Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
192. Rencana Lamaran Andre


__ADS_3

Mobil sudah keluar dari tempat praktek dr Puspita SpOG.


Bimo masih belum boleh menyetir sendirian, masih trauma bepergian sendirian selalu ada sopir dan juga pengawal yang mendampingi.


Bimo duduk di samping pak supir, mama Halimah dan Meytta duduk di belakang.


Satu lagi mobil para pengawal selalu mengiringi di belakang.


"Mau kemana lagi kita sayaang..?," tanya mama Halimah.


"Kita beli bakso yang pedas ya mah..," kata Meytta.


"Iya..mama juga mau..," seru mama Halimah.


"Dimana pak yang bakso nya enak, terus parkiran nya enak..," tanya Bimo kepada pak Marjo supir mereka.


"Kalau di Simpang tiga X gimana tuan..parkirannya luas dan baksonya juga enak," sahut pak Marjo supir kawakan tersebut.


"Bolehlah...kita kesana..kayaknya pernah denger juga tuh..," Mama Halimah dari belakang menyahut.


**


Mobil sudah berada di parkiran warung bakso..lebih tepatnya restoran bakso karena bangunan nya besar meskipun hanya menjual aneka bakso.


Mereka bertiga duduk sedikit ke dalam atas arahan para pengawal sedangkan pak Marjo duduk bersama pengawal sedikit di depan sebelah meja Bimo bersama mama dan istrinya.


Mereka masih menunggu pesanan datang.


"Mah.. sebentar lagi si Andre mau melamar calonnya lho..," kata Bimo kepada mama Halimah.


"Jadi sama di Rani..?."


"Jadi lah mah..masak mau permainkan anak orang," sahut Bimo.


"Syukurlah...," sahut mama Halimah.


"Kapan mas..?, lamaran nya..?," tanya Meytta.


"Pastinya belum tahu sih sayang..cuma Andre udah sedikit omong omong sama mas Bimo kemarin."


"Dalam waktu dekat dekat ini mau melamar si Rani.."


"Oh ya...si Rani sudah mulai kerja di tempat papa Adrian kan..?."


"Sudah mas..kata papa anaknya juga rajin dan jujur," sahut Meytta.


"Syukurlah...kamu nanti dapat sekertaris yang handal," sahut Bimo.


"Lho...memangnya kamu mau ngantor besok sayang..?," tanya mama Halimah.


"Iya...ma..habisnya siapa lagi kalau bukan Meytta, kecuali nanti ada yang bisa di percaya baru bisa Meytta lepas," jawab Meytta.


"Tapi itu juga jika adek bayi udah besar mah...toh sekarang papa masih megang itu perusahaan Ma..," kata Meytta lagi.


Obrolan mereka terhenti saat bakso pesanannya sudah di antarkan.


Bimo menoleh ke para penjaga yang bertubuh bongsor dan besar besar.


"Kalau ada yang mau nambah tinggal nambah aja bapak bapak..," kata Bimo.


"Siap tuan muda..," sahut semuanya serempak sambil tersenyum gembira.

__ADS_1


Semua menikmati bakso yang terkenal hingga pernah di siarkan di TV tersebut.


"Sambalnya jangan kebanyakan ngeri mas Bimo lihatnya.."


"Enggak pa pa kok mas...justru kepingin nya ya seperti ini," kata Meytta ngeyel.


Mama Halimah yang jago makan pedas juga tak mau kalah.


"Ihh..mama sambelnya..hiii..," seru Bimo.


Mama Halimah hanya terkekeh.


"Biar segeer...," kata mama Halimah sambil menikmati bakso nya.


**


Mendekati sholat isya rombongan itu sudah tiba di rumah utama.


Papa Haryo yang sudah tiba dari kantor sebelum maghrib tadi masih duduk di taman samping sambil membaca majalah bisnis dengan di temani pak Joko.


"Assalamualaikum.."


"Kok sepi..?."


"Papa di mana ya..?," gumam mama Halimah sambil berjalan ke kamarnya untuk berganti pakaian yang lebih santai.


Sehabis berganti baju semua menuju taman samping ternyata papa Haryo ada di sana bersama pak Joko.


"Eh..sudah pada datang rupanya.."


"Bagaimana perkembangan calon cucuku..?."


"Alhamdulillah...sehat dan mulai terlihat pergerakan nya jika dilihat dari alat USG sesuai usianya karena belum genap tiga bulan..," jawab mama Halimah.


"Di jadwalkan aja ya mah...nanti papa juga pingin ikut, lihat calon cucu papa," kata papa Haryo.


Mama Halimah mengangguk tersenyum, mereka mengobrol lama di taman samping rumah sambil menunggu adzan isya untuk sholat berjamaah di mushola keluarga.


**


Ditempat lain di rumah mama Sadur, Andre sedang berkunjung ke sana.


kedatangannya sih sebelum Maghrib tadi sebenarnya dan langsung mau pulang begitu sudah ketemu Rani yang kini juga sudah bekerja di PT KSAJ, tapi mamak Sadur melarangnya.


"Pulangnya nanti dulu nak Andre, mamak masih masak sayur buat makan kita bertiga..soalnya si Rani baru memberitahu mamak jika nak Andre mau kemari barusan jadi sayurannya masih di racik," kata mamak Sadur panjang lebar.


"Rani lupa tadi bang...hehe..kalau Abang mau kesini..," sahut Rani sambil memotong motong sayuran.


Andre hanya tersenyum kecut.


"Mau Abang bantuin...?."


"Enggak usah... tempat nya sempit malah repot nanti nya," sahut Rani.


"Lagian ini juga tinggal masukin sayurnya doang, habis itu selesai," sahut Rani lagi.


"Emm..Mak..Andre mau ngomong serius.."


"Apaan nak..," kata mamak Sadur menghentikan pekerjaan nya.


"Tiga minggu lagi Andre mau ngelamar neng Rani..Mak.."

__ADS_1


"Benar nak..?."


Andre mengangguk yakin.


"Alhamdulillah...," kata Mamak Sadur sambil memandang Rani anak gadisnya sambil berkaca kaca.


Begitupun dengan Rani yang juga berkaca kaca.


"Berarti tanggal xx ya nak..?, kan mamak juga perlu siap siap," kata mamak Sadur.


Andre mengangguk.


"Andre sudah berbicara dengan Babe.. lamaran akan di langsungkan pagi hari, lalu sebulan kemudian pernikahannya," kata Andre lagi.


"Beneran bang..?," tanya Rani yang masih tak percaya.


"Iyaa.. neng.."


"Alhamdulillah...," mamak Sadur kembali berucap.


"Semoga di lancarkan dan di ijabah ..," kata mamak lagi.


"Aamiin..,"sahut Andre dan Rani.


Percakapan tentang pernikahan terhenti karena sayur sudah matang dan makanan pun di hidangkan.


"Kita makan dulu nak Andre," kata mamak Sadur sambil membawa beberapa makanan ke ruang tamu yang juga ruang serba guna tersebut.


"Wah..beneran yang masak ini kamu neng..?," tanya Andre melihat sayur asem, kakap goreng dan tahu serta tempe goreng juga sambal.


"Iya...kan sekarang kantor dekat, sebelum jam lima Eneng udah sampai di rumah jadi pas Abang tadi telpon mau kesini Eneng beli kakap di pasar sore terus masak," sahut Rani tersenyum.


Andre mengangguk dan tersenyum senang.


"Segini bang..?," tanya Rani yang mengambilkan nasi buat calon suaminya tersebut.


"Iya..," sahut Andre.


Rani lalu menambah kan kakap goreng, tahu dan tempe.


"Sambal bang..?," tanya Rani dengan sendok yang sudah siap di cobek.


"Sedikit Neng..," jawab Andre, lalu menerima piring yang di angsurkan kepadanya dengan nasi dan lauk pauk nya.


"Abang mau pulang ke apartemen apa ke rumah Babe..?," tanya Rani sambil makan.


"Rumah Babe...besok habis subuh aja langsung ke apartemen, baju kerja di sana semua," kata Andre sambil menyendok sayur asem nya.


Mamak Sadur tersenyum melihat anak dan calon menantu nya nampak makin cocok.


Selesai makan terdengar adzan isya dari mushola yang ada di komplek pemukiman padat tersebut.


Andre segera pamit ikut berjamaah di sana sebelum minta ijin pulang ke rumah Babe.


____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya..


Baca juga karya lainku


* Sang Pengacau

__ADS_1


* Aku Lebih Mencintaimu**


__ADS_2