
Hari yang di nanti dari pemimpin PT KSAJ pun tiba.
Hari itu masih pagi namun kesibukan di kantor PT KSAJ sudah terlihat dari pagi.
Semua bagian nampak membereskan bagian masing masing.
"Pak rombongan dari GSB group sudah tiba di parkiran depan," kata Bandi memberitahukan.
"Oh ..ya pak, mari kita sambut mereka," kata Adrian dengan segera bangkit dari duduknya.
Rombongan yang di wakili oleh Om Satya dan Andre serta beberapa orang pejabat dari GSB group itu masih nampak di lobi gedung utama PT KSAJ.
"Selamat datang di perusahaan kami pak," sambut Adrian sambil sedikit membungkukkan badannya.
Para petinggi dari PT KSAJ pun mengikuti gerakan atasannya itu, membungkukkan sedikit badannya menghormati kedatangan dari petinggi GSB group itu.
Dengan di pimpin om Satya para rombongan dari GSB group pun membungkukkan badan membalas penghormatan dari petinggi PT KSAJ.
Setelah saling membungkukkan badan kemudian mereka berjabat tangan.
Rombongan itu kemudian di ajak berkeliling ke dalam kantor sambil menunjukkan fasilitas dan juga sistem program kerja dari PT KSAJ untuk menunjukkan bahwa mereka layak untuk di jadikan rekan kerja yang terpercaya.
Di setiap ruangan dan tempat, Adrian di bantu dengan Bandi menerangkan semua apa yang mereka temui di sana.
Setelah berkeliling semua rombongan memasuki ruang pertemuan untuk lebih membahas tentang kerja sama yang akan mereka jalani.
"Saya mewakili CEO kami yang kebetulan hari ini ada suatu keperluan ......," kata pembukaan dari om Satya membalas kata sambutan dari pemimpin PT KSAJ yang sudah di sampaikan.
Mereka melanjutkan perbincangan itu dengan berbagai pembahasan.
Tanpa terasa mereka sudah berbincang di ruang pertemuan itu hingga mendekati pertengahan siang.
"Terimakasih atas kepercayaan dari perusahaan sebesar GSB group untuk mempercayai kami menjadi rekanan bisnis ini."
"Sampaikan kepada pemimpin tertinggi dan owner GSB group bahwa kami akan melakukan yang terbaik untuk membalas kepercayaan ini," kembali Adrian mengucapkan rasa terima kasih atas kepercayaan memegang salah satu proyek dari perusahaan raksasa itu.
Sebelum rombongan dari GSB group meninggalkan perusahaan Adrian mereka di jamu makan siang bersama yang sudah di siapkan.
Semua pegawai dari PT KSAJ nampak bergembira melihat perusahaan mereka mendapatkan mitra bisnis yang sangat luar biasa tersebut.
Yang paling nampak bahagia tentu saja Adrian sebagai pemimpin dan pemegang saham terbanyak di perusahaan itu.
Dari hasil pertemuan itu selain adanya proyek yang di limpahkan wewenang pengelolaannya juga adanya setengah fee pembayaran yang akan di bayarkan di depan sebagai modal pekerjaan.
Tentu saja itu sebuah hal yang luar biasa bagi mereka yang tengah di Landa krisis.
Ibarat seorang pedagang, sudah di beri tempat usaha masih di beri modal bukankah itu keberkahan yang tiada Tara di saat kita tak punya apa apa.
__ADS_1
Ibarat petani sudah di beri lahan masih di beri bibit pupuk dan biaya operasional...Luar biasa..hanya itu yang ada di pikiran Adrian.
Adrian jadi teringat perbincangan dengan teman dekat anaknya, Bimo. yang sudah menghubungkannya dengan perusahaan besar tersebut.
Adrian nampak tersenyum senang.
"Aku harus mentraktir anak itu sudah menjadi broker ku menghubungkan dengan perusahaan sebesar GSB group," janji Adrian dalam hati.
Setelah rombongan dari GSB group meninggalkan perusahaan itu, gantian para pegawai dan jajaran pejabat teras PT KSAJ yang memasuki ruang aula yang di jadikan ruang makan untuk makan bersama sekedar "selamatan" , untuk mengucap syukur dan doa bersama semoga di mudahkan dan di lancarkan atas usaha yang akan mereka kerjakan.
***
Hari belum terlalu sore Adrian sudah pulang ke rumahnya.
Mama Qonita yang ada di rumah sedikit kaget melihat mobil suaminya sudah terdengar masuk dan parkir di carport.
"Assalamualaikum," sapa Adrian saat memasuki pintu rumahnya.
"Waalaikumssalam," balas mama Qonita sambil mendekat ke arah suaminya itu.
Di lihatnya suaminya itu yang nampak berwajah cerah, sesaat kecemasan di wajah mama Qonita menghilang dengan melihat suaminya.
"Ada apa pah..masih jam segini tumben sudah pulang..?," kata mama Qonita setelah dekat.
"Alhamdulillah ma..ada berita bagus bagi perusahaan kita."
"Alhamdulillah..memang berita apa pah..?."
"Kita jadi bekerja sama dengan perusahaan raksasa GSB group atas bantuan Bimo teman anakmu itu," kata papa Adrian.
"Benarkah itu pa..?," kata mama Qonita yang ikut senang sampai tak terasa matanya berkaca-kaca saking gembiranya.
Dirinya yang sudah berfikir akan mengalami kebangkrutan atas segala peristiwa tekanan selama ini, tiba tiba mendengar perusahaan yang di kelola suaminya bisa bangkit lagi, betapa melegakannya.
Mama menghampiri suaminya dan memeluk bahagia.
Meytta yang melihat itu mendekat.
"Ada apaan sih .? Ma..Pa..? kok girang banget," tanya Meytta sambil melintas.
Mama melambaikan tangan ke arah anaknya dan di peluknya, mereka bertiga berpelukan, meskipun Meytta tak tahu apa yang menyebabkan kedua orang tua nya segirang itu namun dia ikut senang melihat keceriaan kedua orang tuanya.
"Ayo kita undang temanmu itu..?," kita rayakan semua ini," kata papa Adrian.
"Siapa pa..?," tanya Meytta yang masih kebingungan.
"Nak Bimo, atas bantuannya perusahaan papa mendapat limpahan proyek dari GSB group," kata mama menerangkan.
__ADS_1
Sekarang tahulah Meytta apa yang membuat kedua orang tuanya nampak girang karena perusahaan papa kembali mendapat proyek setelah beberapa bulan di boikot perusahaan Hartono.
"Segera hubungi temanmu itu, kita makan malam bersama," kata papa Adrian lagi.
Meytta menganggukkan kepalanya mendengar perintah ayahnya itu.
***
Bimo yang saat itu sedang istirahat di kosan nampak sedang berbincang dengan teman temannya.
"Tugas pak Yogi Gustaman kemaren apa sudah kalian selesaikan," tanya Bimo kepada teman temannya.
"Masih menunggu hasilmu dulu, nanti kami mau mencontoh buat panduan," kata Muklis yang di angguki Agung dan Budi kedua teman lainnya.
"Ish...kalian ini memang payah," kata Bimo.
"Enggak gitu bos, kita hanya butuh contoh yang baik," kata Agung.
Mereka teman teman Bimo di kos, sudah biasa memanggil Bimo dengan sebutan BOS Karena terlalu seringnya mereka di traktir oleh Bimo.
Mereka sebenarnya anak anak yang rajin, cuma kadang pikiran kalau sudah mentok butuh petunjuk untuk menyelesaikan tugas tugasnya.
Saat mereka masih berbincang terdengar telpon genggam Bimo berbunyi.
Drrtttt... drrtttt....(suara dering telepon)
Di lihatnya telpon genggam nya tertulis nama My baby.
"Assalamualaikum.., halo beib..?," sapa Bimo.
Terdengar percakapan dari sebrang yang mengabarkan undangan makan malam bersama.
"Bisa kan sayang ..?," tanya Meytta.
"Nanti malam, kebetulan papa aku hari ini longgar," kata Meytta.
Bimo menyanggupinya karena hari itu kebetulan juga tidak ada kegiatan dan keperluan yang lain.
"Baiklah aku nanti kesana habis sholat isya sekalian ya ..," kata Bimo yang di iyakan oleh Meytta dari sebrang sana.
__________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak dengan like vote dan koment-nya..
Juga jangan lupa kasih hadiah dan rate bintang lima..dan jadikan cerita ini favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date..
Baca juga karya lainku bergenre silat Nusantara yang berjudul "SANG PENGACAU**"
__ADS_1