
Bimo kembali ke arah Meytta yang masih duduk dan memperhatikan dirinya ketika berbicara dengan karyawan kantor nya.
Melihat Bimo sudah kembali berjalan ke arahnya Meytta yang penasaran bertanya.
"Siapa sih sayang ..?, kayaknya takut banget sama kamu," tanya Meytta sambil mengusap usap lengan Bimo yang terkena sedikit bercak makanan.
"Bukan siapa-siapa, cuma kenalan di jalan aja," kata Bimo sambil tersenyum.
Meskipun Meytta kurang puas atas jawaban tersebut, namun dia tidak terlalu memusingkan peristiwa tersebut, apalagi orang itu laki laki yang tidak perlu di pusingkan, beda halnya bila yang menghampiri kekasihnya itu perempuan, sudah pasti akan di selidiki nya.
Pengunjung makin banyak berdatangan, acara live music pun sudah mulai mainkan.
Nampak musisi musisi dari band indie tersebut memainkan musik mereka dengan piawai.
Makin malam makin meriah acaranya, semua nampak bersuka ria.
Pembawa acara yang memandu acara tersebut nampak sangat menguasai panggungnya, dengan di pandunya acara itu menjadi lebih hidup.
"Tepuk tangan yang meriah kepada group band kita kali ini .. THE EE...KIIIINNNGGG..!!"
Teriakan menggema meneriakkan nama grouo band tersebut yang bernama The King.
Prookk....Proook....
Terdengar suara tepuk tangan meriah memberi aplaus kepada group band itu.
Josan adalah nama yang memandu acara tersebut, meskipun nama aslinya adalah Joko Santoso namun biar keren di singkat jadi JOSAN, dengan nama panggung itu dia sudah cukup di kenal bagi penyelenggara acara acara sejenis.
"Baiklah ..teman teman, sekarang saatnya bagi siapa saja yang akan menyumbangkan lagu, kami persilahkan naik ke atas," kata Josan kepada seluruh pengunjung yang ada di sana.
"Bagaimana ini..?.adakah yang bersedia menyumbang kan ..lagu..?," kata Josan lagi.
Karena tidak ada yang berani naik ke atas akhirnya Josan berinisiatif sendiri untuk memacu penonton agar ikut berpartisipasi memeriahkan acara tersebut.
"Saya punya Voucher gratis makan di cafe D'JOSs dua paket menu untuk siapa saja yang berani tampil maju di sini," kata Josan sambil menunjukkan voucer makan gratis di tangan kanannya.
Seketika riuh para penonton berlomba untuk maju, namun akhirnya hanya satu orang pemuda yang menggandeng kekasihnya nekat maju ke depan.
"Waaah.. akhirnya ada juga lelaki gentelmen yang mau naik ke panggung," goda Josan kepada pemuda itu.
"Siapa mas namanya..? tanya Josan kepada pemuda pemberani tersebut, sambil tersenyum ramah.
"Piky mas..," kata pemuda itu sedikit malu malu sambil menggandeng gadis nya.
"Siapa mas..? Kiki..? kata Josan lagi karena kurang jelas akibat sorak sorai pengunjung yang hadir di sana.
Pemuda tadi sedikit mendekat, sambil menyebut namanya kembali.
"Piky mas,.. depannya pakai huruf P," kata pemuda tersebut agak keras sambil tersenyum.
__ADS_1
Josan mengangguk lalu kembali berkata.
"Mariiii ...kita sambut mas Pikyyy ...yang akan menyanyikan sebuah lagu," teriak Josan sambil menyerahkan mik pengeras suara.
Pemuda pemberani bernama Piky tersebut menerima mik dan mulai sambutanya.
"Terima kasih atas kesempatan ini, disini saya akan membawakan sebuah lagu tapi sebelum itu saya akan menanyakan sesuatu dahulu kepada teman wanitaku ini," kata si Piky sambil memandang wanita di depannya.
"Maukah kamu menjadi pacar aku..," kata Piky sambil menekuk salah satu kaki kirinya ala ala lamaran di sinetron sinetron TV.
Perbuatan Piky tersebut membuat gadisnya itu ternganga sambil menutupi mulutnya dengan sebelah tangannya.
Sang gadis nampak menganggukkan kepalanya, pengunjung bertepuk tangan dengan meriah menyaksikan acara cowok menembak cewek nya itu.
Prookk... prookk...
Meytta yang menyaksikan adegan itu tanpa sadar mengeratkan pelukannya di lengan Bimo.
Di rangkulannya Meytta yang ada di sampingnya sambil mendengarkan nyanyian dari si Piky yang sedikit sumbang tersebut.
"Selamaat buat mas Piky yang sudah berani tampil dan menyatakan isi hatinya kepada kekasihnya," kata Josan yang sudah kembali mengambil alih panggung yang di tinggalkan pemuda bernama Piky tersebut.
Tak lupa Josan menyerahkan voucer makan gratis di cafe D'JOSs tersebut, dan langsung di terima Piky sambil membawanya ke kasir untuk memesan makanan.
"Apakah masih ada yang mau menyumbang kan suara nya kembali..?," teriak Josan lagi membuat suasana yang sedikit reda menjadi riuh kembali.
"Tapi kali ini voucer nya sudah habis, jadi apa ada yang bersedia ..!!," teriak Josan dengan keras.
"Yeaaa...!!. akhirnya ..pengisi jeda acara datang dari tuan rumah sendiri...," teriakan Josan makin membuat suasana meriah kembali.
Prookk.... prookk...
Suara tepuk tangan kembali riuh terdengar.
"Mau nyanyi lagu apa mas ..? dengan jahil Josan mewawancarai Bimo bagai artis artis selebriti.
"At my worst," kata Bimo pendek sambil tersenyum ke arah gadis pujaan hati nya.
"Lagu ini buat siapa mas...?, Ooh...saya tahu pasti buat mbak Meytta kan," kata Josan makin jahil menggoda Bimo yang masih menatap ke arah Meytta.
"Okee.....lagu ini dari mas Bimo untuk mbak Meytta yang punya cafe D'JOSs ini..!!!!,'' teriakan lantang Josan menggema.
Bimo mengambil salah satu gitar akustik elektrik yang ada disana, mengambil bangku dan membenarkan mik pengeras suara biar pas dengan posisi duduk nya.
Josan membantu Bimo mendekatkan mik pengeras suara, kemudian mundur dan duduk di pojokan panggung memberikan panggung itu untuk Bimo seorang.
"Sebuah lagu dari pink sweats, akan aku coba nyanyikan untuk gadisku yang di sana," kata Bimo sambil menunjuk ke arah Meytta yang masih tersenyum menatap ke arahnya.
can I call you baby
__ADS_1
can you be my friend
can you be my lover up until the very end
let's me show you love,oh,l don't pretend
stick by my side even when the world is giving in,yeah
oh oh oh don't
don't you worry
l'll be there, whenever you want, me
l need somebody who can love me at my worst
no,l'm not perfect,but l hope you see my world
couse it's only you,no body new, l put you first
and for you,girl l swear l'll do the worst
If you stay forever,let me hold your hand
l can fill those places in your heart no else can
let me show you love, oh,i don't pretend,yeah
l'll be right here,baby,you know l'll sink or swim
Bimo menyanyikan lagu itu dengan gitarnya, terdengar sangat merdu, membius penonton hingga terdiam sesaat.
Meytta nampak senang di nyanyikan lagu itu
terasa "so sweet" banget.
Selesai menyanyikan lagu itu Bimo melangkah mendekati Meytta mengambil tangan gadis itu dan mengecup nya.
Suara kembali riuh, bercampur dengan tepuk tangan penonton.
suiiit.. suiiit..
Bahkan ada yang bersuit suit saking senangnya.
_____________
**Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya...
Juga rate bintang lima dan jadikan cerita ini favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date....
__ADS_1
Baca juga karya lainku bergenre silat Nusantara yang berjudul SANG PENGACAU**