
Kedekatan hubungan sepasang kekasih itu makin menuju ke arah yang lebih positif dengan di perkenalkannya pasangan masing masing.
Bimo menjadi sudah terbiasa dengan keluarga Meytta,
begitupun sebaliknya, Meytta menjadi akrab dengan keluarga Bimo.
Bahkan tak jarang Meytta di jemput mama Halimah saat di di cafe untuk di ajak shopping.
Seperti sore itu saat Meytta di cafe.
Drrtt..drrtt..
Suara telepon genggam Meytta yang saat itu masih di dalam ruang kantor nya berbunyi.
Dilihatnya nomor tak di kenal, di pikirnya itu pelanggan atau konsumen, karena seiring berjalannya waktu cafe D'JOSs mulai merambah pesan antar makanan lewat ojek online.
Sebagaian kadang kadang yang tahu nomernya langsung memesan lewat Meytta itu pun untuk kalangan temannya dan saudaranya.
Biasanya kalau ada nomer asing Meytta selalu menyapa dengan SOP sapaan kantor.
"Halo, selamat sore..? dengan cafe D'JOSs ada yang bisa kami bantu..?."
"Sayaang ini mama Halimah..."
Meytta kaget karena itu awal mula mama Halimah menelponnya langsung.
"Ada apa ya ma..?," dengan sedikit dag dig dug Meytta bertanya.
"Kamu sedang repot enggak..? mama mau ajak kamu ke Mall X, ada keluaran tas branded baru lho.."
Meytta yang mendengar ajakan tersebut langsung bersorak kegirangan.
"Enggak ma...enggak repot kok ma.., beneran mama mau ngajak aku shopping..?," Meytta sangat senang.
"Lha..iya.lah masak mama bohong sih."
"Baik ma, aku akan ke tempat mama."
"Eeh..nggak usah..ini mama sudah di jalan, bentar lagi mama sampai sana."
"Lha memangnya mama Halimah tau tempat usahaku..?," Meytta tampak keheranan.
Mama Halimah hanya tersenyum.
"Sudah ya..sampai ketemu nanti," mama Halimah mengakhiri obrolannya.
Itulah kali pertama Meytta jalan bareng dengan calon mama mertua.
Sore itu cafe D'JOSs nampak ramai seperti biasa, sudah ada wacana sih untuk nambah karyawan lagi, tapi masih di hitung hitung lagi.
Sebuah mobil mewah bongsor nampak berhenti sesaat di dekat cafe D'JOSs.
"Wuih...mobil mewah bro..," kata Iwan.
__ADS_1
"Dodi yang masih asyik menata menu pesanan sesaat ikut menoleh.
"Ck..ck..ck..mantap kali tuh mobil, tapi ngapain parkir dekat cafe kita..? gak mungkin kan horang kaya dengan mobil semacam itu makan di tempat ini," balas Dodi.
Ruri dan Ani pun ikut ikutan ngerumpi.
"Andai..aja...ada yang jemput aku pakai mobil seperti itu, aku mau dah.. bobok ba..."
"Ngimpi..!!!!."
Teriak Dodi dan Iwan berbarengan.
"Eeh..siapa tahu ..aja..beneran, kalau ada teman punya cita cita itu ya mbok di dukung malah ..di jatuhkan..," Ruri nampak cemberut mendengar guyonan teman temannya.
"Emaang beneran mau..bobok bareng dengan pemilik mobil semacam itu... tuh..kakek Sugiono.!!.mau..?," kata Dodi sambil ngakak menggoda temannya.
"Huuh..!!," Ruri dan Ani hanya mendengus mendengar candaan temannya.
Seorang perempuan paruh baya namun masih terlihat cantik dan elegan memasuki cafe D'JOSs itu.
"Selamat sore..."
"Sore Bu..eh..Tante..eh..eh.. nyonya," balas Ruri sedikit tergagap.
Wanita tersebut hanya tersenyum saja.
"Mau pesan apa ya..? nyonya..?," tanya Ruri kembali.
"Saya mau menemui Meytta, kalian teman teman Bimo ya..," sapa perempuan elegan itu lagi.
"Saya mama Bimo, kebetulan mau ajak Meytta keluar sebentar."
"Ooh..," semua terdiam sesaat, mama Bimo yang kaya raya ..raya..
masih mau mengajak remahan seperti mereka mengobrol.
"Amazing.." batin mereka sesaat loss tak mampu ngomong apa apa lagi.
"Maaf Nyonya..eh ..Bu..silahkan duduk dulu,'' sambut Ani yang menyadari siapa wanita di depannya itu.
Sesaat kemudian Meytta sudah keluar begitu mendengar ada sedikit rame rame di dekat kasirnya.
"Lho Mama sudah sampai to..?," tanya Meytta yang sedikit kaget.
"Iya ..sayang.., sudah siap jalan.. nihh..!!."
"Iya..Ma," jawab Meytta.
Semua hanya melongo melihat keakraban bosnya dengan calon mertuanya.
"Teman teman aku keluar sebentar ya..," pamit Meytta kepada yang lain.
"Ya ..mbak.., hati hati di jalan," jawab semuanya.
__ADS_1
Mama Halimah hanya mengangguk sedikit tersenyum menandakan pamit.
**
Bimo yang saat itu masih di kantor sedang mengadakan rapat bersama Andre dan om Satya.
"Bagaimana dengan perkembangan PT KSAJ ndre..?"
"Baik.. bos, mereka sudah mulai setabil dan proyek yang kita limpahkan juga berjalan lancar, sebenarnya mereka sangat profesional dan baik dalam bekerja."
"Kasus si Johan bagaimana..?."
"Masih di proses, meskipun dari PT ASA PRIMA menggelontorkan dana besar untuk membela kasus tersebut namun bukti bukti memberatkannya."
"Tolong kawal terus kasus tersebut, jangan ada celah untuk membebaskan Johan dari tuntutan," perintah Bimo.
"Ya orang kita sudah melakukannya."
Mereka berdua pun melanjutkan mengobrol santai setelah om Satya pamit karena urusan kantor sudah selesai.
"Ndre..kapan kapan kita main ke rumahmu Yo.., kangen masakan emak..."
"Boleh bos .., aku juga sudah kangen. sudah lama enggak mudik."
"Aku mau mengajak Meytta nanti kita sekalian main di pantai dekat rumahmu."
"Setuju ..aku mau ajak temanku juga," kata Andre.
"Bagaiman weekend depan..? terlalu ramai gak..?."
"Boleh..bos.. pantainya luas kok, gak terlalu ramai tapi nyaman banget, cocok deh buat pacaran bos..he..he.."
"Yang pacaran..aku apa kamu..? aku kan sudah enggak pacaran lagi.."
"Laah.."
"Kan calon istri ..bukan pacar lagi..," kata Bimo berkilah.
"Iya ..deh..aku..kalah.." Andre.
"Ya emang sih ..aku mau kenalin temanku sama orang tuaku..," kata Andre lagi.
__________
**Happy reading..selamat membaca jangan lupa like vote dan hadiah nya..
Juga rate bintang lima dan koment nya...
Jadikan favorit ya..
Baca juga karya lainku
* SANG PENGACAU.
__ADS_1
* AKU LEBIH MENCINTAI MU**