Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
50. Balik ke Rumah


__ADS_3

Bimo memarkirkan motor di tempat parkir yang mewah di samping mobil mobil mewahnya.


Berjalan memasuki rumah megah bagai istana, semua pembantu yang ada disana melihat Bimo lalu sedikit membungkuk memberi hormat.


''Selamat malam tuan muda."


Bimo sedikit tersenyum dan menganggukkan sedikit kepalanya.


"Apakah tuan besar dan nyonya sudah pulang ?," tanya Bimo kepada pelayan tersebut.


"Sudah tuan muda, baru saja beliau turun dari mobilnya beberapa menit yang lalu," kata pelayan itu lagi.


Bimo semakin memasuki bangunan itu.


Mencari cari keberadaan mamanya dan papanya di ruang tengah, namun belum nampak keduanya.


"Mungkin mamah sama papa baru bersih bersih, aku tunggu di sini saja,"


Sambil mengihupkan televisi yang sebesar papan tulis Bimo duduk di ruangan tersebut.


Seorang pembantu bagian rumah tangga melintas menghampiri Bimo.


"Tuan muda mau minum apa ?,'' tanya pembantu tersebut.


"Ambilkan soda dingin aja."


"Baik tuan."


Kemudian sebelum pembantu itu pergi, pembantu itu mengabarkan menu makan malam yang nanti akan di hidangkan.


"Menu makan malam hari adalah golden salad sebagai appetizer di lanjutkan dengan menu utama duck foie gress dan lobster with french caviar di tutup dengan dessert Faberge chocolate puding, apakah tuan muda menginginkan menu yang lain?." tanya pembantu itu lagi.

__ADS_1


*Ya sebuah menu yang sangat mewah, untuk makanan pembuka saja golden salad yang terdiri campuran sayuran segar seperti arugula, lobak, anggur dan pistachio panggang di taburi keju kambing dan di santap dengan saus ceviche jeruk nipis bila di beli di restoran dengan harga fantastis.


belum menu utama dengan bahan utama daging bebek dan lobster, di masak ala masakan Perancis dengan citarasa campuran kedaerahan.


Ditambah makanan penutup Faberge chocolate puding ala chief dunia Marc Guibet.


Semua makanan itu bila di bandrol dengan rupiah bisa untuk membeli sebuah mobil dalam sekali makan*.


"Cukup itu saja aku tidak ingin tambah menu lagi," kata Bimo kepada pelayan itu.


"Baik tuan muda, akan saya ambilkan soda dingin terlebih dahulu," kata pelayan rumah tangga itu sambil bergegas mengambilkan pesanan Bimo.


Bimo masih menikmati minumannya sambil menonton acara TV berbayar ketika papa dan mamanya turun dari lantai dua kamarnya.


"Eh.. Bimo, anakku ," kata mama Halimah Rosmala.


Mendengar suara mamanya Bimo beranjak dari duduknya berdiri menghampiri keduanya.


"Waalaikumssalam..sayang, sudah lama datangnya," kata Halimah Rosmala sambil memeluk anak semata wayangnya tersebut.


Setelah saling berpelukan mereka kembali duduk dan berbincang.


"Bagaimana dengan kondisi perusahaan selama papa tinggalkan," tanya tuan Haryo Perwira Atmaja.


"Semua berjalan lancar pa, hanya tinggal menunggu MoU dari klien kita yang dari Amerika untuk pembangunan kilang minyak di Kalimantan," kata Bimo kemudian.


Tuan Haryo Perwira Atmaja tampak menganggukkan kepalanya puas atas kinerja anaknya.


Meskipun termasuk baru menjadi CEO namun Bimo sangat cakap dalam menyelesaikan tugas tugasnya, itu cukup membuat tuan Haryo dan Om Satya kaget dengan kepintaran dan keahlian Bimo bekerja.


"Oh iya ..pa....aku ada sedikit berita," kata Bimo berikutnya.

__ADS_1


"Tentang masalah apa ?,"


''Om Satya memintaku untuk mencari seorang asisten buat mempermudah kerjaku."


"Ya memang sebaiknya begitu, karena kamu butuh orang yang bisa di percaya untuk mengurusi semua yang kamu butuhkan, dan membantu tugas tugas yang tidak harus kamu tangani sendiri, apalagi Satya juga sudah tua dia juga perlu istirahat menikmati masa pensiun nya," kata papa nya.


"Memangnya kamu sudah ada calon untuk itu?," kembali tuan Haryo bertanya.


"Justru itu aku mau bilang pada papa, kalau aku sudah menemukan asistenku," kata Bimo.


"Waah .. syukurlah bila bisa menemukan calon asisten mu secepat itu, biar nanti bisa belajar sama Satya bagaimana menjadi seorang asisten yang mumpuni," Kata mama menyela pembicaraan ayah dan anak itu.


"Memangnya siapa orang itu?, kamu sudah tahu latar belakangnya belum? karena di bagian ini tugasnya sangat penting jadi perlu kehati-hatian dalam memilih seorang pekerja,'' kata tuan Haryo.


"Tenang saja, papa dan mama kenal kok sama anak itu."


"Siapa sih..?," tanya papa dan mama penasaran.


''Papa dan mama ingat dengan Andre?."


"Andre..?," sambil mengingat ingat papa dan mama saling berpandangan.


"Andre salah satu teman SMP ku, yang juga menjadi anak asuh dalam program yayasan pendidikan yang papa kelola," kata Bimo sedikit menerangkan.


"Oh..ya papa ingat ..anak yang menjadi sahabat mu semasa SMP dan pernah kamu ajak main ke rumah ini ?, syukurlah kalau begitu."


"Besok papa akan temui di kantor sejauh apa dia bisa bekerja, aku ingin tahu." kata tuan Haryo Perwira Atmaja dengan senyuman nya.


_____________


Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya....

__ADS_1


Happy reading........


__ADS_2