
Bimo dan Meytta sudah tiba di rumah ketika semua tengah sholat isya.
Hanya pak satpam yang berjaga karena nanti bergiliran sholat nya.
Bimo langsung memasukkan mobilnya ke dalam garasi.
Kemudian berjalan menuju ke kamar mereka berdua.
"Kok sepi..?," tanya Bimo sambil naik ke kamarnya.
"Kan lagi pada sholat," sahut Meytta kepada suaminya.
Cekleek..
Bimo dan Meytta memasuki kamar nya, Meytta lalu mengambil baju ganti dan langsung menuju ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Meytta sudah keluar dan nampak segar.
"Gantian mas Bimo mandi sana..biar segar," perintah Meytta.
"Bentar sayang...," kata Bimo sambil mengawasi laporan perusahaan nya.
"Nanti lagi kerjanya mas... keburu dingin lho..lagian bentar lagi makan malam," sahut Meytta.
Bimo menutup laptopnya kemudian berjalan ke kamar mandi dan mandi di sana.
*
"Lho..kok..malah sudah pulang..?," tanya mama Qonita sedikit kaget begitu melihat Meytta turun dari tangga lantai dua kamar nya.
"Iya..ma...mau makan di rumah aja," kata Meytta sambil tersenyum.
"Mana mas Bimo..nya..?."
"Masih mandi mah..sekalian sholat di kamar."
Kemudian Meytta ikut membantu mama dan bi Ijah menata makan malam di meja.
"Loh..kata mama kamu lagi jalan..," sahut papa Adrian yang tiba tiba muncul.
"Iya..udah pulang kok pah.."
"Mas Bimo nya mana..?, kok belum kelihatan..?."
"Masih mandi pah, sekalian sholat di kamar," sahut Meytta.
Makanan sudah siap di meja dengan aneka menu nya.
"Meytta panggil mas Bimo sebentar ya ma.."
"Iya...," kata mama Qonita.
Baru saja Meytta mau naik tangga Bimo sudah keluar dari kamarnya.
"Baru aja mau Meytta panggil."
"Kan sholat dulu..sayang...berdoa nya juga lama...mau punya Baby..," kata Bimo sambil tersenyum.
Meytta juga ikut tersenyum dan mengangguk sambil berjalan ke arah meja makan mengiringi suaminya.
Semua sudah berkumpul di meja makan, sudah mulai menikmati makanan yang terhidang di sana.
"Pah..," kata Meytta.
__ADS_1
"Hemm," sahut papa Adrian sambil menikmati makanannya.
"Aku mau masukin orang ke kantor papa..," kata Meytta kepada papa Adrian.
"Heeh..tumben..," kata papa Adrian sambil tersenyum.
"Teman kuliahmu..??," tanya papa Adrian.
"Bukan sih..pah.."
"Pacar Andre... asisten nya mas Bimo itu," kata Meytta.
"Selama ini kan kerja di tempat Hartono..lah sekarang pingin pindah, sebenarnya sih..sejak lama mau pindah nya," terang Meytta.
"Bagian apa memang nya anak itu."
"Sekretariat sih pah..sekalian biar.. adaptasi...kan nanti saat Meytta masuk ke KSAJ sudah ada yang bantu bantu aku," jawab Meytta masih dengan menikmati makan malamnya.
"Weiis...anak papa sudah mau ke kantor papa rupanya," goda papa Adrian.
"Yaa..kan harus pa..entar yang ngelola siapa..?, nunggu cucu papa... juga masih lama," gantian Meytta yang ngegoda papa nya.
"Hehe...papa jadi enggak sabar nimang cucu..," kata papa Adrian.
"Bagus kalau gitu ..kata mama," menyela pembicaraan anak dan suaminya.
"Gimana Pa..? ada tempat kan..?," tanya Meytta penuh harap.
"Ada...nanti biar bantu bantu di ruang papa.. sekalian belajarnya.. biar besok kalau kamu masuk sana dia nya sudah lancar dan bisa bantuin kamu," kata papa Adrian akhirnya.
Meytta tersenyum senang mendengar papanya bisa nerima pegawai baru usulannya.
**
"Nanti kalau mampir ke tempat mama Halimah sekalian bawa baju kerja ke sini ya mas.., biar mas Bimo enggak perlu buru buru berangkat nya," kata Meytta kepada suaminya sambil melihat Bimo yang lagi sisiran.
"Iya.."
"Ayuuk sarapan dulu..," kata Meytta setelah melihat suaminya sudah selesai menyisir rambutnya.
Keduanya sudah berada di meja makan.
"Papa sama Mama mana..?."
"Kan Papa berangkat agak siang..jadi mas Bimo sarapan aja dulu aku temani," kata Meytta kepada suaminya tersebut.
"Mas Bimo mau sama apa..ini apa ini..?," tanya Meytta.
"Ini aja...sayang..," kata Bimo.
"Mau buat minum apa..?."
"Teh hangat aja ya..."
Meytta ke dapur kemudian bilang sama bi Ijah.
"Bi buatkan teh manis ..buat mas Bimo ya.."
"Iya..non..., eh...satu apa sama non Meytta sekalian..?," kata bi Ijah.
"Aku susu ibu hamil yang rasa vanilla aja ya bi.."
"Iya...non."
__ADS_1
Meytta kembali ke ruang makan dan duduk di sebelah suaminya.
"Mau nambah lagi..?."
"Enggak ..sudah cukup nanti kekenyangan malah mas Bimo ngantuk, apalagi habis cuti lama.. pinginnya...bobok aja sama kamu," goda Bimo.
Meytta hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya,
Karena kini memang tiap malam suaminya pasti minta jatahnya katanya "sesuai perjanjian kemarin kalau nginap seminggu harus selalu menuruti keinginan mas Bimo."
**
Hari masih pagi ketika Bimo sudah sampai di rumah utama.
"Pagi...pagi kok sudah sampai sini..?," tanya mama Halimah.
"Iya mah...kan baju kerja ada di sini semua," sahut Bimo.
"Bimo ke atas dulu mah.. nyiapin perlengkapan kerja," pamit Bimo kepada mamanya.
"Iya..," sahut mama Halimah sambil berjalan ke arah kamarnya.
"Kayak papa denger suara Bimo..?."
"Iya.. pah..Bimo baru datang.," kata mama Halimah.
"Sendiri apa sama Meytta..?."
"Sendiri...kan mau ganti baju untuk kerja."
"Ooh..," kata papa Haryo.
Beberapa saat kemudian.
Bimo turun dari kamarnya, dan mendapati papa dan mama masih duduk di ruang keluarga.
"Pagi pah..," sapa Bimo
"Ya pagi, sudah mulai masuk kerja..?."
"Iya..pah."
"Ehh.. sebentar..mama mau tanya dulu..," kata mama Halimah.
"Tanya apa mah..?," kata Bimo sedikit heran.
"Masalah cucu mama," kata mama Halimah.
"Ooh..itu..," kata Bimo.
"Iyaa.. beneran kan Meytta hamil..??."
"Alhamdulillah..iya..mah..," kata Bimo.
"Yess..!," seru papa Haryo dan mama Halimah.
"Nanti rumah ini makin ramai pah..," kata mama Halimah.
"iya..mah," sahut papa Haryo.
Papa dan mama nampak bahagia sekali pagi itu.
____________
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...