Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
78. Upaya Hartono dan Johan


__ADS_3

Perusahaan Adrian yang masih kebingungan dengan situasi defisit keuangan masih mencoba melobi beberapa bank untuk memberikan pinjaman, namun karena situasi perusahaan dalam keadaan tak sehat maka tidak ada satupun bank yang mengabulkan permohonan pinjaman tersebut.


Ditengah situasi kepanikan yang melanda itu tiba tiba ada sebuah perusahaan besar yang memberikan tender dengan pengawasan dari mereka, itu adalah sebuah kejadian yang sangat di luar dugaan dan sangat menggembirakan.


"Pak ini dari perusahaan GSB group memberi penawaran sebuah proyek kepada kita," kata pak Bandi dengan tergopoh-gopoh memasuki ruang direktur utama PT KSAJ.


Adrian yang saat itu masih memegang beberapa berkas sampai terlepas dan jatuh berceceran.


"Apa pak..?," masih tidak percaya dengan pendengarannya Adrian kembali bertanya.


"GSB group menawari kita mengerjakan proyek mereka, kita akan dapat pemasukan dari sana pak," kata pak Bandi antusias.


"Alhamdulillah..," kata Adrian sambil terduduk di kursi kerjanya saking gembiranya mendengar berita tersebut,artinya akan bisa menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan.


GSB group adalah raksasa bisnis yang memegang kendali banyak proyek.


Siapa yang di percaya menjadi rekanan mereka, biasanya akan di banjiri proyek kecil karena di anggap perusahaan yang kredibel.


Baginya keberlangsungan perusahaan itu sangatlah penting, karena bukan hanya dirinya yang membutuhkan tapi lebih dari itu para pegawai yang menghidupi keluarga nya dari sana, sangat berharap bisa tetap terus bekerja.


Dengan keberlangsungan perusahaan yang menjadi sandaran hidup bagi orang banyak itu terus berjalan sudah merupakan kepuasan dan kebahagiaan tersendiri baginya.


"Kapan kita akan bertemu dengan mereka pak..? untuk membahas kerja sama itu," kata Adrian kepada Bandi.


"Ini masih menunggu konfirmasi dari GSB group pak, mereka menjanjikan sesegera mungkin akan mengabari kita," kata Bandi.


Berita gembira itu segera menyebar di perusahaan tersebut, membuat para pekerja sangat senang dan bersemangat dalam bekerja dengan sebaik-baiknya, untuk menunjukkan pada rekanan bahwa mereka bisa di percaya sebagai rekanan yang kredibel.


***


Ditempat lain di Perusahaan PT ASA PRIMA nampak tejadi kehebohan, pasalnya perusahaan yang menjadi incaran untuk di akuisisi sudah mulai bangkit dan lepas dari jeratan mereka.


Hartono yang sangat terkejut mendengar kebangkitan PT KSAJ sangat murka.


"perusahaan mana sih yang mau ikut campur dan membantu PT KSAJ," batin Hartono dengan penasaran.


"Cari tahu perusahaan mana yang sudah berani ikut campur dengan membantu perusahaan itu," kata Hartono kepada anak buahnya.


"Baik pak, akan kami cari tahu perusaahan siapa itu," kata pria itu sambil menundukkan kepalanya.


Hari itu Hartono benar benar geram, sebelumnya di rumah dia mendapat laporan dari anaknya bahwa niatan anaknya menghancurkan bisnis dari anak Adrian tidak berhasil, bahkan preman preman suruhannya harus berurusan dengan polisi yang sebelumnya sudah di hajar oleh seseorang dari cafe tersebut.


"Maaf tuan, nampaknya usaha untuk menghancurkan sumber pendapatan lain dari keluarga Adrian mengalami kegagalan," lapor salah satu anak buah Hartono kepada ayah dan anak itu.

__ADS_1


"Gagal bagaimana maksudnya," tanya Johan yang saat itu ada di dekat papa nya itu.


"Para preman suruhan kita tidak berhasil menghancurkan dan melarang operasional cafe itu, karena orang orang kita itulah yang malah di hajar dan di jebloskan ke penjara," kata pelapor itu lagi.


"Kurang ajaar, bungkam para preman Goblok itu. Jangan sampai membuka identitas kita sebagai dalang di balik ini semua," kata Johan dengan sangat geram.


Johan yang makin marah melihat kegagalan itu mulai menyiapkan rencana selanjutnya untuk menekan pemilik perusaahan itu agar mau tunduk dan di kuasai keluarganya.


Bagi Hartono kejadian kegagalan seperti ini tidak pernah terjadi, karena biasanya apa yang di inginkan pasti selalu terpenuhi.


Melihat Pemimpin perusahaan yang nampak sedang kesal hatinya itu, para bawahan dari Hartono menjadi serba salah.


Mereka menjadi lebih hati hati dalam bekerja salah salah mereka bisa di jadikan sasaran amukan kekesalan dari pimpinannya itu.


***


Ditempat lain lagi Bimo masih memikirkan kejadian perusakan cafe yang di lakukan beberapa orang tersebut.


"Johan..?, siapa sebenarnya anak itu, apa sebenarnya yang di inginkan nya sehingga begitu nekat melakukan semua ini."


Menurut keterangan Meytta Johan adalah lelaki yang dulu menggangunya di kampus, Bimo yang semula tidak mengenal pemuda yang sudah di kerjainya hingga di gigit anjing itu, kini jadi tahu nama dari pemuda itu.


Yang menjadi pertanyaan di benak Bimo adalah apa motif di balik serangan itu, apa hanya sekedar sakit hati di tolak Meytta atau ada motif lain di balik itu.


Melalui anak buahnya Bimo sudah menyuruhnya menyelidiki siapa sebenarnya Johan tersebut.


"Ini sudah siap pak, hanya tinggal menandatangani MoU kesepakatan dari kedua belah pihak," jawab Andre.


"Tolong kamu siapkan dan kamu urus semuanya, aku belum ingin bertemu Om Adrian sebagai direktur utama perusahaan ini," kata Bimo kepada Andre.


Andre yang mulai pintar dalam bekerja menganggukkan kepala mendengar perintah dari atasan dan juga sahabatnya itu.


Disaat Bimo serta Andre tengah berbincang berbagai masalah perkembangan perusahaan.


tiba tiba telpon genggam di mejanya berbunyi.


Drrrtt... Drrttt....(nada dering )


"Selamat pagi pak," sapa orang di seberang yang ternyata anak buah Bimo.


"Ya..pagi," jawab Bimo.


"Ada apa ..?,"

__ADS_1


"Mau melaporkan hasil penyelidikan yang sudah bapak perintah kan."


"Apa hasil penyelidikannya..?."


"Ternyata Johan adalah anak lelaki dari pemilik perusahaan besar di negeri ini," kata orang tersebut.


Sesaat terjadi keheningan sebelum orang itu kembali berkata.


"Perusahaan itu bernama PT ASA PRIMA milik tuan Hartono," kata orang itu kembali.


Bimo sedikit kaget mendengar berita tersebut, benang merah masalah itu mulai jelas.


Andre yang ada di depan Bimo hanya menatap perubahan raut wajah dari sahabatnya itu.


"Ada apa..?," tanya Andre kepada Bimo.


Bimo mengangkat tangannya masih sambil menerima telpon sebagai isyarat untuk Andre diam sesaat.


"Terus awasi anak itu, jika macam macam beri pelajaran dengan halus jangan sampai ketahuan," perintah Bimo kepada anak buahnya tersebut.


Setelah Bimo selesai menerima telpon tersebut, Bimo memberitahu Andre apa yang terjadi.


Andre menjadi kaget mendengar berita yang di dengar barusan itu.


"Jadi Johan anak dari Hartono pemilik PT ASA PRIMA..?," tanya Andre.


Bimo menganggukan kepala.


"Berarti penyerangan itu bukan kesengajaan, namun sebuah rencana yang sudah di rancang untuk menghancurkan keluarga om Adrian," gumam Bimo pelan.


Bimo jadi berpikir jauh tentang keselamatan dari kekasihnya itu,


Nampak nya Hartono dan anaknya akan melakukan apapun untuk mewujudkan keinginan menguasai dan menghancurkan perusahaan dari om Adrian.


Bimo mengambil telpon genggamnya dan di hubunginya seseorang.


"Ya ..tolong jaga dia, jangan sampai terjadi sesuatu padanya, nampaknya orang yang ingin menghancurkan keluarga nya akan melakukan berbagai cara," kata Bimo kepada orang tersebut.


__________


**Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya..


Juga rate bintang lima dan Hadian nya..

__ADS_1


Jadikan cerita ini sebagai favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date...


Baca juga karya lainku bergenre silat Nusantara yang berjudul "SANG PENGACAU**"


__ADS_2