Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
113. Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Papa Haryo yang bertemu dengan papa Adrian dalam suasana santai nampak mengobrol tentang permasalahan perusahaan.


Mereka yang bertemu berempat dengan Om Satya dan pak Bandi masih mengobrol sambil makan siang di sebuah rumah makan yang lumayan mewah.


Pertemuan itu atas prakarsa papa Haryo, selain membicarakan masalah perusahaan juga membicarakan masalah anak anak mereka yang kurang dari sebulan sudah akan melangsungkan pernikahan.


"Bagaimana perkembangan perusahaanmu dengan serangan itu mas..?," tanya papa Haryo.


"Alhamdulillah...mas, tak separah dulu, apalagi kami dapat cipratan proyek dari mas Haryo jadi kami mampu bertahan," kata Adrian.


"Syukurlah..," Haryo.


"Oh..ya..ngomong omong..dahulu mas Adrian tahu siapa yang menyabotase perusahaan sampeyan," tanya Haryo.


"Iya ..mas, penyabotase nya adalah Hartono dari PT ASA PRIMA," jawab Adrian.


"Bapak dan anak itu memang biang kerok di balik semua masalah ini," kata Adrian kembali.


"Kita lihat saja perkembangannya, kalau memang benar mereka lagi yang berulah, kita harus laporkan kepada pihak yang berwajib biar bapaknya sekalian kita jebloskan ke penjara," kata papa Haryo.


**


Bimo yang masih memimpin rapat sudah mendapat laporan dari berbagai perusahaan cabang tentang imbas serangan cyber oleh hackers terhadap GSB group secara keseluruhan.


Dan bisa di simpulkan bahwa imbasnya tak terlalu parah karena sudah sejak dini di ketahui dan berhasil di atasi Hendry.


Meskipun demikian Bimo tetap menginstruksikan kepada seluruh jajaran baik pusat maupun cabang tetap berhati hati dan selalu memback up semua data dan mencatat juga secara manual.


Dan untuk Hendry, Bimo memerintahkan memasang antivirus secara berlapis sehingga tidak mudah di bobol dan di kacaukan.


Semua peserta rapat nampak menganggukan kepalanya menyatujui instruksi dari pimpinan tertinggi perusahaan itu.


"Saya rasa rapat kali ini saya cukupkan sampai sekian dan jangan lupa laporkan segera bila menemukan sedikit saja kejanggalan di perusahaan Kalian," kata Bimo mengakhiri rapat siang itu.


Peserta rapat pun membubarkan diri kembali ke tempat tugas masing masing.


" Hendry tolong terus kamu monitor, takutnya ada serangan susulan dan jangan lupa kamu pasang dobel blocker agar benar benar aman," perintah Bimo.

__ADS_1


"Baik tuan," jawab Hendry.


"Bagaimana dengan papamu..?, apakah sudah bisa mulai berjalan..?," tanya Bimo kembali saat teringat akan suami mbak Diah.


"Alhamdulillah tuan," sudah bisa jalan dengan memakai alat bantu.


"Hati hati saja..kan belum ada satu bulan..," kata Bimo.


Hendry hanya menganggukkan kepalanya, sambil membereskan peralatan komputer serta berkas lainnya.


Sedangkan Andre sudah membereskan berkas berkas yang ada di depan Bimo, membantu sekertaris nya.


Bimo meninggalkan ruang rapat kembali ke ruangan nya.


"Apakah ada lagi yang perlu di tandatangani mbak..?," tanya Bimo kepada mbak Diah yang memang tak di ajak rapat, soalnya takutnya ada sambingan dari luar dan rekanan.


"Ada..pak, ini masalah beberapa pengangkatan pegawai tetap dari bagian HRD," kata mbak Diah.


"Baiklah bawa ke ruanganku," kata Bimo sambil memasuki ruangan nya.


Setelah melepas jas dan menaruh di gantungan, Bimo menghempaskan diri di kursi kerjanya.


"Assalamualaikum.., lagi dimana sayang..," tanya Bimo.


"Masih di tempat katering sama mama Halimah...ada apa ya mas..?."


"Ya udah .., nanti sore aja aku jemput ya," kata Bimo lagi kemudian menutup telponnya.


**


Meytta yang masih di tempat katering sama mama Halimah tampak menerima telpon.


"Siapa ..?," tanya mama Halimah.


"Mas Bimo ..mah, enggak tahu mau apa katanya nanti sore mau ke rumah," jawab Meytta.


Setelah ketemu sama pemilik katering dan mencicipi beberapa menu keduanya memastikan beberapa menu yang akan di ambil.

__ADS_1


"Kita ambil paket menu ini, ini dan ini," kata mama Halimah kepada pemilik katering sambil menyebutkan jumlah kira kira tamu undangan.


"Baik nyonya, akan kami pastikan semuanya yang terbaik," kata pemilik katering itu.


"Bagiamana sayang...dengan menu tadi..?," tanya mama Halimah kepada Meytta.


"Kayaknya sudah cukup kok mah satu paket menu saja ada sepuluh macam hidangan berarti kan sudah ada tiga puluh jenis menu hidangan," jawab Meytta.


Setelah terjadi kesepakatan mama Halimah menyerahkan DP untuk menu pesta yang sangat mewah tersebut.


Mereka pun meninggalkan tepat itu dengan di antar pemilik tempat katering sampai gerbang rumahnya, dengan ucapan terima kasih karena sudah di percaya mengelola jamuan makan di pesta besar tersebut.


Mobil meninggalkan tempat itu Kembali pulang.


"Kamu bilang nanti sore Bimo mau menjemput mu..?."


"Iya ..mah, katanya sih begitu."


"Kalau gitu kamu nggak usah pulang saja, ikut mama..kan bentar lagi Bimo pulang dari kantor," usul mama Halimah.


''Iya ..ya..mah, daripada mas Bimo bolak balik mending aku ikut mama sekalian aja," kata Meytta tersenyum seakan menemukan solusi hebat.


"Tapi aku enggak bawa baju ganti ..mah, apa mampir ke butik aku bentar ya mah..," kata Meytta lagi.


"Emang butiknya ada di mana sih....sayang..?."


"Satu jalur kok mah.."


"Ok ..mama ikut, jadi penasaran lihat lihat butikmu sayang...," kata mama Halimah kemudian.


"Cuma butik kecil kecilan aja kok mah," Meytta.


____________


**Selama membaca jangan lupa tinggalkan jejak...


Baca juga karya lainku

__ADS_1


* Sang Pengacau (genre silat)


* Aku Lebih Mencintaimu( genre romantis**)


__ADS_2