Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
123. Menunggu Tindak Lanjut Kasus Pelaporan


__ADS_3

Laporan dari pihak GSB group sudah di tindaklanjuti oleh pihak kepolisian.


Bukti bukti yang ada di gabungkan dengan hasil penyelidikan dari pihak kepolisian sudah cukup membuktikan bahwa pihak PT ASA PRIMA sebagai dalang di balik penyerangan Cyber terhadap dua perusahaan lainnya.


Hartono yang semula sangat percaya diri membuat dua perusahaan itu hancur, kini sedikit demi sedikit mulai tersadar bahwa semua usaha yang di lakukan nya hanya sia sia.


"Huh...sialan..semua yang aku lakukan hanya membuang waktu dan uangku," gumam Hartono sambil memukul meja di depannya.


"Rupanya mereka mempunyai ahli komputer yang hebat yang bisa memblokir semua serangan yang di lakukan oleh anak buah ku."


"Aku terlalu terobsesi kepada mereka hingga mengabaikan perusahaanku sendiri."


Tok..! tok..!!


Suara ketukan membuyarkan lamunan dari Hartono, yang masih duduk di kursi di dalam kantor nya.


"Masuk..!!." teriak Hartono.


Rani masuk dengan membawa sebuah surat yang tadi di berikan oleh pihak kurir kantor.


"Maaf pak, ada surat untuk bapak tadi barusan di antar oleh kurir kantor," kata Rani begitu sampai di depan Pemimpin perusahaan itu.


"Taruh di meja ..," kata Hartono masih dengan sedikit lesu karena teringat akan kegagalan rencananya.


Rani menaruh surat tersebut kemudian pamit keluar ruangan untuk kembali ke mejanya.


Hartono mengambil surat tersebut melihat sekilas kop dari surat itu.


Dia nampak menarik nafas panjang begitu membaca sekilas kop surat yang berlogo kepolisian itu.


**


Di kantor GSB group.


Bimo masih duduk di ruangannya sambil menandatangi beberapa berkas.


Mbak Diah sudah di panggil masuk untuk mengambil berkasnya kembali, karena sudah selesai di tandatangani.


Setelah mengetuk pintu, mbak Diah memasuki kantor atasannya tersebut dan mengambil berkas yang tadi sudah di siapkannya.


"Mbak Diah tolong nanti panggilkan Andre suruh ke ruanganku," perintah Bimo.

__ADS_1


"Baik pak.." sahut mbak Diah sambil mengemasi berkas yang sudah di tanda tangani Bimo.


Mbak Diah kemudian keluar dari ruangan bosnya itu.


Beberapa saat kemudian Andre sudah memasuki ruangan Bimo.


"Ada..apa bos..?," tanya Andre begitu hanya tinggal berdua.


"Bagaimana perkembangan laporan kita di kepolisian..?."


"Mungkin hari ini surat panggilan itu sudah di kirim atau bahkan sudah diterima Hartono," jawab Andre.


"Ya.. semoga gugatan kita bisa kita menangkan."


"Aku yakin itu bos.''


"Karena bukti bukti yang di dapatkan Hendry sangat valid dan saya rasa pihak kepolisian pun juga menemukan bukti bukti lain karena mereka juga sangat hebat," kata Andre lagi.


Bimo menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana perkembangan perusahaan sesudah kita berhasil mengatasi gangguan di sistem kita..?." tanya Bimo lagi.


"Syukurlah.. Alhamdulillah..," ucap Bimo.


Mereka masih membahas berbagai hal termasuk masalah undangan pernikahan Bimo.


"Undangan pernikahan ku yang untuk orang kantor sudah di distribusikan kan..?."


"Beres...Bos, semua sudah di didistribusikan."


"Oh..yaa..bos besok mungkin, Babe dan Emak serta adik adikku menginap di apartemen beberapa hari sebelum dan sesudah hari H, soalnya terlalu jauh kalau mau langsungan.


"Ya..iyalah...kan jauh banget rumah Babe, sama gedung tempat resepsi aku, atau kalau perlu di ajak aja ke rumahku kan di rumah belakang masih banyak kamar kosong kalau di apartemen terlalu sempit," sahut Bimo.


"Makasih bos, tapi enggak enak..kayaknya.... kalau menginap di rumah utama," kata Andre cukup tahu diri.


"Yaa...terserah kamu..aja..lah, yang penting, mereka nyaman aja."


"Rencana sih Babe sama Emak dan adik adik sekalian mau menghadiri acara wisuda kita."


"Oh.. iya..ya..sampai lupa kalau acara itu berurutan dengan pernikahanku...hehehe...," kata Bimo sambil terkekeh.

__ADS_1


"hehe...habisnya kamu ..fokusnya cuma mau kawin..Mulu...," jawab Andre tertawa.


"Eeh...entar ya...kalau elu kawin sama Rani...gua kerjai ..lho.."


"Hehehe...damai... bos," kata Andre mengangkat dua jarinya.


**


Meytta yang masih bersama mama Halimah di sebuah salon kecantikan nampak melihat lihat paket yang di tawarkan.


"Sayang ambil paket ini saja ya..?," kata mama Halimah kepada Meytta sambil menunjukkan buku brosur tersebut.


Meytta melihat yang di tunjukkan calon mama mertuanya itu.


"Tapi..mah.. ini terlalu mewah, paket perawatannya memang bagus banget..sih ."


"Sudah ..deh..ikut kata mama aja," sahut mama Halimah lagi.


Meytta mengangguk menyetujui usulan mama Halimah.


"Aku ikut mama aja," kata meytta menuruti mama Halimah.


"Mbak..," panggil mama Halimah kepada manager pekerja salon itu.


"Kita ambil paket yang ini saja untuk besok perawatan besok sebelum hari H," kata mama Halimah kepada manager pekerja salon kecantikan terkenal itu.


"Baik....nyonya Halimah, nanti akan kita atur semuanya," kata manager itu sambil mengambil brosur tersebut dan menandainya.


"Hari ini kami akan facial dan creambath aja ," kata mama Halimah lagi.


"Baik.. Nyonya.., mari ikut dengan kami," kata manager tersebut mengajak ke ruang yang di maksudkan.


Kedua orang itu mengikuti dua orang yang sudah di tunjuk oleh manager untuk memberikan perawatan yang mereka inginkan.


____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak nya...


Bila berkenan baca juga karya lainku dengan mengklik profiku..


dan berikan dukungan nya**...

__ADS_1


__ADS_2