
"Waah... kebetulan malah bisa buat makan malam nanti, ya..udah kami bawa masuk dulu ya non oleh oleh nya," sahut Ratih dan Ina.
"Iya..mbak.."
Mereka berenam kemudian duduk duduk di sana sambil mengobrol dan menikmati secangkir teh hangat yang di sajikan mbak Ratih.
Sebagian makanan kecil yang tadi di bawa di hidangkan di sana.
____________
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya..