
Rencana pernikahan yang hanya kurang beberapa hari dan juga kegiatan kampus membuat kesibukan kedua calon pengantin itu seakan tak ada habisnya.
Belum lagi masalah pekerjaan.
Bagi Bimo malah ketambahan dengan memonitor proses jalannya persidangan kasus cybercrime yang menyerang perusahaan beberapa hari yang lalu.
"Bagiamana hasil fitting baju pengantin kemarin...?," tanya mama Halimah.
"Sudah cocok ma.., tiga hari lagi di kirim katanya, karena kemarin udah pas dan tinggal finishing," sahut Bimo sambil merapikan bajunya sebelum berangkat ke kantor.
"Pernikahan mu tinggal seminggu lagi kapan mulai ambil cutinya..?."
"Sebentar lagi ma.., ini juga hanya tinggal menyelesaikan beberapa tanda tangan," jawab Bimo lagi.
"Jangan mepet mepet ambil cutinya, biar kamu bisa istirahat dan memperhatikan kebutuhan pernikahanmu, serahkan saja urusan perusahaan sama Andre dan Satya," kata mama lagi sambil memasangkan dasi di leher anak lelakinya itu.
"Iya..ma.."
Setelah merasa rapi keduanya menuju meja makan, di sana sudah ada papa Haryo yang menunggu sambil memonitor sesuatu dari tablet Android yang di bawa nya.
Makanan di meja sudah tersedia dengan lengkap.
Namun Bimo hanya mengambil roti tawar dan di olesi dengan selai rasa coklat kacang kesukaannya.
"Bagaimana kasus Hartono..?," tanya papa.
Bimo mengambil segelas susu di depannya kemudian menyeruputnya.
"Kemarin sih masih pembacaan dakwaan dan tuntutan oleh jaksa, apakah sudah selesai atau belum pembacaannya hari ini, Bimo belum tahu Pa..."
"Memangnya papa belum dapat laporan dari lawyer perusahaan..?."
"Ya...mungkin karena baru tahap..pembacaan dakwaan dan tuntutan jadi lawyer belum memberi kabar papa."
"Persiapan pernikahan bagaimana..?," tanya papa Haryo lagi.
"Semua lancar pah, tinggal beberapa hal saja tapi nanti sudah ada yang urus," jawab Bimo.
__ADS_1
Sambil sarapan mereka masih berbincang ringan berbagai topik yang terjadi, baik urusan perusahaan maupun persiapan pernikahan juga hal remeh lainnya.
**
Di tempat lain di keluarga Adrian juga sedang menikmati sarapan pagi.
Meytta yang masih sarapan juga sedang berbincang dengan kedua orang tuanya.
"Rencananya nanti habis kalian menikah, mau tinggal di mana Mey..?," tanya mama Qonita sambil mengambilkan nasi uduk buatan bi Ijah untuk papa Adrian.
"Belum tau Ma... masih bingung, soalnya mas Bimo pinginnya di apartemen, tapi apa boleh sama mama Halimah..?, sekarang aja kalau Meytta kesana pinginnya nggak boleh pulang," jawab Meytta.
"Mama juga sedih Mey.., rumah ini jadi sepi..," kata mama Qonita.
"Mama ini .., kan ada papa di rumah," sahut papa memotong pembicaraan ibu dan anak gadisnya itu.
"Iih...papa ini.., kan papa kerja kalau pagi...., lha ..mama sendiri...," sungut mama sambil meneruskan makannya.
"Apa gini aja Mey.., nggak usah di apartemen, tapi seminggu di sini terus seminggu di tempat mama Halimah..? begitu bergiliran," kata mama Qonita lagi mengusulkan.
"Memangnya apartemennya di daerah mana sih..?," tanya papa Adrian yang sudah selesai makan dan mengambil minuman air putih.
"Enggak tahu pa... mana yang mas Bimo mau tempati."
Kan ada empat... di daerah xx ada dua, terus juga daerah ww ada satu terus yang paling dekat sini ya... yang di gedung menara itu pa," kata Meytta.
"Lha ..situ aja Mey..nanti kalau mama kangen kan dekat bisa sambil olahraga pagi...apa sepedaan," kata mama Qonita mengusulkan.
Meytta mengangguk mendengar usulan mamanya.
"Ya..nanti Meytta tak bilang mas Bimo ma, siapa tahu malah mas Bimo setuju usulan mama yang tadi seminggu di sini terus minggu berikutnya di rumah mama Halimah," kata Meytta lagi.
Setelah semua selesai sarapan papa Adrian pamit berangkat kerja.
"Ma..papa berangkat dulu," kata papa setelah selesai memakai sepatunya.
"Assalamualaikum.."
__ADS_1
"Waalaikumssalam.., hati hati pa."
Setelah papa Adrian meninggalkan rumah, Meytta membantu bi Ijah beres beres meja makan.
''Udaah non ..biar bibik aja yang beresin..non Meytta kalau mau siap siap berangkat..," kata bi Ijah melarang Meytta membantu nya.
"Hari ini Meytta enggak kemana mana kok bi, paling nanti sore ke cafe ngecek anak anak aja sama ke butik lihat perkembangan jualan baju bajunya."
Mama yang ikut mendengarkan pembicaraan itu malah menyela.
"Kalau enggak ada acara kita buat camilan aja Mey," sahut mama.
"Buat camilan apa ma..?," kata Meytta antusias.
"Siapa tahu nanti bisa Meytta jadikan menu di cafe D'JOSs," sahut Meytta kembali.
"Itu lho Mey, makanan dari bahan pisang tanduk yang di goreng memanjang terus di beri aneka toping," kata mama Qonita tak kalah antusias.
"Waah...boleh itu Ma..., kayaknya makanan seperti itu cocok juga di jadikan menu di cafe."
"Mama ingat makanan yang kita buat tiga bulan yang lalu semacam kebab namun dengan isian ayam cincang itu...sekarang laris lho mah," kata Meytta.
"Beneran..Mey..?."
"Iya..mah.., bahkan rencana ke depan cafe mau buka dari pagi biar yang ingin sarapan pagi bisa mampir di cafe." kata Meytta menerangkan perkembangan usaha nya kepada mamanya.
"Yaa udaah sekarang kita buat pisang tanduk goreng toping pelangi," kata mama Qonita lagi.
"Tapi apakah bahannya sudah ada Ma..?."
"Hanya.. tinggal beli pisangnya aja di kawasan toko buah dekat belokan sana, biar nanti bi Ijah yang beli," kata mama lagi.
Ibu dan anak itu tersenyum merasa akan memiliki kesibukan siang itu.
____________
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak nya...
__ADS_1