
Bimo melihat rekaman video viral dirinya yang ditayangkan di jagat maya sambil geleng geleng kepala.
Macam macam saja orang yang memberi judul dari video tersebut.
"Suami bingung punya istri dua" begitu salah satu judulnya ada juga video dari orang lainnya "Pilih istri apa selingkuhan" bahkan ada yang membuat judul ekstrim "Habis manis sepah di buang," dengan tantangan terakhir saat Arlita di tinggalkan dan menangis histeris.
"Emang gila...orang orang itu," sungut Bimo kesal.
"Sudahlah bos...enggak usah di ambil hati..," sahut Iwan.
"Iya..bos..kita yang tahu sebenarnya juga ikut geram," timpal Dodi yang di angguki oleh Ani.
"Lah..tapi aku kan jadi malu bila ketemu sama orang orang yang enggak tahu apa apa kan..?, di kira beneran," gumam Bimo sedikit khawatir.
Mereka berempat masih kasak kusuk, sedangkan Adit masih membersihkan meja bekas pelanggan.
"Ada apaan sih..?," tiba -tiba Meytta yang sudah keluar dari kantor nya menyahut.
"Orang yang kurang kerjaan iniloh..," kata Bimo gusar sambil menunjuk tayangan di ponsel.
Meytta mengambil ponselnya Ani dan menonton nya, sebenarnya Bimo berniat mencegahnya tapi terlambat.
Raut wajah Meytta yang semula sedikit galau kini malah tertawa seakan ada hiburan.
"Heeh..?," Bimo yang tadinya khawatir karena peristiwa itu membuat istrinya sedih jadi lega melihatnya tertawa.
"He.he.he..aneh orang orang itu," kata Meytta yang membaca judul judul video mereka.
"Makanya mas Bimo enggak boleh macam macam...nanti jadi kayak tayangan ini," goda Meytta malahan.
"Enggak bakalan lah sayang..," sahut Bimo sambil tersenyum dan memeluk istrinya.
"Woii..bos..bos..banyak jomblo di sini...jangan main peluk peluk," kata teman teman Cafe D'JOSs pura pura menutup mata dengan tangannya.
Semua jadi tertawa..bersama.
"Udah..mumpung sepi dimakan jajanannya..entar kalau rame malah enggak sempat," kata Meytta kepada anak buahnya mengalihkan topik pembicaraan.
Mereka jadi tertawa tawa dan bercanda di sana.
**
Sementara itu di tempat lain Andre masih bersama dengan Rani sedang makan di warung pinggir jalan.
"Neng Abang punya berita bagus untuk mu.. itupun kalau kamu mau," kata Andre.
"Berita apaan bang..?," tanya Rani sambil memakan makanannya.
"Sebentar Abang mau tanya dulu sama neng Rani."
"Tanya apaan bang...Eneng kok jadi deg degan..," kata Rani tersipu.
Melihat Rani tersipu Andre jadi tanggap dan mencoba meluruskan arah pembicaraan.
"Enggak ini bukan masalah pernikahan kita," goda Andre meluruskan percakapan membuat Rani jadi malu malu.
__ADS_1
"Ish..bang Andre." kata Rani makin tersipu.
"Emang kalau aku mau minta di lamar bang Andre sekarang..mau..?,'' kata Rani menantang sambil mengerucutkan bibirnya.
"Beneran..?, sekarang..?," kata Andre serius.
"Enggak sih..bang.. becanda.., aku masih mikir pekerjaan," sahut Rani dengan lesu.
"Berarti kalau pekerjaan udah beres neng Rani mau aku lamar..?," goda Andre sambil memajukan kursinya dengan tatapan serius.
Rani mengangguk sambil tersenyum malu.
"Bener..?," kata Andre menegaskan.
"Iya..bang, kalau udah beres aku mau..," kata Rani serius,"tapi bang Andre jangan ngelarang Rani kerja..kan tanggungan Rani masih ada."
"Ya makanya itu..ini Abang mau beritahu neng Rani masalah pekerjaan." kata Andre menerangkan.
Andre membetulkan duduknya Kembali.
"Begini neng.... Abang tadi habis ngomong ngomong sama bos Bimo dan non Meytta," sahut Andre.
"Masalah apa Bang..?."
"Iya... masalah pekerjaan....aku mau nitipin neng Rani kerja ke mereka," sahut Andre.
"Terus...terus..bang..?," sahut Rani makin penasaran.
"Terus Non Meytta menawarkan bagaimana kalau neng Rani kerja di PT KSAJ milik papa non Meytta."
"Waah...aku seneng banget bang... Alhamdulillah....jika bisa kerja di tempat non Meytta," kata Rani dengan senang.
"Bener mau ya..."
"Iya..bang Rani mau banget..lagian lebih dekat dengan rumah ibu aku," kata Rani dengan wajah cerah seketika.
"Berarti habis ini ..Abang sudah boleh ngelamar dong..?," goda Andre lagi.
"Issh..Abang ..kerja aja belum sudah mau di lamar, entar kalau Rani hamil padahal masih di kontrak gimana..?," sungut Rani.
Andre tersenyum mendengar perkataan Rani.
"Hehe..Abang becanda, pokonya kalau kerja kita sudah stabil Abang akan lamar neng Rani."
Rani menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Sebentar kalau gitu Abang mau kasih kabar ke non Meytta, kalau kamu udah setuju pindah kerja.. sebelum di pecat..ama.. Hartono.," kata Andre meminta ijin Rani.
Rani mengangguk kemudian melanjutkan makan makanannya yang belum habis.
**
Sebelum Ishak Bimo dan Meytta sudah meninggalkan cafe D'JOSs.
Keduanya berniat makan malam di rumah saja.
__ADS_1
"Sholat di rumah saja ya mas..," kata Meytta ketika mendengar adzan di perjalanan.
"Iya...sayang..," sahut Bimo mengangguk namun pandangan nya masih fokus lurus ke depan.
Drrt..drrt...
"Eeh...Ponsel mas.. Bimo bunyi," sahut Meytta.
"Iya..nih...mas Bimo lupa, ponselnya malah tak taruh di saku bawah, biarin dah nanti aja," sahut Bimo karena susah ambil ponsel nya.
Drrt.. drrt...
"lah..ini gantian punya ku," sahut Meytta, sambil mengambil ponsel di tas nya.
"Siapa sayaang..?," tanya Bimo.
"Andre mas, aku angkat dulu ya.. mas."
Bimo mengangguk.
"Halo, assalamualaikum..?."
"Waalaikumssalam non, tadi saya telpon bos Bimo enggak di angkat jadi telpon non Meytta." kata Andre sambil tersenyum di sana.
"Iya..gak pa pa..sama aku juga boleh...mas Bimo masih nyetir Handphone ada di saku bawah, susah ambilnya...ada apaan Ndre..?."
"Mau ngomong aja non...kalau Rani mau kerja di tempat non Meytta," kata Andre.
"Syukurlah.. kalau begitu... selesaikan dulu urusan di tempat kerja lama, habis itu mulai kerja ke tempat papa," sahut Meytta.
"Baik non ...makash sebelumnya loh non," sahut Andre.
"Ya...sama sama..," sahut Meytta sebelum menutup ponselnya, kemudian memasukkannya ke dalam tas branded nya.
"Kenapa sayang..?," tanya Bimo.
"Andre memberitahukan kalau Rani sudah setuju dan mau kerja ke tempat papa," jawab Meytta sambil meminum susu kotak yang kini selalu di bawanya.
Bimo mengangguk.
"Semoga kerasan..dan bisa segera beradaptasi...jadi saat aku masuk nanti aku sudah ada yang bantu," sahut Meytta.
"Emangnya kamu mau masuk kerja di KSAJ kapan..?, ni aja hamil nya masih trimester pertama," seloroh Bimo.
"Ya..nanti habis melahirkan..dong mas.," sahut Meytta.
"Tapi mas Bimo ijinin kamu kerja kalau baby nya udah enam bulan lebih."
"Sebelum itu..kamu harus di rumah aja ngerawat baby kita..," kata Bimo serius.
"He'em..mas..."
_____________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya.....
__ADS_1
Happy reading**...