
Hari itu Bimo bersiap untuk kontrol jahitan dan lukanya.
Meytta sudah bersiap siap membawa beberapa data penunjang yang mungkin di perlukan.
Karena mama Halimah juga pas ada keperluan, kali ini meytta di temani Bu Siti dan di supiri pak Joko, sementara itu para pengawal memakai mobil yang lain.
"Mas Bimo sudah siap..?," tanya pak Joko sambil membawakan Tas berkas dan data penunjang.
"Sudah pak... tinggal nunggu Meytta sebentar," sahut Bimo sambil masih duduk di kursi ruang tengah.
Tak lama Meytta sudah keluar dari kamarnya.
Membawa tas jinjing nya dan beberapa kotak obat obatan yang mau di tanyakan kepada dokter yang mana yang masih harus di minum dan mana yang sudah di hentikan.
"Sudah semaua Non..?," tanya Bu Siti, sambil membawa kan kotak obat obatan tersebut.
"Sudah Bu Siti..''
"Kalau begitu Ayuk berangkat..,"sahut Bimo yang sudah berdiri dari kursinya.
Keduanya duduk di belakang, sedangkan Bu Siti duduk di depan di samping pak Joko yang menyetir.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan yang tak terlalu ramai karena para pekerja dan anak sekolah sudah berada di tempat tujuannya masing-masing.
"Kita parkir nya di samping rumah sakit kan mas..?," tanya pak Joko.
"Iyalah pak...kan kontrolnya di tempat khusus, jadi tidak di poli umum depan," sahut Meytta mewakili suaminya.
*
Bimo dan Meytta sudah di depan ruang kontrol poli eksekutif, jadi antriannya tak terlalu banyak.
Apalagi mereka punya saham disana pasti di dahulukan.
"Pagi dokter .. assalamualaikum.," sapa Bimo kepada dokter Adnan Sp BTKV dokter spesialis bedah thorak tersebut.
"Waalaikumssalam... selamat pagi juga tuan Bimo," sapa dokter sepuh tersebut memandang lama wajah Bimo.
"Kenapa dok..?," tanya Bimo sedikit penasaran dengan tatapan dokter Adnan.
"Enggak..saya sesaat lupa kalau tuan Bimo ini masih muda dan ganteng..," sahut dokter Adnan yang benar benar terkejut karena kini Bimo sudah banyak berubah lebih segar dan terlihat sehat.
"Aah..dokter bisa aja..," sahut Bimo sambil tersenyum ramah dan duduk di kursi di depan sang dokter.
"Bener tuan saya tak menyangka... soalnya saat di rawat sampai pulang kan masih terlihat pucat," kembali dokter Adnan berkata.
"Alhamdulillah..semua juga berkat bantuan dokter dokter dan tenaga kesehatan di sini ..sehingga suami saya bisa sehat kembali," sahut Meytta menyahut percakapan itu.
Dokter Adnan tersenyum kemudian duduk di kursinya.
__ADS_1
"Bagaimana...? apakah masih ada keluhan..tuan..?," tanya dokter Adnan.
"Alhamdulillah..sudah tidak ada dokter...cuma sedikit di bekas lukanya kadang masih nyeri.
"Coba nanti kita lihat ..," kata dokter spesialis tersebut mengarahkan Bimo untuk berbaring di tempat tidur untuk periksa.
Bimo menurut kemudian berbaring untuk di periksa, awalnya di periksa suara tarikan nafasnya dengan stetoskop, di bandingkan antara paru paru kanan dan kiri, lalu kekuatan otot pernafasnya berikutnya lalu luka luka bekas operasi nya.
"Alhamdulillah semua baik, paru paru nya bagus demikian juga dengan luka bekas operasi nya sudah menutup sempurna...begitu juga dengan luka di perut juga sudah terlihat menutup sempurna," kata dokter Adnan yang juga mewakili dokter spesialis digestiv yang mengoperasi bagian perut.
"Alhamdulillah..," kata Bimo dan Meytta bersamaan.
"Oh ..ya dok..ini obat obatan yang kemarin..kira kira apakah ada yang masih diminum atau malah di hentikan..?," tanya Meytta sambil membantu mengancingkan baju suaminya.
Dokter Adnan memilah milah obat obatan tersebut.
Setelah Bimo dan Meytta kembali duduk di kursi dokter Adnan kemudian menerangkan.
"Obat yang ini masih di minum.. bahkan nanti saya tambah lagi biar benar benar kering lukanya.''
"Tapi obat obatan yang ini sudah cukup tak perlu di minum lagi," sahut dokter Adnan menerangkan.
Mereka berbincang di sana sedikit lama membahas tentang semua yang ditanyakan Bimo maupun Meytta.
"Terima kasih dokter Adnan kami permisi dahulu," pamit Bimo dan Meytta setelah selesai konsultasi dan kontrol.
*
Bimo sudah keluar dari ruang periksa lalu berjalan menuju ke parkiran mobil.
Pak Joko dan Bu Siti yang menunggu di luar langsung mengiringi langkah keduanya.
Begitupun dengan para pengawal langsung berjalan di depan dan belakang Bimo dan Meytta.
Sesaat mereka jadi pusat perhatian bagi para pengunjung rumah sakit tersebut, tapi tak berlangsung lama.
"Bagaimana mas.. hasilnya..?," tanya pak Joko sambil membukakan pintu mobil untuk kedua tuan mudanya itu.
"Alhamdulillah pak sudah baik , kata dokter Adnan tadi," sahut Bimo.
Setelah semua beres mereka meninggalkan rumah sakit tersebut kembali ke rumah utama.
*
Hari sudah sore, mereka nampak bersantai berbincang di taman samping rumah.
Kebetulan papa Adrian dan mama Qonita sedang berkunjung ke rumah utama tersebut.
"Bagaimana hasil pemeriksaan kontrol tadi ..?," tanya papa Haryo.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik pah...lukanya sudah kering tinggal tunggu seratus persen nya aja," sahut Bimo.
"Syukurlah.."
"Terus apakah ada pantangan lainnya..?."
"Enggak ada pah..meskipun jika mau benar benar sembuh ya..setelah tiga bulanan..," sahut Bimo lagi.
Papa Haryo mengangguk kepalanya kembali.
"Mungkin minggu depan aku sudah mulai ngantor lagi pah..," kata Bimo.
"Beneran sudah kuat mas..?," Meytta yang malah nampak khawatir.
"Sudah...sayang..mas Bimo sudah sehat kok," sahut Bimo menenangkan istrinya yang masih saja khawatir.
"Kalau enggak suruh saja si Andre membawa berkas itu kesini..," kata mama Halimah.
"Tapi nanti ribet mah... aku aja yang ke kantor..enggak bakalan kenapa kenapa deh..," sahut Bimo sedikit ngeyel.
"Ya sudah...tapi jika masih merasa ada yang tak enak langsung pulang saja, dan sekarang kamu harus terbiasa dengan pengawalan yang sedikit ketat," kata papa Haryo.
"Iya pah...," sahut Bimo menurut dengan apa yang di katakan papa Haryo.
Perbincangan mereka terhenti karena adzan Maghrib sudah di kumandangkan.
Semua langsung menuju ke mushola keluarga diamana di sana sholat wajib berjamaah selalu di laksanakan.
*
"Mama nanti menginap di sini kan..?," tanya Meytta kepada mama qonita.
"Mama enggak bawa baju ganti Mey..," sahut mama Qonita.
"Jeng Qonita ini ..sudah jauh jauh kesini masak enggak menginap..?," kata mama Halimah yang juga kaget.
"Maaf jeng Halimah..soalnya tadi buru buru..dengar kabar mas Bimo mau kontrol..kami langsung meluncur kemari, pikirnya ada apa apa... kok pakai kontrol segala."
"Ternyata kontrol rutin.."
"Maaf ma ...Meytta tadi ngomongnya keliru.. sebenarnya Meytta cuma mau kasih kabar mas Bimo mau kontrol aja,...enggak kepikiran membuat mama malah cemas."
"Enggak pa pa Mey...besok besok aja kami menginap di sini jeng Halimah," kata mama Qonita lagi.
Sehabis sholat Maghrib mereka berbincang lagi di taman, namun tak lama Bu Siti sudah memberitahu jika makan malam sudah siap karena papa Adrian dan mama Qonita tidak menginap maka makan malam di majukan
__________
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...
__ADS_1