Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
180. Kotak Bekal


__ADS_3

Masih dalam pelukan sang suami, Meytta yang selesai melakukan tugas kewajiban nya nampak bermanja manja.


"Mas..."


"Mas...Bimo..!."


"Hmmm," sahut Bimo yang mulai memejamkan matanya setelah jatah sesion pertama malam itu tuntas.


"Kalau anak kita laki laki mau di kasih nama siapa..?


Bimo langsung membuka matanya mendengar pertanyaan istrinya.


"Kamu pengennya siapa namanya ..?," balik Bimo yang bertanya.


"Iih..ditanya kok malah balik bertanya sih mas," kata Meytta yang kegelian karena tangan Bimo masih aja jahil... mengeksplor ke sana sini.


"Lah..kan mas Bimo kasih kebebasan kamu untuk memilih nama sayang," kata Bimo mulai mengendus telinga istrinya.


"Kalau Raja gimana mas..? terus panggilannya Raj..," kata Meytta.


Bimo terdiam sesaat seperti berfikir, padahal hanya akting, karena tangannya sudah kembali bermain di wilayah kesukaannya.


"Iiih..kok gak jawab siih...mas..?," seru Meytta yang makin blingsatan akibat tangan suaminya.


"Sekali lagi ya sayang...," malahan Bimo berkata topik lain.


"Enggak mau...jawab dulu..!," kata Meytta.


"Iyaa..deh...boleh," kata Bimo yang sudah mengambil posisi dengan jawaban asal.


"Bener mas..," kata Meytta sambil menutupi badannya dengan selimut.


"Iyaa..," kata Bimo dengan sekenanya dan menarik selimut yang menutupi badan istri nya tersebut.


"Kalau sekarang jatahnya udah dobel besok nggak lho..ya..," kata Meytta mengancam sambil menuruti posisi arahan sang suami.


Bimo tak menjawabnya namun langsung beraksi.


**


Pagi hari semua sudah berada di meja makan.


Semua nampak menikamati makanan di sana dengan lahap nya.


"Mas Bimo nanti pulangnya enggak awal lagi loh..," kata Bimo kepada Meytta istrinya.


"He'em mas..," sahut Meytta sambil menganggukkan kepalanya.


"Iyaa..orang kerja jangan di ganggu," sahut papa Adrian.


"Iya...pa.., bukan aku yang minta kok tapi adek baby..," kata Meytta yang masih ngeyel.


"Tapi hari ini ..biarkan mas Bimo kerja ya..," kata mama Qonita.


Meytta menganggukan kepalanya.


"Mas Bimo mau nambah..?," tanya Meytta yang tahu selera makan suaminya sangat besar karena memang badannya juga tinggi besar.


"Enggak ah..nanti malah ngantuk," sahut Bimo.


Semua kembali menyelesaikan makan pagi dengan obrolan kecil lainnya.


"Lho..ini kotak bekal siapa..?," tanya Bimo merasa sedikit aneh ada kotak bekal di meja makan.


"Papa mau bawa bekal..?," tanya Bimo kepada bapak mertuanya.


Papa Adrian makin bingung.


"Enggak lah...masak papa bawa bekal..," sahut papa Adrian.


Meytta yang baru mengambilkan tas suaminya mendengar keributan tersebut.

__ADS_1


"Ada apa sih..?."


"Ini bekal siapa..?," tanya papa Adrian kepada anaknya tersebut.


''Iis..papa..nih..., ini tuh tempat rujak es krim yang harus mas Bimo beli kan..," kata Meytta kemudian.


"Ooh..," kata papa Adrian menahan tawa sambil melirik Bimo.


Bimo hanya tersenyum kecut mendengar perkataan istrinya.


Namun rasa sayang nya membuat Bimo dengan mantap menyambar kotak bekal tersebut.


"Ok..nanti mas Bimo belikan rujak eskrim nya...semoga tak kehabisan ya..," kata Bimo.


"Iissh..nggak boleh sampai kehabisan mas...pokonya harus dapet rujak eskrim nya, apa mau anak mas Bimo ileran," sungut Meytta mengancam.


"Iya..ya...mas Bimo usahain..,"Kata Bimo setelah mendengar perkataan istrinya tersebut.


**


Di tempat lain, Andre masih menunggu di mobil di ujung gang jalan masuk ke rumah Rani.


Andre sudah berkirim pesan kepada Rani, bahwa dirinya sudah sampai di ujung gang, dan di jawab 'ok' oleh kekasihnya tersebut.


"Sudah lama bang..?," tanya Rani yang sudah sampai di tempat tersebut.


"Barusan kok..," balas Andre tersenyum.


"Lho..bawa apaan itu..?," kata Andre yang melihat Rani membawa dua buah kotak bekal makanan.


"Bekal makanan... buat aku dan bang Andre," sahut Rani malu malu.


Andre tersenyum mendengar hal itu.


"Makasih ya neng...," sahut Andre sambil tersenyum senang.


"Cuma masakan rumahan bang..aku yang masak pagi pagi tadi...,"kata Rani sambil menutup pintu mobil.


Rani sangat senang mendengar perkataan Andre tersebut.


Mobil melaju membelah jalanan yang masih sedikit sepi tersebut.


**


Mobil Bimo sudah sampai di parkiran kantor nya.


Dengan pelan Bimo memarkir mobilnya di tempat biasa yang sudah di sediakan untuk nya.


Tak berapa lama, nampak mobil Andre juga parkir di dekat parkir direksi perusahaan tersebut.


"Pagi bos..," sapa Andre kepada Bimo."


"Pagi ndre..," balas Bimo.


"Ceria banget wajahnya ..," tanya Bimo yang melihat Andre nampak senyum senyum sejak turun dari mobilnya.


"Iya... bos..habis ketemu sama gebetan," kata Andre.


"Weiiss.. mulai serius nampak nya," goda Bimo.


Andre hanya tersenyum dan mengangguk.


"Waah..tumben bawa bekal segala..," goda Bimo yang melihat andre membawa sebuah kotak bekal.


"Kayak anak TK coyy....," seru Bimo menggoda Andre.


"Issh..Bos... ini masakan neng Rani..dia tadi yang bawain makanan ini," kata Andre dengan bangganya.


"Ooh...," kata Bimo tak lagi meledek.


Keduanya langsung naik ke kantor direksi dengan lift khusus.

__ADS_1


"Ndre langsung ke ruang ku aja..," perintah Bimo karena ada beberapa hal yang akan langsung di bahas.


"Ok..bos..tapi tak naruh kotak bekal dulu," sahut Andre lalu bergegas berlari ke ruangannya.


**


Bimo sudah berjalan menuju ruang kantornya.


Mbak Diah yang melihat nya langsung berdiri.


"Selamat pagi pak Bimo..," sapa mbak Diah.


"Pagi mbak Diah..," balas Bimo lalu memasuki ruangan nya.


Tak berapa lama pintu ruang Bimo diketuk.


Tok tok tok...


"Masuk ...," kata Bimo.


Cekleek..


Kali ini Andre yang memasuki kantor Bimo.


Andre duduk di depan Bimo yang membuka tas kerjanya.


Nampak kotak bekal di dalam tas Bimo, sontak Andre tertawa tertahan.


"Ngapain cengar cengir..?, kayak orang kesambet aja..," kata Bimo kearah Andre.


"Bos Bimo kok kayak anak TK aja bawa kotak bekal," goda Andre tak bisa menyembunyikan tawa nya.


"Kuraang aseem kau..," kata Bimo tersenyum kecut karena balas di ledek si Andre.


"Ini buat baby aku...entar sore aku mau mampir di tukang rujak eskrim..," sungut Bimo membuat Andre tak bisa lagi menahan gelak tawanya.


"Enggak mau diam..., ku piting kau..," kata Bimo.


Lalu Bimo maju dan memiting Andre.


"Aaa..ampun booss...!!," teriak Andre masih tertawa tawa dalam pitingan sang CEO.


Cekleek...


Mbak Diah yang sudah sejak tadi mengetuk pintu memutuskan langsung membukanya karena tak ada jawaban.


"Haaah..???," teriakan tertahan dari mbak Diah karena melihat dua atasan dari GSB group sedang piting pitingan kayak anak kecil.


Bimo dan Andre yang tak menyadarinya masih terus piting pitingan sampai mbak Diah batuk batuk kecil.


"Uhuk... uhuk.."


"Lho..mbak Diah...??!?!?!," teriak keduanya bersamaan dengan terkejut.


Mbak Diah hanya tersenyum kecut mendengar kekagetan keduanya.


"Maaf ...tadi saya sudah mengetuk lama sekali pak..," kata mbak Diah sambil menahan tawa.


Bimo dan Andre jadi tertawa bersama.


"Iyaa..nih..mbak Andre jahil..," kata Bimo.


____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku


* Sang Pengacau


* Aku Lebih Mencintaimu**

__ADS_1


__ADS_2