Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
212. AQIQAH ( end )


__ADS_3

Penyembelihan hewan ternak yang di sunahkan untuk Aqiqah sudah di lakukan, untuk bayi laki laki dua ekor kambing, dan untuk menambah daging karena banyaknya tamu yang di perkirakan datang nantinya tuan Haryo masih memotong satu ekor sapi yang sangat besar.


Setelah daging di bersihkan kemudian di bawa ke koki bayaran yang sudah stand by menunggu bahan utama yaitu daging kambing serta daging lainnya.


"Chef ..dagingnya di taruh dimana..?," tanya pak Joko yang menjadi korlap Walimatul Aqiqah, kepada Koki bayaran yang sudah sering tampil di TV nasional tersebut.


"Daging kambing di sini pak, terus daging sapinya di taruh di sana," sahut Koki juru masak sambil menunjuk ke beberapa arah tertentu.


"Baik Chef..," kata pak Joko, lalu memerintahkan kepada pekerja yang membawa ratusan kilo daging tersebut ke tempat yang di tunjukkan Chef tadi.


Tim yang Koki bawa tersebut sudah sangat mahir dan cekatan berbagi tugas menyelesaikan aneka menu yang di hidangkan nantinya.


Para pekerja bagian dapur di rumah utama itu hanya mengikuti dan membantu apa yang di perlukan dan di arahkan Chef tersebut, apalagi antara Chef tersebut dengan Koki rumah utama saling mengenal, jadi kerjasama mereka makin kompak.


**


Hari sudah mendekati sore, sesudah sholat ashar semua sudah berkumpul di halaman belakang untuk melakukan selamatan kenduren inti dari Walimatul Aqiqah yaitu mencukur rambut dan pemberian nama kemudian nanti di lanjutkan doa bersama nantinya.


Meytta sudah duduk di kursi yang di siapkan agar memudahkan untuk rencana pencukuran sebagian rambut baby boy.


"Hadap sini sayaang..," pelan Bimo mengambil gambar mereka bertiga dengan baby boy di pelukan Meytta selfie dengan ponselnya.


Meytta tersenyum manis sekali dengan menggendong baby boy dan di rangkul suaminya.


"Sekali lagi mas, Baby Boy ..enggak jelas tadi," seru Meytta yang kurang puas dengan gambar pertama.


Kembali Bimo mengambil gambar selfie mereka.


Cekreek....


"Sempurna...," teriak Bimo melihat hasilnya.


Setelah itu beberapa fotografer juga kameramen profesional yang di sewa mengambil gambar dan video Bimo dan Meytta beserta Baby boy.


Dimulailah acara potong rambut yang dilakukan oleh ulama terkenal yang sudah di undang di acara itu.


Acara pencukuran sebagian rambut itu di abadikan oleh kameramen dan fotografer yang sudah di sewa.


"Duuh..ganteng banget baby-nya..," terdengar salah satu kameramen saat mengambil gambar acara pemotongan rambut tersebut.


Semua orang bertepuk tangan setelah di sebutkan nama baby boy yaitu Raja Aryoseno Perwira Atmaja.


Ramainya orang orang tak mengusik Raja yang malah makin pulas tertidur di pelukan mommy nya.


Rani yang ada di sebelah Meytta nampak gemas sekali melihat raja.


"Kalau lelah biar saya gendongnya Non," kata Rani yang dengan setia selalu di samping Meytta.


"Iya..niih agak pegel dikit," Meytta menyerahkan Raja dengan hati hati kepada Rani sambil menunggu Ulama yang masih menunggu kesiapan kenduren dan doa bersama.


"Uuh...gantengnya..," bisik Rani sambil menerima Raja sambil sedikit menimang nimang nya karena Raja menggeliat mau bangun.


Para undangan yang mengikuti kenduren sudah duduk rapi di tenda belakang rumah itu.


Beberapa rekanan baik rekan papa Haryo maupun Bimo yang hadir di acara tersebut sudah duduk rapi setelah tadi di temui oleh sang tuan rumah.


Teman teman Bimo baik dari Dojo maupun teman kuliah dan para kenalan juga sudah membaur duduk di tempat yang di sediakan, begitupun dengan teman teman Meytta.


Tamu yang di pisah antar pria dan wanita itu nampak tertib duduk di tempat yang telah di sediakan.


Sang Ulama sudah mulai membuka acara selamatan doa bersama, di awali sedikit tausiah tentang masalah aqiqah lalu di akhiri oleh doa bersama.

__ADS_1


"Aamiin..."


Seru semua yang hadir di sana setelah sang ulama selesai membacakan doa doa demi kebaikan Raja dan keluarga besarnya.


Acara selanjutnya yaitu makan yang di selenggarakan secara prasmanan.


Disela acara makan pemandu acara kembali berdiri di podium kecil yang nanti malam akan di adakan pengajian.


"Jangan lupa nanti malam kembali hadir untuk mengikuti pengajian bersama Ustad XXXX di sini.," kata pemandu acara mengingatkan meskipun para tamu sudah tahu hal tersebut.


Semua nampak menikmati jamuan tersebut.


Teman teman cafe D'JOSs yang baru pertama ke rumah Bimo masih nampak sedikit malu dan sedikit bergerombol.


"Udah ambil makanan belum kok malah di sini duduknya..?," Bimo yang melihat itu langsung mendekati.


"Iya niih..pada malu bos," kata Ruri sedikit pelan tersenyum kecut.


"Ngapain pakai malu segala udah ambil sana..," perintah Bimo sambil ikut duduk di kursi sebelahnya.


Satu persatu kemudian maju mengambil makanan yang di sukainya.


"Ni sekalian sampai nanti malam kan..?," tanya Bimo kepada teman teman cafe.


"Iya bos daripada bolak balik, kemarin sih instruksi mbak Meytta begitu."


"Bagus lah..," sahut Bimo menanggapi perkataan Dodi.


Iwan yang datang dengan setumpuk makanan duduk di samping Bimo.


"Naah..kan gitu mantap ," seru Bimo melihat makanan Iwan yang menggunung.


Ruri dan Ani pun begitu datang dengan membawa piring yang penuh aneka makanan.


Keduanya lalu beranjak menuju meja makan.


"Aku tinggal dulu ya..," kata Bimo kepada teman teman cafe D'JOSs tersebut.


Bimo menghampiri istrinya yang masih duduk bersama Rani dan Andre.


"Babe mana..?." tanya Bimo kepada Andre.


"Tuh disana ..," jawab Andre menunjuk ke arah tertentu di mana tampak Babe, Emak dan mamak Sadur serta adik adik Andre masih menikmati makanan.


"Orang butik tak lupa di undang kan sayang..?," tanya Bimo kepada istrinya.


Meytta mengangguk," Barusan dari dari sini kok mas bulek parmi dan anak buahnya."


"Ya..udah..masak pesta mereka malah kelupaan."


"Enggak kok mas., tuh mereka duduk di sana dekat teman kampus aku."


**


Kebanyakan para tamu undangan tak pada pulang karena waktunya yang mepet jika pulang.


Teman teman Dojo malah pada duduk duduk jauh di lapangan tenis yang ada di sebelah tenda besar itu.


Mereka asyik mengobrol bahkan ada yang santai merokok di sana.


Begitupun dengan teman teman cafe juga butik mencari tempat yang menurutnya nyaman sambil menunggu waktu acara pengajian.

__ADS_1


Anak anak panti yang berjumlah ratusan sudah tiba di sana dengan bis yang memang di sewakan papa Haryo.


Nampak pemimpin pondok anak panti masih berbincang dengan papa Haryo, sementara pemimpin pondok yang lainnya mengatur anak panti agar duduk tenang di tempat yang di sediakan.


Bagi yang belum sholat isya di arahkan ke mushola di halaman belakang tersebut, karena mereka berangkat habis Maghrib dan perjalanan cukup jauh.


Bimo masih berbincang dengan teman kampus nya saat Meytta menghampiri nya.


"Aku mau masuk ke dalam dulu bentar mas," ajak Meytta kepada suaminya.


Bimo pamit ke teman temannya untuk menemani istrinya yang belum pulih benar karena masih nyeri di beberapa tempat.


"Raja mana sayang..?."


"Udah di bawa Bu Siti...ini mau aku susui," kata Meytta yang di gandeng Bimo berjalan ke kamar bayinya.


**


Pengajian sudah di mulai, semua nampak duduk dengan tertib.


Teman Dojo, teman kampus serta para pekerja di cafe maupun butik juga membaur duduk sesuai dengan jenis kelaminnya.


Para pegawai GSB group maupun PT KSAJ yang hadir juga nampak duduk dengan tertib.


Semua tamu nampak mendengarkan tauziah sang Ustadz yang memang cukup apik membawakan materi tausiahnya.


Terpancar wajah wajah bahagia terutama keluarga tuan Haryo dan papa Adrian.


Anak anak panti asuhan nampak menikmati pesta yang jarang mereka temui itu, makanan yang melimpah ruah membuat anak anak itu tersenyum senang , belum lagi tiap anak memegang amplop yang tadi di kasih oleh Meytta.


Meytta duduk di sebelah Bimo sambil mendekap Raja yang sudah di pakaikan selimut tebal.


Di belakangnya Bu Siti dan pak Joko yang selalu siaga menjaga Raja sama seperti saat menjaga Bimo semasa kecil.


Papa Haryo, mama Halimah serta papa Adrian dan mama Qonita duduk di samping yang lain juga nampak bahagia mendengar tauziah sang Ustadz.


Malam itu adalah malam yang membahagiakan bagi semuanya.


___________


**Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan semua kenikmatan kepada kita semua, salam dan sholawat kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, sahabat dan para pengikutnya.... Alhamdulillah..karya ini bisa selesai... meskipun jauh dari kata sempurna.


Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung cerita ini.


Terima kasih kepada keluarga ku yang selalu mendukung ku saat membuat karya ini, hingga kadang melupakan repot nya tugas di rumah..he..he..


Terimakasih kepada Kaka Kaka reader semuanya yang sudah memberikan like, vote , rate, hadiah dan komentar nya yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.


Terima kasih rekan rekan yang selalu aku ajak mendukung karya ini.


Juga terima kasih kepada Kaka Kaka sesama author yang telah mensuport dan mendukungku... semoga kita sukses bersama..


Akhirnya..karya ini bisa selesai meskipun mungkin tak sesuai dengan harapan semua orang, saya masih belajar dan akan terus belajar membuat karya yang lebih baik lagi harapannya.


Sekali lagi terima kasih..mohon maaf jika ada hal hal yang kurang berkenan dan juga ada kalimat yang menyinggung di karya ini.


Baca juga karya lainku


* Sang Pengacau


* Aku lebih mencintai mu

__ADS_1


* Romansa anak Sultan**


__ADS_2