
Sambil ngobrol di teras depan Bimo dan Andre bercanda.
"Assalamualaikum..,"
"Waalaikumssalam," jawab Bimo dan Andre berbarengan.
"Ee...ada tamu rupanya,'' sapa seorang pria paruh baya sambil mendorong gerobak gorengan memasuki rumah itu.
"Tebak Be.., siapa coba," kata Andre
"Siapa ya..?," babe kok lupa, kata pria paruh baya itu.
"ini Bimo... Be.." kata Bimo menyahut.
''Bimo...?.....Eh.. maksudnya mas Bimo?
"iya Be.., saya Bimo."
"Mas Bimo temannya Andre waktu SMP..?"
Bimo mengangguk membenarkan perkataan Babe.
"Masya Allah..mas Bimo.., lama tidak main-main dengan Andre," kata Babe sambil merangkul Bimo.
Bimo merasa terharu dengan sambutan keluarga itu.
"Soalnya baru ketemu tadi pagi Be, kalo dah ketemu gini besok besok pasti main kesini terus kalau ada waktu.'' kata Bimo menanggapi pertanyaan Babe.
"Ya udah Babe tak masuk dulu bersih bersih dulu, trus mau ke mushola kan bentar lagi dhuhur," kata Babe.
Sebentar kemudian terdengar suara adzan, Babe mengajak Bimo dan Andre ke mushola dekat rumahnya.
Sehabis sholat dhuhur Babe bertanya kepada Bimo.
"Sekarang mas Bimo tinggal di mana?."
__ADS_1
"Di kampung X Be, soalnya dekat dengan kampus dan juga tempat kerja," kata Bimo.
"Waah ..hebat mas Bimo ini, masih kuliah sudah bekerja," kata Babe kembali.
"Hebat apanya pak cuman kerja di cafe aja kok," kata Bimo merendah.
Bimo masih ingin berperan seperti orang biasa, sampai nanti sudah dirasa cukup untuk mengungkapkan nya.
Mereka memasuki rumah itu, Bimo masih duduk di beranda dengan di temani Andre.
Babe keluar memanggil mereka berdua.
"Mas Bimo, Andre Ayuk makan siang dulu," ajak Babe.
"Emang udah mateng ya Be," sahut Andre.
" Udah tuh, udah di tata di meja," kembali Babe berkata.
"Yuuk..," ajak Andre
Bimo bangkit dari duduknya, mengikuti langkah Andre dan Babe.
"Yaah..ginilah mas makanan orang kampung,'' kata emak menyahut.
Mereka makan bersama di meja itu, sedangkan adik adik Andre belum pulang dari sekolah.
Adik Andre berjumlah tiga orang satu SD, satu SMP, satu SMA. dua perempuan yang satu laki laki masih kelas lima SD.
Setelah makan Bimo berpamitan karena kebetulan dia mau ke cafe agak sore-an.
******
Sore itu di cafe mulai ramai pengunjung Iwan dan Dodi masih sibuk di bagian pantry sedang kan Ruri di meja kasir.
Ani yang tampak sibuk mondar mandir di depan melayani pesanan maupun mengantar pesanan.
__ADS_1
"Selamat sore teman teman," Bimo menyapa.
"Selamat sore pacar bos," balas Iwan menggoda Bimo.
Bimo hanya tersenyum mendengar godaan teman-teman nya.
"Bentar aku ke ruang Meytta dulu ya," kata Bimo kepada teman temannya.
"Ok ..," balas teman temannya.
Tok..tok..tok
"Masuk.." sebuah suara lembut terdengar dari dalam.
Bimo memasuki ruangan itu, melihat yang datang Bimo, Meytta langsung tersenyum senang, berdiri dan menyambut Bimo
"Emang gak ada acara masih sore udah datang...?" tanya Meytta dengan lembut.
"iya...keburu kangen ," kata Bimo sambil tersenyum.
Mendengar gombalan Bimo hati Meytta berbunga bunga.
"Ada apa sih .. kelihatan ada masalah", kata Bimo sambil mendekati gadis nya tersebut.
"Gak pa pa kok, sebenarnya bukan masalah di sini, masalah perusahaan papa."
"Emang masalah apa kalau boleh tahu ?," kata Bimo.
''Gak tahu juga sih, aku juga dengar sekilas dari mama kalo perusahaan papa kayak ada yang menyabotase,'' kata Meytta dengan wajah yang sedih.
''Yang sabar ya sayang,'' kata Bimo sambil mendekap dan mengelus punggung Meytta.
"Semoga tidak terjadi apa apa dengan perusahaan papamu," kata Bimo lagi.
___________
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa like ,vote dan koment-nya.....
Happy reading.....