
Di perusahaan PT KSAJ Kondisi semakin memprihatinkan, sahamnya anjlok mengalami penurunan sedangkan tender yang di ikuti selalu kalah dari para pesaingnya.
"Kalau begini terus perusahaan ini pasti pailit dan gulung tikar, aku bingung mesti berbuat apa nampak orang yang menyerang ku benar benar ingin menghancurkanku.Saham ku turun drastis, tender selalu kalah, belum lagi hutang perusahaan yang harus dibayar kan sudah mulai jatuh tempo, semakin pusing kepalaku,"
Tampak Adrian terdiam di kursinya sambil mengacak acak rambutnya, di hempaskannya tubuhnya di sandaran kursi direktur itu. pikirannya melayang entah kemana, semua seakan sudah berakhir.
Selama ini dirinya tidak pernah membicarakan masalah perusahaan kepada keluarganya secara detail, baik istri maupun anakknya tidak pernah mengetahui secara pasti tentang kahancuran dari perusahaan itu.
Istri dan anaknya hanya mengetahui ada masalah di perusahaan namun seberapa parah masalah itu tidak di beritahukan oleh Adrian.
Dengan memijat keningnya yang terasa berat Adrian mengawasi berkas berkas laporan yang ada di depannya, keningnya semakin mengkerut melihat data data dari berkas itu.
Disaat Adrian masih berpikir tentang perusahaannya yang sedang porak poranda tiba -tiba telpon ruangannya berbunyi.
Kriiing... kriiing...
"Ya halo ada apa?,''
"Ada telpon masuk mencari bapak," jawab sekertarisnya yang ada di depan ruangannya.
"Dari siapa?," tanya Adrian kepada sekertarisnya.
__ADS_1
"Tidak bilang pak cuma katanya sangat penting,'' kembali sekertarisnya menyahut.
''Kamu sambungkan saja," kata Adrian lagi.
Sekertaris menyambungkan telpon yang berasal dari luar itu dengan ruangan direkturnya.
"Halo dengan Direktur utama Adrian disini apakah ada yang bisa saya bantu?,'' kata sambutan dari Adrian mengawali percakapan itu.
"Ha..ha...ha...., bagaimana dengan perusahaan mu? semakin baik apa tambah memburuk?,'' terdengar suara dari sebrang.
Adrian kembali teringat dengan telpon gelap beberapa hari yang lalu.
"Siapa ini ya, kalau boleh tahu?," kata Andrian berbicara sesopan mungkin meskipun dalam hati sudah meledak ledak ingin marah.
"Apa memang kamu yang mudah lupa, atau karena Masalah perusahaanmu yang mulai hancur hingga kamu melupakan kejadian yang sangat berarti bagi kelangsungan bisnis mu."
''Maaf pak saya benar benar tidak tahu maksud anda berbicara demikian," kembali Adrian berkata dengan menahan segala perasaannya.
"Sekali lagi dengarkan baik baik, aku adalah tuan Hartono yang beberapa pekan lalu bertemu denganmu dan menawarkan kerjasama. Salah satu nya dengan menikahkan anak anak kita, apakah sekarang ingatanmu sudah pulih tuan Andrian?," kata suara di seberang dengan sedikit nada mengejeknya.
Adrian kembali teringat dengan kejadian beberapa pekan yang lalu dimana tiba -tiba datang seorang pengusaha yang sangat arogan mengunjungi kantor nya.
__ADS_1
Mengajak kerjasama antara kedua perusahaan dan menguatkan hubungan dengan menikahkan putra putri mereka.
Namun Adrian belum menerima tawaran itu, bahkan memikirkannya pun tidak, karena dia tidak ingin memaksakan kehendaknya kepada anak satu satunya.
Hingga akhirnya tuan Hartono menelponnya meminta kejelasan tentang pernikahan itu, dan di tolak dengan halus oleh Adrian.
Adrian baru ingat sekarang, semenjak penolakan itulah semua hal yang di lakukan oleh perusahaan itu mengalami kegagalan hingga sekarang nyaris bangkrut.
Kembali Adrian menepuk jidatnya, seakan semua permasalahan inilah penyebab nya.
'Mohon maaf tuan Hartono, saya meminta waktu beberapa hari, akan saya coba berbicara dengan keluarga dahulu semoga akan ada berita bagus yang kita dapat kan," kata Adrian sedikit mengulur waktu.
Adrian pingin menyelidiki siapa Hartono itu?dan dari perusahaan apa?, bila perlu menyelidiki bagaimana karakter dengan anak Hartono, yang mau di nikahkan dengan anaknya.
Karena Andrian tidak ingin anak satu satunya mengalami penderitaan dalam pernikahan nya.
______________
**Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya....
Happy reading**........
__ADS_1