Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
40. Tangisan haru


__ADS_3

"Maksudnya apa to mas Bimo, Babe jadi pusing nih mikirnya..," kata Babe dengan. wajah penasaran.


"Aku di ajak bos Bimo untuk bekerja Be.., karena rumah kita jauh dari kantor makanya aku di suruh bos untuk mencari tempat tinggal yang dekat dengan kantor, biar tidak terlalu jauh dan mengganggu pekerjaan, begitu ceritanya Babe,' kata Andre panjang kali lebar.


"Oooh...begono ceritanya ," sahut Babe dengan bahasa gaul anak muda.


"Apa...?? kak Andre dapat pekerjaan? ," teriakan putri mengagetkan semua yang ada di dalam rumah.


Emak yang ada didalam juga Nissa ikut keluar, seluruh keluarga itu keluar menuju teras depan mereka mengerubungi Bimo, Andre dan Babe yang sedang duduk dan berbincang.


"Kamu diterima kerja dimana ndre ?," tanya emak yang sangat antusias.


Karena hari gini nyari kerja susah, yang sudah lulus kuliah aja kesulitan nyari kerja apalagi ini masih kuliah sudah keterima kerja, suatu yang luar biasa bagi keluarga itu.


"Aku kerja di tempat bos Bimo ini Mak," kata Andre.


Kemudian Andre meminta ijin kepada Bimo untuk menceritakan semuanya, mulai dari bantuan biaya pendidikan sampai kuliah, juga segala uang saku yang cukup bahkan lebih hingga bisa membantu perekonomian keluarga nya.

__ADS_1


Semua berasal dari tuan Haryo Perwira Atmaja yang tak lain ayahnya Bimo.


Mendengar semua penjelasan anakknya, Babe dan emak terlihat meneteskan air mata, adik-adik Andre saling berpelukan menahan tangis haru, bahkan Rizal yang biasa terlihat kocak kali ini ikut terdiam memaku.


"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mas Bimo dan keluarganya, yang sudah membantu kami selama ini tanpa kami sadari siapa penolong kami," kata emak sambil sesenggukan menahan tangisnya yang kian keras.


Babe yang tak bisa berkata apa-apa hanya bisa menganggukan kepala menyetujui perkataan istrinya.


"Terima kasih kak Bimo," kata adik adik Andre hampir berbarengan dengan wajah sayu.


Bimo yang melihat semua itu juga ikut terharu, matanya tampak merah menahan keharuan itu.


"Dan sekarang aku ingin mengajak Andre membangun perusahaan ayah ku menjadi lebih maju lagi."


Emak dan Babe menganggukkan kepalanya, mereka setuju Andre mencari tempat tinggal yang dekat dengan kantor tempat bekerjanya.


"Kerja lah sebaik mungkin ndre, jangan kamu kecewakan tn Haryo dan Mas Bimo, yang jujur dan tekun dalam bekerja," dan banyak lagi nasihat yang di berikan emak dan Babe kepada Andre.

__ADS_1


Malam itu bagi keluarga Andre adalah malam yang penuh dengan berkah dan harapan, mereka merasa di berkahi dengan segala kenikmatan yang mereka rasakan selama ini dan harapan bahwa anaknya bisa mengangkat derajat hidupnya dan keluarga nya.


Bagi mereka malam itu bagaikan awal dari sebuah niatan yang mulia untuk mengabdi kepada keluarga yang selama ini membantu kehidupan mereka.


Setelah Bimo berpamitan pulang, Andre mulai menyiapkan baju baju yang akan di bawahnya untuk pindah besok pagi.


"Sudah semua di siapkan ndre..?," tanya emak.


"Sudah mak ini tinggal melipat dan memasukkan ke dalam tas, tinggal alas kaki Mak yang belum, yang ini sudah terlalu usang," kata Andre mengeluhkan sendal nya.


"ya udah nanti biar si Rizal beli di warung depan pak RT," kata emak.


Malam itu di manfaatkan Andre menata semua kebutuhan nya nanti.


____________


**Selamat membaca jangan lupa like, Vote dan koment-nya...

__ADS_1


Happy reading**......


__ADS_2