Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
150. Belanja nya Sultan


__ADS_3

Bimo dan Meytta menikmati hidangan yang di sajikan oleh ibu Susi.


Semua menu makanan yang dimasak itu berasal dari tanah air.


Ada juga rendang makanan yang sudah mendunia.


Bu Susi yang berasal dari tanah air memang menyajikan makanan yang bernuansa nusantara.


"Mari silahkan tuan dan nyonya di coba menunya..," kembali Bu Susi menawarkan.


"Panggil saja kami mas dan mbak saja Bu, kan kita berasal dari negara yang sama ," kata Bimo kepada Bu Susi.


"Maaf... tuan Bimo, kan atasan suami saya..., kayaknya enggak pantas saya memanggil dengan panggilan mas dan mbak," kata Bu Susi kepada Bimo dengan tetap sopan.


Bimo tersenyum dan tak memaksa lagi.


Mereka menikmati masakan nyonya Abraham sambil bercerita banyak, tentang asal kota Bu Susi di tanah air dan juga bagaimana mereka bertemu di Amsterdam.


Meskipun baru mengenal tapi keramahan tuan rumah membuat suasana menjadi dekat dan akrab.


Saat jamuan makan malam usai Bimo dan Meytta pun pamit, tak lupa mengucapkan terima kasih atas kebaikan nyonya Abraham menjamu keduanya.


"Terima kasih atas jamuannya Bu Susi, suatu saat bila kembali ke tanah air mampir lah ke tempat kami," pamit Bimo sebelum pergi.


Setelah berpamitan Bimo dan Meytta berniat berbelanja di Amsterdam, karena besok malam sudah akan pindah ke negara lain.


"Kita mau kemana ini tuan..?," tanya pak Abraham.


"Kami ingin membeli beberapa cindera mata ciri khas dari Amsterdam," kata Bimo kepada pak Abraham.


"Ok..I know," sahut pak Abraham kemudian.


Pak Abraham Lalu bercerita tentang tempat tempat berbelanja.


Ada Haarlemmerbuurt kawasan belanja yang satu ini merupakan sebuah kawasan yang sangat hidup dan ramai di Amsterdam.

__ADS_1


Lokasinya ada di sebelah barat stasiun pusat sehingga cukup mudah di jangkau oleh siapapun.


Haarlemmerbuurt menjadi salah satu pusat bisnis yang independen dengan skala yang cukup besar.


Memiliki akses yang mudah sehingga pusat perbelanjaan yang satu ini menjadi salah satu yang terbaik di Amsterdam.


"Disini banyak toko toko tuan ..anda tinggal pilih saja," kata pak Abraham.


"Baik pak kami akan berjalan jalan sebentar," kata Bimo sambil keluar dari mobil.


"Kami pergi dulu pak," kata Bimo sambil menggandeng tangan Meytta.


Beberapa kali mereka keluar masuk pertokoan yang ada di sana.


Bangunan pertokoan yang bergaya klasik Eropa timur itu sangat menarik untuk di lihat.


"Mas.. lihat..benda benda di etalase itu," kata Meytta kepada Bimo.


Disana terpampang bermacam barang yang unik dan menarik, dari sejenis mainan sampai aksesoris lainnya termasuk jam tangan dan kaca mata.


Setelah memilih beberapa barang akhirnya keduanya memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut.


"Belanja nya sudah tuan muda..?," tanya pak Abraham.


"Ya ..pak sudah..," kata Bimo sambil mengangkat tas belanjaannya.


"Kami ingin pindah di tempat yang lain," sahut Bimo kembali.


Kali ini pak Abraham mengajak keduanya ke "The 9 straatjes".


Tempat belanja berikut berada di tengah jalur kanal antara Priensengracth dan singel sayangnya menurut pak Abraham


waktu terbaik mengunjungi tempat ini adalah saat akhir pekan.


Disini juga terdapat bermacam toko semacam galeri butik dan aneka souvernir yang unik juga benda benda yang lain.

__ADS_1


Keduanya sudah berkeliling dan membeli beberapa souvernir namun Bimo masih merasa belum membelikan yang pantas untuk istrinya.


"Pak antar kami ke tempat yang di lebih berkelas," kata Bimo kepada pak Abraham.


Pak Abraham tahu apa yang di maui oleh CEO pusatnya tersebut.


"Baik tuan muda..," sahut pak Abraham.


Oleh pak Abraham Bimo dan Meytta di antar ke sebuah tempat berbelanja yang sangat mewah yaitu di Kalvertoren sebuah kawasan pusat perbelanjaan tertutup yang sangat mewah dan berkelas.


Kali ini pak Abraham ikut turun dari mobil karena ingin menjadi pemandu di sana.


Begitu memasuki tempat tersebut sudah terasa kemewahan dari tempat tersebut.


Bimo berniat membelikan istrinya alat alat make up yang terkenal di dunia .


"Sayang kamu mau ini..?," tanya Bimo menunjukkan sebuah peralatan make up satu set beserta cadangannya.


Sebuah alat make up terkenal di dunia satu set komplit di perlihatkan kepada Meytta.


Meytta memandang nya terkejut, karena suaminya akan membeli kan satu set alat make up mahal tersebut.


"Terima kasih mas..," Kata Meytta sambil merangkul kan tangan ke leher Bimo dan mengecup pipinya.


Bimo juga terlihat sangat senang.


Setelah itu Bimo mengajak pak Abraham ke toko perhiasan.


Disana Bimo membeli kan Meytta kalung yang ada batu permata nya.


Meytta makin senang dan gembira mendapatkan hadiah dari suaminya.


Harganya memang sangat mahal, namun Bimo tak menghiraukannya.


"Terimakasih.. mas, Meytta makin sayaang deh sama mas Bimo," kata Meytta sambil tersenyum senang.

__ADS_1


____________


Happy reading...


__ADS_2