Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
129. Tiba di Hotel


__ADS_3

Sore habis ashar rombongan beberapa mobil nampak berjajar di rumah mewah milik tuan Haryo.


Rombongan itu akan menuju ke hotel keluarga tuan Haryo, dimana mereka menginap agar tak terlalu jauh dari gedung tempat resepsi pernikahan Bimo dan Meytta.


Pak Joko yang menjadi supir tuan Haryo dan nyonya Halimah sudah menyiapkan mobil beserta barang bawaan yang sudah di masukkan nya.


"Semua barang barang sudah masuk di mobil tuan," kata pak Joko kepada tuan Haryo yang masih nampak duduk di ruang tamu.


"Ya..kita nunggu yang lain dulu," sahut papa Haryo.


Semua memang masih berkemas takutnya kalau ketinggalan kan repot bolak baliknya.


Mama Halimah sudah siap dengan tas tangan branded yang di tenteng di tangan kanannya.


Menghampiri papa Haryo yang ada di ruang tamu.


"Lho..Pa..mana yang lainnya..?, kirain mama yang paling lambat."


"Iya ..masih pada dandan kali, tapi semua mobil dan bawaan sudah siap di depan kok," jawab papa Haryo.


Mama duduk di samping papa Haryo, kemudian membuka handphone nya.


"Lho pah..ini malah jeng Qonita sudah di depan, mungkin lewat samping langsung ke garasi tadi," kata mama Halimah kepada papa Haryo.


"Trus Bimo mana...?."


"Coba aja...di telpon masih di kamar nya apa sudah di depan," perintah papa Haryo.


Mama Halimah kemudian menelpon Bimo.


"Kamu di mana...?, udah pada siap nih..," kata mama.


"Bentar lagi ma..., sudah mau turun."


Mama Halimah menutup telponnya.


"Ayuuk pa..udah pada nungguin di depan, ni Bimo juga sudah turun dari kamar nya," ajak mama Halimah kepada papa Haryo.


Papa Haryo dan mama Halimah meninggalkan ruang tamu tersebut.


Berjalan menuju halaman depan tepatnya di lobi depan dimana pak Joko sudah menyiapkan kendaraannya.


Tampak di depan mobil mobil sudah berjejer dengan rapi, tinggal menunggu pengendaranya.


Papa Haryo dan mama Halimah satu mobil dengan sopir pak Joko.

__ADS_1


Papa Adrian dan mama Qonita juga satu mobil tersendiri dengan sopirnya.


Bimo satu mobil berdua dengan Meytta.


Bu Siti dan para pekerja yang lain dengan membawa perlengkapan yang di butuhkan berada di mobil yang lain lagi.


Total ada lima mobil yang sudah bersiap menuju hotel keluarga tuan Haryo yang dulu di jadikan acara lamaran pinangan.


"Maaf Jeng...nunggu Bimo lama..," alasan mama Halimah kepada


mama Qonita sambil menghampiri calon besannya tersebut.


"Nggak pa pa jeng Halimah, kami juga barusan kemari kok, Meytta juga baru saja sampai di mobilnya," sahut mama Qonita.


Bimo yang paling terakhir datang langsung menuju mobilnya, di sana sudah ada Meytta duduk di samping kursi nya.


Mobil mulai meninggalkan rumah mewah tersebut, dengan diiringi para penjaga yang berdiri bersiap ala militer.


Mobil Bimo berada di belakang mobil yang di kemudikan pak Joko, masih mengikuti mobil yang di naiki papa dan mamanya.


"Sayang...kok diam saja sih..? kamu sakit...?," tanya Bimo.


Meytta menggeleng pelan sambil tersenyum.


"Kenapa..?."


Bimo meraih tangan Meytta kemudian di kecupnya punggung tangan itu.


"Semoga apa yang kita rencanakan di berikan kemudahan ya..sayang," kata Bimo masih sambil mengecup punggung tangan calon istrinya tersebut.


Meytta hanya menganggukkan kepalanya.


"Aamiin..," pelan terdengar suara Meytta.


"Semoga kita bisa menjadi pasangan yang langgeng mas, di jauhkan dari segala keburukan dan segala godaan," sahut Meytta lagi.


"Aamiin..," kali ini Bimo yang mengamini perkataan doa Meytta.


Mobil rombongan itu masih melaju dengan kecepatan sedang menuju hotel keluarga tuan Haryo.


Tak sampai setengah jam mobil sudah berada di lokasi hotel tersebut.


Para pekerja hotel terutama pihak keamanan dan dorman suites hotel langsung terlihat sibuk begitu mobil tuan Haryo berhenti di lobi hotel tersebut.


Valet parking Hotel yang akan memarkirkan mobil mobil rombongan owner itu segera menyambut setelah semua barang bawaan di turunkan.

__ADS_1


Namun pak Joko menolak salah satu valet parking itu, karena lebih nyaman bila kunci mobil itu dia yang pegang.


"Biar aku bawa aja bang..siapa tahu bos masih ingin menyuruh ambil sesuatu," alasan pak Joko.


Petugas valet parking hotel hanya menganggukkan kepalanya.


Semua barang barang sudah di bawa di kamar hotel yang sudah di tetapkan yaitu khusus lantai lima.


Kamar Bimo berada di sebelah kamar Meytta.


Sedangkan kamar mama papa sedikit agak jauh soalnya ukuran nya yang lebih besar.


Bimo yang masih membawakan barang barang Meytta nampak sudah berdiri di depan kamar Meytta.


Menunggu Meytta untuk membuka kamarnya.


"Cepetan sayang...berat nih..," kata Bimo.


"Tadi mau saya bantu mas Bimo ngelarang," sahut Meytta sambil membuka kamar itu.


Cekleek..


Kamar berhasil di buka, Bimo segera masuk dan menaruh barang barang bawaan calon istri nya tersebut.


Bimo kemudian berjalan ke arah kasur dan melempar tubuhnya di sana.


"Uuh...nyaman..," sahut Bimo mencoba memejamkan mata.


"Sayaang ...nanti malam mas Bimo bobok sini ya..," goda Bimo.


"Ish...apaan ..sih mas Bimo ..enggak boleh..!!." sahut Meytta dengan cepat.


"Kan besok kita udah...nikah..," goda Bimo lagi.


"Ya..bobok barengnya... besok....habis ijab qobul," sahut Meytta lagi dengan pelan sedikit malu.


"Memangnya kamu enggak mau..kalau nanti malam bobok bareng..," godaan Bimo makin ngawur.


"Udaah..ah..mas Bimo sana..


ke kamar mu..., disini makin ngacau, coba kalau ada yang denger...malu kan..," usir Meytta kepada Bimo.


Bimo tertawa terbahak bahak kesenengan berhasil menggoda calon istri nya.


"Udah ah..mas Bimo mau ke kamar sendiri, mau naruh barang barang dulu," kata Bimo kemudian keluar dari kamar itu sambil masih tersenyum senang.

__ADS_1


____________


Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya.....


__ADS_2