Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
179. Jatah nya Dobel


__ADS_3

Mereka bertiga masih menikamati makanan yang di hidangkan.


Karena tak memiliki ruangan lainnya mereka makan di ruang tamu yang juga tempat menjahit mamak Sadur, dan juga ruang keluarga itu.


Di rumah mamak Sadur sebenarnya hanya ada dua ruangan, satu ruang yang di jadikan kamar tempat tidur bagi ibu dan anak tersebut, juga satu ruangan sedikit luas dari kamar di jadikan ruang tamu sedikit ke belakang jadi dapur.


Untuk urusan MCK warga di sana menggunakan fasilitas umum secara bersama sama, dan letaknya di samping kiri rumah dari Mamak Sadur, berada di wilayah bantaran sungai tersebut.


"Abang mau nambah...?," tanya Rani kepada Andre karena melihat piring Andre yang cepat kosong.


"Sedikit aja neng..bang Andre sudah lama tak makan masakan rumahan...jadi ingat masakan emak," kata Andre kepada Rani yang di sambut senyuman oleh mamak Sadur.


"Mamak senang nak Andre tidak sungkan berada di rumah yang kotor ini," kata mamak Sadur.


"Aah..biasa Mak.. saya juga belum punya rumah kok Mak, nanti aja belinya kalau neng Rani udah mau Andre lamar..," kata Andre langsung ke inti dari kunjungan nya, ingin melihat reaksi mamak dari gadisnya.


Mamak Sadur menatap Andre dengan seksama.


"Apa nak Andre serius ..?."


"Sangat serius Mak..jika mamak merestui..," sahut Andre dengan yakin.


Mamak Sadur hanya mengangguk kan kepalanya.


"Mamak setuju saja asal anaknya mau..," kata Mak Sadur.


"Bagaimana neng..?, kalau Eneng masih ragu Abang mau menunggu ," kata Andre sambil menghabiskan makanan di piringnya.


"Aku mau bang..," kata Rani sambil berkaca kaca matanya.


"Nanti Abang akan berembug dengan keluarga di rumah dan akan kasih kabar ke eneng kapan mau resmi meminang neng Rani," kata Andre kembali dengan yakin.


Mereka menyelesaikan makan disana hingga terdengar adzan Maghrib di mushola dekat rumah tersebut.


"Abang mau sholat di sini apa di perjalanan..?," tanya Rani yang sudah mengemasi piring piring kotor dan makanan.


"Di jalan aja kali neng," kata Andre.


"Besok neng Rani mau Abang jemput ..atau bagaimana..?, motor masih di bengkel kan..?," tanya Andre.


"Biar Rani naik ojek aja bang.. nanti kasian Abang bolak balik dari kantor aku ke kantor Abang..," sahut Rani.


"Ish...nggak bisa neng..Abang enggak rela calon istri Abang naik ojek sedangkan Abang bisa nganterin," kata Andre kemudian.


Rani hanya tersenyum mendengar Andre kini pintar ngegombal.


"Serah Abang aja kalau begitu..," sahut Rani sambil tersenyum.


"Setengah enam udah siap ya neng, nanti Abang dari rumah jam lima," kata Andre .


Rani mengangguk.... emang jam segitu dia berangkat kerja tiap harinya.


Setelah bercakap sebentar Andre pun pamit pulang.


"Mak...Andre pamit pulang dulu," kata Andre.


"Nanti setelah kami berembug dan menentukan hari, Andre kasih kabar lewat neng Rani, atau Andre main ke sini lagi," kata Andre kembali.


"Iya..nak Andre...mamak pesen jangan sakiti anak mamak yang cuma satu satunya," kata Mamak Sadur.


Andre mengangguk dan pamit pulang dengan di antar oleh Rani sampai di mobil nya.

__ADS_1


"Abang pamit pulang neng..," kata Andre sebelum masuk ke mobilnya.


"Hati hati bang..jangan lupa nyari masjid sholat Maghrib.. dulu," jawab Rani.


Andre mengangguk membuka pintu mobilnya.


""Eeh..," Andre menghentikan langkahnya.


"Ada apa bang..?."


"Kok belum di sayang..," goda Andre.


"Ish...Abang..," kata Rani sambil memerah pipinya.


"Besok kalau udah halal," kata Rani pelan.


Andre tergelak lalu memasuki mobilnya.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumssalam..," balas Rani sambil menunggu Andre memutar mobilnya meninggalkan tempat tersebut.


Rani tersenyum ada rasa senang yang membuncah di dadanya.


Kekhawatiran akan Andre yang berubah setelah mengetahui keadaanya tak terbukti.


Rani melangkah balik ke rumahnya dengan hati riang dan langkah yang ringan.


"Eeh...calonnya ya Neng..?," tanya Bu Jarwo salah satu tetangganya.


"Doa kan aja Bu..," jawab Rani dengan sopan dan tersenyum menganggukkan kepalanya.


**


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumssalam..," jawab mama Qonita dan papa Adrian yang masih di ruang tamu.


"Sudah pulang..?," tanya mama Qonita.


"Dapet bajunya..?," tanya mama lagi.


"Dapet mah..ini..," kata Meytta sambil menunjukkan paper bag nya.


"Jadi beli atau dari butik..?."


"Dari butik mah..," jawab Meytta sambil duduk di samping mamanya.


"Udah...ganti baju dulu habis itu makan malam bersama," kata mama Qonita.


"Kalian belum makan malam kan..?."


"Belum ma..," jawab Bimo sambil berjalan mengikuti istrinya naik ke kamarnya.


**


Semua sudah duduk di meja makan.


Seperti biasa mama Qonita mengambilkan papa Adrian kemudian mengambil untuk dirinya sendiri, baru Meytta mengambil untuk suaminya dan juga dirinya.


Papa Adrian sudah memimpin doa sebelum makan yang di amini oleh yang lain, kemudian semua nampak menikmati makanan yang sudah tersaji.

__ADS_1


"Kok kamu makannya sedikit sekali sayang...," tanya Bimo kepada istrinya.


"Enggak pa pa mas...tadi masih kenyang makan rujak."


"Makanya jangan banyak banyak makan gituan ah...mas Bimo aja ngilu lihat nya..," kata Bimo.


"Ish...mas seger banget lho tadi rujaknya ...ada eskrim nya lagi," sahut Meytta sambil tersenyum senang.


"Besok di belikan lagi ya mas..habis pulang kantor..," kata Meytta lagi.


"Ish...masak pakai baju rapi rapi..belinya rujak..di pinggir jalan lagi," kata mama Qonita.


"Lho...kan bukan kemauan aku..mah, dedek bayi yang minta ...emang mas Bimo mau anaknya ileran..," rengek Meytta memandang Bimo yang masih diam saja.


"Iya...besok mas Bimo belikan..," kata Bimo melihat istrinya cemberut.


"Nah..itu baru Dady yang baik....," sahut Meytta kesenengan.


Mama qonita dan papa Adrian hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.


Makan malam itu di akhiri dengan kesanggupan Bimo membelikan rujak es krim untuk ibu hamil muda tersebut.


**


"Mas besok aku bawain wadah buat tempat eskrim rujaknya ya..," kata Meytta sambil menarik selimutnya setelah gosok gigi dan cuci muka untuk tidur.


Bimo masih diam saja pura pura tak mendengar nya.


"Mas...!," seru Meytta lagi karena sang suami hanya terdiam tak menjawab.


"Hemm."


"Besok aku bawain wadah buat tempat rujak es krimnya ya..," kata Meytta mengulangi perkataan nya tadi.


"Boleh ...tapi..."


''Tapi apa..?."


"Jatah..mas Bimo dobel kalau gitu.."


"Jatah apaan sih mas," tanya Meytta yang belum mengerti maksud suaminya.


"Jatah jenguk adek baby..," jawab Bimo sambil senyum senyum gak jelas.


"Jatah jenguk adik baby..?," ulang Meytta bergumam pelan.


Bluuussss....


Seketika wajah Meytta memerah setelah otaknya mampu mencerna maksud sang suami.


"Ish...mas Bimo..," seru Meytta karena Bimo sudah menarik tangannya agar dirinya masuk ke dekapan sang suami.


"Jatah mas Bimo dobel...malam ini dan besok pagi..," kata Bimo berbisik pelan di telinga istrinya sambil sedikit menjilatinya hingga Meytta kegelian dan merinding namun kesenangan.


____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku


*Sang pengacau

__ADS_1


*Aku Lebih Mencintaimu**


__ADS_2