
Mereka sudah nampak di meja makan menikmati hidangan makanan yang sudah tersaji di sana.
Mama Qonita masih mengambilkan makanan untuk papa Adrian dan menghidangkan di depannya.
Selesai mama mengambil untuk dirinya, Meytta mengambil kan untuk suaminya.
"Segini cukup mas..?," tanya Meytta kepada Bimo.
Bimo mengangguk.
Semua sudah menghadapi makanannya, kemudian papa Adrian memimpin doa sebelum makan.
Sambil makan mereka berbincang ringan.
"Hari ini mas Bimo masih cuti kan..?," tanya papa Adrian.
"Masih Pa.."
"Tapi nanti Andre asisten Bimo mau kesini mengantar berkas yang musti Bimo tandatangani Pah.," kata Bimo.
"Oh..ya..kalau begitu pakai aja ruang kerja Papa biar enak kerjanya..," kata Papa Adrian lagi.
"Iya...pah.. terimakasih pah."
Mereka melanjutkan makan paginya kembali masih sambil berbincang ringan.
"Papa mau tambah lauknya..?," tanya mama Qonita menawarkan kepada papa Adrian.
"Dagingnya aja Ma...kuahnya enggak usah." sahut papa Adrian.
Mama qonita pun mengambilkan suaminya apa yang di maui nya.
"Mas Bimo..nambah..?."
"Sedikit aja...Ma..," sahut Bimo
"Memangnya Andre mau kesini jam berapa sih ..mas," tanya Meytta.
"Belum tahu .mas Bimo."
"Apa sekalian jam makan siang aja mas..," kata mama menawarkan.
"Biar pak Andre bisa sekalian makan di sini." kata mama kembali.
"Iya..ya...mah."
"Iya..gitu aja mas..biar Andre sekalian makan di sini," kata Meytta mendukung mama nya.
Semuanya kembali melanjutkan makan lagi itu hingga selesai.
*
Papa sudah nampak bersiap setelah selesai makan.
"Sini Pah...mama benerin dulu dasinya," kata mama Qonita yang melihat dasi papa Adrian sedikit kurang pas.
"Nah..ini baru bener," gumam mama Qonita.
"Ya udah ..papa berangkat dulu mah," pamit papa Adrian.
"Iya..hati hati Pah..," sahut mama Qonita.
"Mas Papa berangkat dulu."
"Iya..pah.. hati hati," jawab Bimo sambil berdiri mengiringi papa Adrian ke depan.
"Jangan lupa bila pak Andre datang selesaikan saja pekerjaan mas Bimo di ruang kerja papa," kata papa Adrian lagi.
"Iya pah.."
Papa Adrian pun melangkah menuju ke mobilnya yang sudah menunggu di depan rumah.
__ADS_1
**
Bimo masih asyik duduk di beranda depan menikmati suasana di rumah itu.
Menikmati pemandangan dari beberapa burung di sangkar yang di gantung di depan rumah tersebut.
Kicauan burung yang menenangkan hati membuat Bimo betah berada di beranda itu berlama lama.
"Iih..mas Bimo tak cari cari ternyata di sini."
"Lah...mas Bimo tadi kan sudah bilang mau duduk di depan..," sahut Bimo.
"Kapan..?," sungut Meytta sambil mendekat karena lengannya sudah di pegang suaminya agar mendekat.
"Tadi waktu papa mau berangkat, mas Bimo kan sekalian ke depan."
Meytta duduk di sebelah Bimo.
"Uluh..uluh.. dedek Dady kangen ya..," kata Bimo sambil mengelus perut rata istrinya.
Meytta tertawa mendengar hal itu.
"Iya..dedek kangen Dady..," kata Meytta sambil menirukan suara anak kecil.
"Cini cayang...duyu...," kata Bimo juga menirukan suara anak kecil sambil mencium perut rata istrinya.
Keduanya lalu bercanda dan bersedau gurau di sana.
"Mas Bimo jadi kirim pesan ke Andre ..suruh ke sini saat makan siang..?."
"Oh..iya ..mas Bimo sampai lupa," kata Bimo sambil mengambil ponselnya dari sakunya.
'Dre ..nanti jadi antar berkas ke rumah kan..?.' Bimo
Ting.
'Jadi bos.' Andre
'Kesini nya sekalian pas isoma..kita makan siang di sini saja.' Bimo
Ting
Ting
'Sekalian mau ngomong nanti bos.' Andre
'Ngomong apaan..? pekerjaan..?.' Bimo
Ting
'Enggak bos..pribadi.' Andre
'Ok aku tunggu di rumah.'
Ting
'Siap bos.'
Bimo kemudian menyimpan ponselnya setelah berbalas pesan dengan Andre.
"Tumben Andre bilang mau ngomong pribadi," gumam Bimo pelan.
"Masalah apa mas..?."
"Nggak tahu tuh..mau omong apa ."
"Ya..udah..mungkin mau omongin rencana pernikahannya dengan Rani kali ..," tebak Meytta asal.
"Oh ..iya..ya..bener juga ya," sahut Bimo sambil tersenyum ke arah istrinya.
**
__ADS_1
Sedikit siang Andre sudah datang ke kediaman mertua Bimo di mana saat ini Bimo berada.
"Assalamualaikum..," sapa Andre.
"Waalaikumssalam..," balas Bimo yang sudah menunggu karena Andre tadi di jalan mengabari jika sudah hampir sampai.
"Masuk Ndre.., sahut Bimo begitu Andre datang.
Andre pun masuk ke rumah tersebut dan langsung mengikuti Bimo ke Raung kerja papa Adrian.
Di sana mereka menyelesaikan pekerjaan kantor hingga selesai.
"Ini sudah aku tanda tangani, cuma yang dua ini aku masih perlu melihat berkas pendukung lainnya dan masih akan aku pelajari," kata Bimo.
Andre mengangguk dan memberesi berkas tersebut kemudian di masukkan ke dalam tempat nya kembali.
"Mas..minumnya mau di taruh di mana..?," tanya Meytta bersama bi ijah dan satu pembantu lagi membawa minuman dan makanan kecil.
"Sini aja sayang," kata Bimo.
"Tadi mau ngomong apaan kok kelihatan serius amat..?," tanya Bimo mengingatkan.
"Mau nikah yaa..," sahut Meytta yang masih di sana sementara bi Ijah dan pembantu lainnya sudah kembali ke dapur.
Andre tersenyum kecut.
"Hehehe...belum non," sahut Andre.
"Lho kirain ngomong serius karena mau nikahan," sahut Meytta kembali.
"Trus..mau ngomong apaan..?," tanya Bimo lagi.
"Masalah Rani ..bos.."
"Memang kenapa dengan Rani..?."
Andre menghela nafas kemudian membetulkan duduknya.
"Ini kan PT ASA PRIMA..sedang goyah..trus banyak pemecatan, aku mau minta tolong sama bos Bimo untuk menampung Rani kerja," sahut Andre ragu ragu.
"Oh..masalah itu..," sahut Bimo
"Memangnya bagian apa si Rani..?," tanya Bimo.
"Selama ini sih di sekretariat," kata Andre pelan, "aku cuma kasihan kalau dia nganggur di rumah soalnya biasa kerja."
"Atau di tempat papa aja mas..?, toh nanti bisa bantu bantu aku kalau aku sudah megang perusahaan papa," kata Meytta tiba -tiba.
Bimo dan Andre kaget dengan usul Meytta tapi memang pas dan cocok banget.
"Oh.iya sayang..pas banget usulanmu...gimana Ndre..? setuju enggak..?," kata Bimo.
"Setuju sekali non, lagian perusahaan tuan Adrian kan malah lebih dekat dengan rumah Rani, makasih non," kata Andre tersenyum girang.
"Tapi di tanya dulu anaknya mau enggak," kata Meytta lagi kepada Andre.
"Pasti mau Non..," kata Andre tersenyum senang.
"Memangnya separah itu sekarang perusahaan Hartono..?," tanya Bimo.
"Ya..begitulah bos..siapa menabur pasti menuai," sahut Andre sok puitis.
"Mungkin dalam minggu minggu ini keputusan hasil persidangan akan di bacakan," kata Andre.
Sementara itu mereka masih berbincang bi Ijah datang ke ruang kerja tersebut.
"Tuan muda, ..non meytta,...makan siang sudah siap," kata bi Ijah memberitahukan.
"Oh.iya..bi Ijah, makasih ya..nanti kami sebentar lagi kesana," sahut Meytta kepada bi Ijah sambil tersenyum dan bangkit dari duduknya.
_____________
__ADS_1
Happy reading....**jangan lupa tinggalkan jejaknya...
Selamat hari raya idul Fitri 1 Syawal 1442 H**