Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
151. Bersiap ke Paris.


__ADS_3

Selesai berbelanja Bimo dan Meytta kembali ke kondominium karena besok sudah berencana pindah ke Prancis tepatnya di Paris.


"Terima kasih pak Abraham..sudah mengatar kami selama di sini, besok masih akan merepotkan sekali lagi mengantar kami ke Stasiun kereta, karena kami berniat naik kereta expres ke Paris.


"Sama sama tuan muda, sebuah kebahagiaan bagi saya dan keluarga saya bisa melayani tuan muda dan keluarga," balas pak Abraham.


"Oh..ya..pak ini ada Cindera mata dari kami berdua buat pak Abraham dan ibu Susi," kata Bimo menyerahkan sebuah kotak yang tadi di beli sewaktu membelikan kalung dengan butiran permata.


Pak Abraham terkejut mendapat hadiah dari tuan muda CEO GSB group.


"Terima kasih tuan muda, kami jadi yang merepotkan," kata pak Abraham sambil menerima bungkusan kotak hadiah dari CEO pusatnya.


Bimo dan Meytta kemudian turun dari mobil dan menuju ke lift menuju lantai kondominium mereka berada.


Malam makin larut tapi Amsterdam tak pernah sepi, suasana malam masih saja meriah.


Bimo dan Meytta sudah tak berniat kemana mana lagi..sudah lelah seharian keliling.


Setelah mandi biar segar meskipun suasana dingin, mereka masih duduk di ruang tengah dan bersenda gurau.


Sambil membalas komentar yang masuk di media sosial mereka.


"Mas...teman teman kampus ku juga menanyakan oleh oleh..," tanya Meytta kepada Bimo.


"Lah..kan tadi sudah beli banyak banget tinggal bagi bagikan aja..," sahut Bimo.


"Kan besok ke Paris kita bisa beli cinderamata lagi di sana," kata Bimo lagi.


"Kita besok belanja lagi..?," kata Meytta sambil beranjak dari duduknya, menuju dapur mau membuat minuman.

__ADS_1


"Kalau memang masih perlu ya..belanja lagi sayang..," sahut Bimo.


"Issh..mas Bimo boros...," sahut Meytta sambil membuat dua susu jahe yang di bawa dari tanah air.


"Sekali kali boros tak apa kan sayang...dari pada nanti di bilang pelit, masak ke luar negeri enggak bawa oleh oleh...," kata Bimo sambil menerima gelas susu jahe yang di sodorkan istrinya.


Keduanya menikmati susu jahe hangat sambil memakan cemilan yang juga di bawa dari tanah air.


**


Pagi hari sesudah sholat subuh mereka masih bermalas malasan di kondominium.


Meytta hanya memasak mie kuah hangat, karena malas mau pesan makanan maupun turun mencari makan di cafe gedung kondominium tersebut.


Sengaja hari itu keduanya hanya bermalas malasan karena siang nanti rencananya mau berangkat ke Paris.


"Kita jalan jalan keliling kondominium ini saja yuk mas...taman...di bawah juga terlihat indah," ajak Meytta.


Setelah matahari mulai terlihat keduanya berjalan jalan di sekitar gedung kondominium tersebut.


Di taman yang terlihat rapi dan indah keduanya duduk sambil menikmati panorama.


"Mas..aku kepingin itu," kata Meytta kepada Bimo.


Meytta menunjuk sebuah wilayah Amsterdam food street yang ada di sekitarnya sana.


Bimo kemudian menggandeng istrinya mendekati area tersebut.


Dicarinya penjual makanan yang ada logo halal nya.

__ADS_1


"Kita cari yang ada logo halalnya..ya..sayang..," kata Bimo, dan Meytta pun mengangguk setuju.


Setelah di temukan Bimo pun memesannya.


Rupanya pemilik food street tersebut orang Turki.


Bimo memesan kebab Turki tersebut untuk dirinya dan istrinya.


Bimo memesan tiga kebab, satu untuk Meytta dan dua untuk dirinya.


"Sini mas minumannya biar aku yang bawa," kata Meytta setelah pesanan keduanya datang.


Sambil menggandeng istrinya dan menenteng bungkus makanan keduanya kembali ke taman menikmati makanan dan minumannya di sana.


"Kita berangkat ke Paris jam berapa mas..?," tanya meytta.


"nanti habis sholat dhuhur aja sayang biar longgar waktunya."


"Kabarnya perjalanan cuma tiga sampai empat jam, nanti kalau sampai di sana sudah ada yang menjemput kita dan selama di Paris dialah yang akan menjadi supir dan guide bagi kita," kata Bimo menerangkan kepada istrinya.


Keduanya berbincang ringan sambil menghabiskan makanan dan minuman yang tadi di beli di penjual makanan jalanan.


Setelah sekian menit mereka berdua duduk di taman dengan Menikmati makanan dan minuman, mereka pun mulai kembli ke kondominium untuk berkemas.


"Sayang... apakah semua akan di masukkan ke koper bekas makanan yang sudah habis ini..?," tanya Bimo yang ikut membantu istrinya berkemas.


"Iya mas.. kayaknya cukup deh oleh oleh kita di taruh di koper itu," sahut Meytta.


____________

__ADS_1


**Selamat membaca...jangan lupa dukunganya....


Maaf cuma secuil...baru mager...otaknya**


__ADS_2