
Hampir pertengahan siang Bimo dan Meytta sudah kembali di rumah mewah.
Para pekerja menyambut kedatangan tuan dan nona muda rumah itu dengan antusias.
"Selamat datang tuan muda...nona...," sapa para pekerja di sana ketika berpapasan dengan Bimo dan Meytta.
Bimo dan Meytta menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Sudah datang kalian..?," Sapa Mama.
"Iya ..mah..barusan ," kata Bimo sambil mencium tangan mama Halimah di ikuti Meytta.
"Aku ke kamar dulu ma..," kata Bimo sambil menggandeng tangan istrinya.
Kedua nya sudah tiba di kamar Bimo yang sekarang juga jadi kamar Meytta.
"Sayang.. nanti kalau baju baju kamu datang...suruh saja para pekerja menata di lemari yang sebelah kanan," kata Bimo.
"Bukankah pakaian ku sudah ada di sana mas....," kata Meytta sedikit kebingungan.
Bimo hanya tersenyum saja mendengar perkataan istrinya.
Bimo berjalan ke arah ruang kerja yang ada di sebelah kamarnya yang bisa terhubung langsung dengan kamar itu.
Sudah terlalu lama dia tidak memonitor keadaan peusahaan.
Beberapa hal di telitinya, dia mulai membuka link perusahaannya memeriksa beberapa laporan dan catatan.
Sementara itu Meytta masih duduk di sofa kamar tersebut mulai bermain dengan handphone nya.
membuka media sosial nya yang disitu sudah banyak ucapan selamat dari beberapa teman maupun kolega juga teman teman di media sosial yang tak mungkin bisa hadir.
Bahkan kini profil Meytta sudah di ganti foto bersama suaminya.
Tok...tok..tok..
Sebuah ketukan terdengar di pintu kamar tersebut.
Meytta berdiri dan membukanya.
"Maaf Non..baju bajunya sudah datang," kata Bu Siti bersama pekerja yang lain sambil beberapa tas yang cukup besar.
"Baju...?," sedikit bingung Meytta, namun kemudian teringat perkataan suaminya.
"Oh..ya Bu.., kata mas Bimo langsung di tata di lemari sebelah kanan saja," sahut Meytta.
Kemudian para pekerja membawa beberapa tas besar yang berisi baju baju baru milik Meytta yang sudah di bersihkan saat mereka di hotel.
Meytta berjalan menuju ruang kerja Bimo menghampiri suaminya.
"Mas...makasih..ya..," kata Meytta memeluk suaminya yang masih duduk di kursi kerjanya.
"Makasih apanya..?," sahut Bimo dengan pura pura.
"Mas Bimo sudah belikan aku baju baju yang banyak."
Bimo mengangguk tersenyum.
"Sekarang minta para pekerja untuk menata sesuai selera mu," kata Bimo lagi.
"Sudah..tadi aku sudah perintahkan Bu Siti untuk ikut mengaturnya," kata Meytta.
Kemudian kedua orang itu kembali menuju kamar untuk melihat hasil penataan para pekerja.
__ADS_1
Sampai di kamar ..para pekerja sudah selesai menata puluhan pakaian tersebut.
"Mas Bimo... mbak Meytta..semua sudah beres," kata Bu Siti.
"Sebentar lagi mau makan siang ibu akan menyiapkan meja makan dulu," kata Bu Siti sambil berlalu dari tempat itu.
"Makasih..Bu..nanti kami menyusul ke bawah..," sahut Bimo.
Para pelayan menganggukan kepalanya kepada Bimo dan Meytta sebelum keluar dari kamar itu mengikuti Bu Siti.
Bimo kembali memeluk istrinya begitu para pekerja sudah menutup pintu kamarnya.
"Makasih..mas..," kata Meytta lagi.
"Apa lagi..?."
"Pokoknya..mas Bimo udah manjain aku," sahut Meytta sambil memeluk badan kekar suaminya.
Bimo pun mencium kepala istrinya tersebut.
**
Andre yang mengantar keluarga nya sudah sampai di percabangan antara rumah tinggal keluarga nya dan juga arah jalan tempat tinggal Rani.
"Bang ..Andre ..aku turun sini aja ya..?," nanti Abang kelamaan kalau ngantar aku.
"Enggak ...kita antar Babe dan Emak habis itu abang antar kamu," sahut Andre.
"Enggak usah bang..nanti abang telat lama lho sampai kantor," kata Rani lagi.
"Udaah... nurut aja neng sama bang Andre..," kata Babe menengahi perdebatan itu.
"Iyaa...apa neng Rani mau nginap lagi di rumah emak..?," kata emak menawarkan.
"Lagian juga besok sudah masuk kantor, maklum Mak...enggak kayak bang Andre yang sedikit bebas, cuma karyawan rendahan..," kata Rani lagi.
"Yaa..di syukuri aja neng..,Kalau kita bersyukur...pasti semua terasa nyaman," kata Babe sambil sedikit memberi wejangan.
"Iya..Be."
Mobil sudah..hampir sampai di depan gang yang menuju rumah tinggal Emak dan Babe.
"Stooop..stop...kita turun di sini aja," kata Babe.
"Lho..enggak masuk sekalian Be..?," kata Andre.
"Udaah...nanti malah kelamaan kamu mutar muter, belum kamu ngantar neng Rani...kita turun di sini saja," kata Babe.
"Iya..turun sini aja..," kata emak.
"Ayook Nissa.. Putri...kita turun, bangunkan tuh adikmu si Rizal," sahut emak.
"Zaal...Rizaaal....bangun..sudah sampai.." sahut Nissa membangunkan adiknya.
"S..sudah..sampai kak..?, kok cepet banget...?," sahut Rizal sambil mengucek ucek matanya, semua tertawa mendengar perkataan Rizal barusan.
Andre membawakan tas tas mereka di bantu Babe dan Rizal hingga sampai di depan rumah.
"Alhamdulillah...sampai rumah lagi," kata Babe.
"Ya ..udah..Andre langsung balik ya Mak ..Be...besok kalau Andre mau wisuda Andre jemput lagi kita nginap di apartemen lagi," kata Andre.
"Yoiii...," Rizal bersorak... kegirangan.
__ADS_1
"Huuu....., kalau di ajak main saja semangat begitu masuk mobil moloor," sahut putri.
"Habisnya duduk di belakang..coba izal.. duduk ..depan pasti enggak ngantuk," kata Rizal membela diri.
Andre hanya tersenyum mendengar jawaban adiknya tersebut.
"Oh..Mak..ini buat emak..," kata Andre sambil memberikan segepok uang warna merah.
"Alhamdulillah... makasih ndre..," kata emak menerima uang tersebut.
"Kok banyak banget..," sahut emak.
"Iya ...Mak di tabung ...nanti syukur syukur bisa buat beli tanah dan rumah sendiri, jadi enggak ngontrak terus ," kata Andre .
Emak dan Babe menganggukkan kepalanya, sambil berkaca kaca.
"Makasih..ndre..," kata Babe.
Andre hanya tersenyum.
"Niih..buat kalian bertiga..," kata Andre kepada ketiga adiknya sambil menyodorkan uang dua ratusan.
"Yoiii...," teriak ketiganya dengan gembira.
"Dibagi yang adil, Izal lima puluh aja, kan enggak banyak kebutuhannya," sahut Andre lagi.
Semua menganggukan kepalanya setuju dengan usul kakaknya.
"Makasih bang..," kata ketiganya sambil memeluk abangnya tersebut.
Andre pun memeluk ketiga adik adiknya tersebut
"Yaa udah...nanti keburu siang Andre pamit dulu....Mak..Babe...," kata Andre sambil mencium tangan bapak dan ibunya tersebut.
"Assalamualaikum.''
"Waalaikumssalam...hati hati di jalan," sahut Emak.
Andre pun meninggalkan rumah tinggal keluarga nya sambil melambaikan tangan nya.
Rani masih di mobil dan tersenyum begitu melihat kedatangan Andre.
"Maaf Abang agak lama,...biasa ngobrol sebentar ," kata Andre kepada Rani.
"Enggak papa ..bang..," sahut Rani sambil tersenyum.
Mobilpun berputar dan bergerak menuju ke arah rumah Rani sebelum nanti balik ke kantor.
"Bang ..aku turun di gang depan saja ya..," kata Rani.
"Lho..kenapa enggak di depan rumah..? bisa kan depan rumah di lewati mobil..?," kata Andre.
"Bisa sih..bang..cuma malu sama tetangga...masak dua hari enggak pulang, terus pulang..pulang diantar cowok pakai mobil..lagi.., entar di kira cewek apaan ..," sahut Rani tersipu malu.
Andre juga tersenyum mendengar perkataan Rani....masuk akal juga..
__________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya....
Baca juga karya lainku
* Sang pengacau (silat)
__ADS_1
* Aku Lebih Mencintaimu (romantis**)