Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
81. Penculikan Meytta


__ADS_3

Meytta yang masih asyik menikmati makanannya bersama dengan teman-teman nya tidak menyadari adanya bahaya di sekelilingnya.


Beberapa pasang mata itu masih dengan seksama mengawasi setiap gerakan dari gadis gadis itu.


"Nasi goreng di sini memang tiada duanya," kata Debora sambil mengusap perutnya karena kekenyangan


"Terang aja mana ada penjual nasi goreng baik hati ngasih porsi jumbo kayak gitu dengan harga murah," kata Shinta menimpali temannya yang nampak kekenyangan bersandar di kursinya.


"Iya ..,aku aja yang porsi biasa udah begah perutku," kata Wulan sambil menyeruput es jeruk pesanannya.


Meytta yang mengawasi tingkah polah teman temannya hanya tersenyum tanpa berkomentar apapun.


Emang sih di kantin kampus ini, menu nasi goreng menjadi andalan. selain murah dan porsinya banyak juga harganya yang miring menurut kantong mahasiswa.


Coba aja di banding kafe nya yang di bebani dengan pajak penjualan harganya bisa melonjak satu setengah dari harga normal.


Mereka berempat masih sempat ngobrol dan berbincang hal hal remeh lainnya sambil menghabiskan sisa sisa minumannya.


Hari menjelang pertengahan siang, keempat gadis itu mulai meninggalkan kantin tersebut untuk kembali ke rumah masing masing.


Meytta yang mobilnya parkir di ujung akhirnya berpisah dan pamit kepada teman temannya.


Mendekati tempat yang agak sepi perasaan Meytta menjadi tidak enak.


"Perasaan orang orang itu kayaknya mengikuti ku," batin Meytta dengan mempercepat langkahnya.


Semakin dia mempercepat langkahnya orang orang yang berjumlah lima orang itu makin mengejarnya.


Hingga akhirnya mereka berhasil mengepung dan menangkap tangan Meytta.


"Haii...jangan kurang ajar kalian," teriak Meytta sambil mengibaskan tangannya yang di akan di pegang orang orang tersebut.


"Toloong...! tolooong...!"


Teriakan Meytta yang di seret orang orang itu memasuki sebuah mobil.


Tiba -tiba datang dua orang berbadan tegap menghadang lima orang itu.


"Lepaskan nona itu..," teriak salah satu dari dua orang itu mmbentak kelima orang itu.


Dua orang penculik itu menyeret Meytta ke dalam mobil, sedangkan tiga orang lainya itu berkelahi dengan dua orang yang baru datang.


Perkelahian tak imbang terjadi, kedua orang yang baru datang nampak kewalahan menghadapi ketiga penyerangnya.


Bauugh.....baough...suara hantaman mengenai badan kedua orang itu, meskipun kedua orang itu juga berhasil mendaratkan pukulan dan tendangan ke arah ketiga orang itu.


Setelah berhasil mengunci Meytta di dalam mobil kedua teman dari tiga orang itu membantu melawan dua orang itu.


Dua orang itu makin menjadi bulan bulanan pengeroyokan hingga akhirnya dua orang itu tumbang ambruk di hajar lima orang penculik Meytta.

__ADS_1


Begitu dua orang itu ambruk meskipun tidak pingsan para penculik itu kabur dari tempat itu sebelum orang orang makin banyak berdatangan.


Teman teman Meytta yang masih berada di lokasi parkiran terkejut mendengar suara teriakan minta tolong.


"Eeh..kayaknya itu suara Meytta," kata Shinta yang pertama kali menyadari teriakan minta tolong itu.


Wulan dan Debora yang masih asyik mengobrol menghentikan obralan dan menajamkan pendengarannya.


"Ehh iya.., itu suara Meytta," kata Wulan yang di angguki oleh Debora.


Langsung saja ketiga gadis itu berlari ke arah perkiran yang ada di sebelah lainnya.


Mereka terkejut melihat Meytta sudah terkunci di dalam sebuah mobil, dan kedua penolong Meytta sedang tersungkur di hajar lima orang itu.


"Toloong...tolooong...''


teriakan gadis gadis itu membuat kepanikan para penculik yang sedang menghajar dua orang itu.


Segera kelima orang itu meninggalkan dua orang yang masih tersungkur di tanah itu dan tancap gas meninggalkan area tersebut.


Orang orang berdatangan di tempat itu, dalam sesaat saja terjadi kehebohan di sana.


Ketiga teman Meytta yang menjadi saksi penculikan itu segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak universitas yang langsung di teruskan ke kantor polisi.


Dalam waktu yang tak berapa lama berdatanganlah para aparat penegak keadilan itu di kampus tersebut.


Dalam waktu yang tak terlalu lama berita penculikan itu menjadi trending topik di berbagai media.


Ketiga gadis dan dua orang lelaki yang ternyata "pengawal bayangan" suruhan Bimo itu menjalani pemeriksaan di kantor polisi sebagai saksi kasus tersebut.


***


Di tempat lain di kantor PT KSAJ nampak Adrian sedang memimpin rapat mengevaluasi semua kegiatan di minggu minggu itu.


"Bagaiman dengan perkembangan proyek dari GSB group yang di limpahkan kepada kita pak..?," tanya Adrian meminta pertanggung jawaban kepada bagian pelaksana harian.


"Semua berjalan baik pak," sesuai dengan apa yang kita harapkan.


"Syukurlah .. Alhamdulillah..,"semoga semua di berikan kelancaran sehingga tidak mengecewakan mitra kita.


Pertemuan rapat pembahasan itu berlangsung cukup lama karena mereka membahas semua permasalahan yang dihadapi termasuk juga tunggakkan hutang yang harus mereka bayarkan kepada pihak bank.


Disaat mereka masih serius membahas dan melaporkan semua kegiatan tiba -tiba telpon genggam Adrian berdering.


Drrtt... drrtt...(suara dering telepon)


"Ya.. halo..,"


"Ya saya sendiri ..dari mana ini," kata Adrian yang masih menerima dan berbicara di telepon itu.

__ADS_1


"Apaa..?," kata Adrian yang tampak kaget dengan berita yang di dengarnya.


Hampir saja telpon genggam itu terlepas dari tangannya mendengar berita yang ternyata dari kepolisian itu.


Para peserta rapat yang belum mengetahui berita apa yang di dapat dari pimpinan perusahaan itu masih menatap dengan cemas melihat raut wajah direktur utama yang nampak pucat.


Pak Bandi sahabat dan juga petinggi di sana menghampiri Adrian.


"Ada masalah apa pak..?," tanya Bandi dengan hati hati.


"Meytta di culik seseorang..," kata Adrian dengan lemas.


Pak Bandi dan orang orang disana nampak kaget dengan berita yang di dengar barusan.


Adrian masih terduduk di kursinya.


"Rapat sementara di bubarkan, bekerjalah sebaik baiknya jangan sampai mengecewakan perusahan ini dan rekanan kita," kata Bandi memutuskan menyudahi rapat kali itu, sedangkan Adrian hanya diam saja masih syok dengan berita yang di dengarnya.


Peserta rapat membubarkan diri kembali mengerjakan pekerjaan masing masing.


Sedangkan Adrian bersiap siap memenuhi panggilan kepolisian untuk di mintai keterangan.


***


Bimo masih berada di kantornya menanda tangani beberapa berkas di mejanya.


Andre dan om Satya nampak juga berada di ruangan tersebut.


Sambil menanda tangani berkas berkas mereka membahas berbagai topik bisnis yang sedang up date saat itu.


"Bagaimana dengan proyek kita di PT KSAJ ndre," tanya Bimo kepada asistennya itu.


"Semua berjalan lancar, orang kita yang ikut mengawasi pekerjaan itu melaporkan bahwa semuanya terkendali bos," jawab Andre.


"Ini perkembangan dari kilang minyak kita yang di lepas pantai," kata om Satya menyerahkan setumpuk bekas laporan dari tangannya.


Bimo memandang berkas tersebut dan mengangguk kecil.


"Nanti akan aku pelajari om," kata Bimo sambil menggeser berkas berkas itu ke sudut lain mejanya.


Mereka kembali berbincang meneruskan topik terakhir mereka bahas.


Tiba -tiba telpon Bimo berdering, dilihatnya nomor dari "pengawal bayangan".


"Halo, ..ada apa..?," tanya Bimo.


_____________


**Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya...

__ADS_1


Juga hadiah dan rate bintang lima serta jadikan cerita ini sebagai favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date..


Baca juga karya lainku bergenre silat Nusantara yang berjudul "SANG PENGACAU**"


__ADS_2