
Semenjak kejadian penculikan dan foto Bimo banyak terpampang di media sosial baik cetak maupun elektronik, maka Bimo menjadi terkenal sebagai seorang sultan muda di tanah air.
Kekayaan yang melimpah ruah itu bagaikan magnet yang menarik semua nya mendekatinya, tak terkecuali dengan teman temannya Bimo di kampus.
Yang semula Bimo sudah terkenal karena ketampanan, kepintaran dan kegagahannya, sekarang bertambah dengan kekayaan nya yang melimpah ruah.
Banyak gadis gadis kini terang terangan mendekatinya tak terkecuali Arlita yang makin nyosor aja bila ada Bimo.
Pagi itu Bimo datang ke kampus kembali karena ada sesuatu yang harus di selesaikan karena sekarang memasuki tahun tahun terakhir di perkuliahannya.
"Bimooo...!!," teriak Arlita yang langsung memeluk tubuh Bimo dari belakang, sekarang dirinya tak menahan diri lagi untuk mengejar Bimo dengan terang terangan, setelah mengetahui kekayaan Bimo seratus kali lebih kaya dari seorang Joni Arman.
"Heii...apa..apaan sih..!!," Bimo berteriak risi melihat tingkah polah gadis di depannya itu.
"Aku kangen kamu honey..," kata Arlita dengan sedikit manja.
"Kangen apaan ..? kangen kok sama aku ..sama pacarmu sana...!," kata Bimo ambil menggerakkan tangan mengusir gadis tersebut.
"Jangan gitu..dong sayaang, beneran aku kangen sama kamu," kata Arlita kembali
"Lagian aku ...sudah putus sama Joni Arman demi kamu sayang," kata Arlita sambil bergerak mau memeluk tubuh Bimo.
Bima mengangkat kedua tangan.
"Eit....maaf nona, aku sudah punya kekasih, jangan main peluk peluk dong enggak enak di lihat orang," kata Bimo sambil menghindar.
Arlita masih tak perduli dan berkata.
"Aku enggak peduli kamu sudah punya pacar atau bahkan istri karena aku mau kau jadi milikku," kata Arlita dengan wajah serius.
"Udah..ah..aku mau ketemu dosen," kata Bimo sambil berlalu dari tempat tersebut.
Setelah Bimo nampak menjauh dari tempat itu.
Arlita nampak tersenyum senang sambil menoleh ke arah teman temannya.
"Bagaimana..? sudah kalian ambil foto kami berpelukan..?," tanya Arlita kepada Yuke dan Dona teman karibnya.
"Beres.. sip, tapi bukan berpelukan sih..karena kamu yang memeluknya dari belakang," kata Dona.
"Ah..enggak penting, yang penting di sana tampak berpelukan dan nanti akan aku posting di media sosial aku dengan judul "Bersama kekasih Baru yang tajir melintir," kata Arlita sambil tersenyum dengan licik.
Dona dan Yuke hanya tersenyum kecut menanggapi obsesi sahabat nya itu.
Kegiatan kampus Bimo memang sudah mendekati akhir dari perkuliahan.
Hanya tinggal beberapa hal yang di butuhkan untuk menyelesaikan sedikit tugas tugas akhir di kampus itu.
Bimo mengambil telepon genggam di sakunya dan menghubungi seseorang.
"Halo,.. dimana kamu..?," tanya Bimo.
__ADS_1
"Oh..di kampus juga tho...?, aku juga sedang di kampus," kata Bimo.
"Aku tunggu di kantin aja ya..," kata Bimo kembali.
Bimo masih nampak menikmati secangkir kopi sambil membuka laptopnya memonitor kegiatan perusahaan dari sana.
"Heii..bos..!!," sapa teman temannya satu kos dahulu.
"Hei.. sini..!," teriak Bimo sambil melambaikan tangan ke arah ketiga temannya itu.
Budi, Muklis dan Agung pun mendekat dan duduk di sekitar Bimo.
"Sudah pada makan belum..?," tanya Bimo melihat ketiganya.
"Tanggal tua bos, ngirit ..makan di warteg aja biar kenyang," jawab Muklis malu malu.
"Alaah....udah pesen sana ..nanti biar aku bayar," kata Bimo melihat ketiga temannya itu.
"Siaap bos .. !," serentak ketiganya menjawab dengan riang.
"Sama minumnya sekalian ya bos..," kata Agung.
"Lha... iyalah bro.. nanti nyangkut di tenggorokan emang...mau..? kata Bimo lagi.
"Yesss...!!," teriakan ketiganya hingga menarik perhatian orang orang di kantin itu.
Bimo hanya tersenyum melihat ulah teman temannya.
Dan mereka pun makan di kantin itu sambil menemani Bimo yang masih memantau perkembangan perusahaan nya dari laptop yang di taruh di atas meja.
"Bagaimana urusan kuliahmu..?," tanya Bimo kepada Andre yang barusan duduk.
"Beres ..sudah mulai selesai tinggal beberapa hal saja, bagaimana dengan mu bos..?."
"Aku juga sudah beres.., mulai besok kita bisa kembali konsentrasi di pekerjaan karena sebentar lagi target triwulan akan segera berakhir," kata Bimo.
Kelima orang itu sudah selesai makan dan akan beranjak pergi ketika Romano dan Achri datang.
"Waah telat niih..," kata Romano.
"Habisnya kau sih... kelamaan di ruang dosen," gerutu Achri yang merasa kehilangan kesempatan makan gratis.
"He..he...maaf ya, habisnya dosennya rese banget, judul yang aku ajukan di tolak lagi," sungut Romano dengan sedikit sebal.
"Lah ..kamu terlalu copy paste..!!," ledek Bimo.
"He..he..emang iya sih..," jujur Romano berkata.
Akhirnya mereka berpisah, Bimo berjalan ke arah parkir mobil bersama Andre.
Sedangkan yang lain berjalan ke arah parkir motor.
__ADS_1
Romano dan Achri masih makan di kantin.
Bimo yang berjalan di parkiran kembali ketemu sama Arlita.
"Bim..aku nebeng..ya sampai cafe x..," Rajuk Arlita sambil memegang lengan Bimo.
"Maaf Arlita aku mau ke arah lain, kamu sama Andre saja ya," tolak Bimo dengan halus.
"Enggak mau... ah..!, aku maunya sama kamu."
"Boleh ya..?," kata Arlita lagi.
"Maaf ya .. Lita..," kata Bimo lagi.
"Udaah sama aku aja, ayook," Andre yang mengetahui tujuan Arlita hanya mau berduaan dengan Bimo menarik gadis itu menjauh.
Bimo yang mengetahui Andre menyelamatkannya memberikan acungan jempol kepada Andre saat melirik ke arahnya.
**
Sore itu Bimo masih berada di apartemen nya sendiri.
Selepas tidak ngekos lagi Bimo memang memilih tinggal di apartemen, kadang kadang saja pulang ke rumah.
Alasannya agar lebih dekat dengan semua aktivitas nya, kantor , kuliah dan juga menjemput Meytta bila perlu.
Drrt.. drrt...
Telpon genggam Bimo yang di taruh di nakas dekat tempat tidur nya berbunyi.
Di ambilnya telpon genggam itu, ternyata Meytta yang menghubunginya.
"Ada apa ..sayang..?
"Mas Bimo ngapain sih..masih dekat dekat..dengan cewek lain.?," suara Meytta terdengar serak di seberang sana.
"Haah..?, cewek lain..?," kata Bimo dengan kebingungan.
"Udaah deh..enggak usah pura pura lagi..," kata Meytta lagi menahan tangisnya.
"Sebentar..sayang.., cewek mana sih..?," tanya Bimo yang benar-benar bingung.
Tiing...!!
Sebuah notifikasi masuk di handphone nya.
"Lihat foto yang aku kirim, itu aku screenshot dari media sosial cewek itu," kata Meytta kesal, sambil Mematikan sabungan telepon itu.
Bimo buru buru membuka media sosial nya di mana Meytta mengirimkan gambar yang di maksud.
Di bukanya media sosial miliknya, gambar Arlita sambil tersenyum memeluk dirinya dari belakang tampak terpampang dengan di bawah gambar ada tulisan "Bersama kekasih Baru yang tajir melintir."
__ADS_1
Bimo menghembuskan nafas dengan kasar, sambil mengacak rambutnya dengan kesal.
"Aaarrcch...siaaall..!!!."