Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
210. Raja Aryoseno Perwira Atmaja


__ADS_3

Hari ketiga setelah persalinan Meytta baru di ijinkan pulang oleh dokter Puspita demi kebaikan semuanya.


Kamar baby boy yang berada persis di kamar Bimo dan Meytta sudah di persiapkan sedemikian rupa hingga nampak mewah untuk ukuran kamar bayi.


"Hati hati sayang ..," kata Bimo sambil menuntun istrinya tersebut.


Mama Halimah yang menggendong Baby Boy nampak berjalan di belakang mereka.


Bu Siti memimpin para pekerja memberesi barang barang yang ada di mobil untuk di pindahkan ke dalam rumah maupun kamar tuan mudanya.


"Apa perlu mas Bimo gendong..?," tanya Bimo begitu melihat istrinya masih hati hati melangkah.


"Eng...Aww.."


Belum sempat Meytta menjawab, Bimo sudah menggendong istrinya tersebut membuatnya jadi perhatian para pekerja di rumah utama itu.


"Mas ..di lihatin para pekerja rumah tangga," pelan Meytta berkata.


"Biarin aja.."


Bimo dengan cueknya membawa istrinya ke dalam kamar keduanya, sedangkan mama Halimah menggendong baby boy ke kamarnya.


Para pekerja yang tak sabar melihat baby boy langsung menyerbu ke dalam kamar melihat sang bayi yang malah kian nyenyak tidurnya saat banyak orang mengerubungi nya.


"Duuh.. gantengnya..baby boy.." seru para pekerja tersebut sambil gemas karena enggak boleh menyentuhnya.


**


"Pah..ini Meytta sudah di bolehin pulang, nanti sore kita ke tempat jeng Halimah ya..," kata mama Qonita kepada papa Adrian melalui telponnya.


"Ya..mah, nanti papa usahain pulang awal deh..," sahut papa Adrian dari telponnya.


Percakapan itu terhenti karena bi Ijah menghampiri mama Qonita sambil membawa beberapa barang yang akan di bawa nanti sore.


"Bawa aja ke depan bi.. nanti kita masukkan bila sudah mau berangkat," kata mama Qonita sambil menyimpan ponselnya karena percakapan dengan suaminya sudah selesai.


"Bu..nanti sore saya jadi di ajak kan ..?," tanya Bi Ijah kepada mama qonita.

__ADS_1


"Iya ..jadi lah bi..., kan bi Ijah belum lihat baby nya Meytta."


"Tapi nanti malam bi Ijah balik kesini sama pak supir, saya sama bapak mau menginap di sana," kata mama Qonita kepada bi Ijah.


Bi Ijah mengangguk mendengar penjelasan mama Qonita tersebut.


**


Mama Halimah masih berada di kamar baby boy, dia yang paling sibuk mengurusi semua kebutuhan cucunya tersebut.


Kebahagiaan jelas terpancar di wajahnya saat mengurus si baby boy.


"Issh..Oma enggak bosen menimang kamu sayang..," kata mama Halimah yang masih terus saja menimangnya.


Bimo yang meliahat itu malah menjadi khawatir.


"Duh mah..nanti baby boy jadi anak manja loh.."


Kata Bimo saat melihat baby boy selalu di gendong terus.


"Manja apanya...mama kan cuma menimangnya..," sungut mama Halimah yang cemberut jika di larang memanjakan cucu kesayangan nya.


"Mah..nanti mama Qonita sama papa Adrian mau menginap di sini apa sudah ngabari mama..?.''


"Sudah ..pagi tadi jeng Qonita sudah beritahu mama kok," kata mama Halimah yang masih saja menimang cucu nya, yang entah kenapa baby boy nampak senyum senyum kesenengan di timang Oma nya.


"Uluh..uluuh...cucu Oma...duh..ganteng nya..," kata mama Halimah memandang cucunya yang makin ngegemesin.


**


Habis ashar papa Adrian dan mama Qonita sudah sampai di rumah utama keluarga papa Haryo.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumssalam.., eh..jeng Qonita, aku kira datangnya agak sore kayak biasanya," sambut mama Halimah dengan senyum nya.


"Iya..jeng..tadi papa nya Meytta saya suruh cepat pulang, keburu kangen sama baby boy," sahut mama Qonita sambil tersenyum ke arah besannya.

__ADS_1


Bi Ijah langsung bersalaman dengan mama Halimah, sebelum menemui Meytta yang sudah di asuhnya sejak bayi itu.


"Ayuk..jeng ke kamar cucu kita..," Ajak mama Halimah," Nanti barang barang jeng qonita biar di masukkan para pekerja."


Mama qonita langsung saja setuju, dan berjalan mengekori besannya tersebut ke arah kamar baby boy.


Keduanya sudah asyik menimang bergantian.


Papa Adrian yang masih di luar malah di cuekin.


**


Malam itu mereka berkumpul di ruang tengah, membicarakan rencana Aqiqah dan pemberian nama bagi Baby Boy.


"Sudah kau pilihkan nama untuk cucuku..?," tanya papa Haryo kepada Bimo anaknya.


"Sudah pah.."


"Papah bertanya karena kita kan akan mengadakan acara aqiqah.."


"Iya pah.."


"Memangnya siapa mas namanya..?." bisik Meytta pelan di dekat suaminya.


"Sesuai dengan pilihanmu sayang 'Raja'....," kata Bimo pelan.


"Lengkap nya Raja Aryoseno Perwira Atmaja," sahut Bimo pelan.


Meytta mengangguk angguk mendengar suaminya menyebutkan nama anaknya.


"Bagus mas..aku setuju..," kata Meytta sambil tersenyum memeluk lengan suaminya.


Papa Haryo dan papa Adrian serta para mama hanya tersenyum mendengar nama cucunya meskipun Bimo masih berbisik pelan.


___________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...

__ADS_1


Baca juga sekuel cerita ini "Romansa Anak Sultan**"


__ADS_2