
Nampak Arlita bersama kedua temannya Dona dan Yuke menghampiri meja Bimo.
Senyum Arlita yang genit menggoda Bimo membuat Meytta mual.
"Sayang kenapa aku jadi mual melihat mereka," kata Meytta dengan tatapan sengitnya.
Bimo menggenggam tangan Meytta menenangkan sambil tersenyum.
"Sabar ya sayang, gak usah di ladeni mereka," kata Bimo sambil mengelus lembut tangan gadis cantik itu.
Arlita mendekati meja Bimo.
"Apa kami boleh bergabung..?," berkata Arlita sambil mencoba menarik sebuah kursi di depannya.
Kaki Bimo menahan laju kursi tersebut sambil menatap tajam ke arah gadis itu.
"Sudah deh kalian pergi saja, kami tidak ingin di ganggu..!," kata Bimo dengan tegas.
"Aduuh..handsome..jangan sombong gitu dong,'' kata Dona membela sahabatnya.
"Iya...lagian kita enggak mau ganggu kok cuma mau duduk dan makan bareng aja," kata Yuke menimpali sahabat nya.
Bimo yang sudah mulai jengkel karena kebersamaan dengan kekasihnya di ganggu mulai berdiri.
"Beneran..kalian ..gak mau pergi..?, aku panggil pihak keamanan loh," kata Bimo sambil berdiri dan melambai ke arah waitress restoran.
Melihat Bimo yang sudah berdiri membuat ketiga gadis itu sedikit ketakutan dan menatap Meytta dengan sengit.
"Gara gara kamu sekarang Bimo jadi berubah, huh..,'' kata Arlita sambil mendengus dan menunjuk meytta.
__ADS_1
Meytta pun tak kalah galaknya mengetahui kekasihnya mau di goda rombongan nenek lampir.
Meytta sudah berdiri, namun ketiga gadis itu sudah mundur menyingkir seiring kedatangan waitress restoran menghampiri meja itu.
"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu..?,'' tanya waitress restoran tersebut yang datang atas lambaian.
Karena ketiga gadis penggoda itu sudah menyingkir, Bimo kemudian duduk dan menyerahkan buku menu yang sudah di tandai pesanannya.
"Kami pesan menu itu," kata Bimo sambil mengangsurkan buku daftar menu tersebut.
Meytta yang sudah kembali tenang nampak menikmati kebersamaan itu.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama datanglah menu makanan yang di pilih Bimo.
Chicken Foie grass with yuba and black truflle vinaigrette dan golden apulence sundae adalah menu yang di pilih Bimo.
Dan es krim dengan taburan bermacam toping yang kedua menu itu bila di bandrol dengan rupiah cukup untuk membeli sebuah sepeda motor di negeri ini.
Meytta yang seorang pengusaha cafe dan mengetahui kisaran harga semua makanan itu sedikit terbelalak dengan menu itu.
"Sayang...beneran ini tadi pilihan menu yang kamu pilih..?," kata Meytta dengan sedikit berbisik bisik, takut terdengar meja di sebelahnya.
Bimo dengan cepat menganggukan kepalanya dengan mantap.
"Kok tumben ..sih kamu ngajak aku di sini?" tanya Meytta di sela sela acara makan itu.
"Ada apaan sih?."
"Kamu ingat nggak?, di tanggal ini ada kejadian apa?," tanya Bimo malah balik bertanya.
__ADS_1
Meytta hanya tertegun, memandang Bimo sambil menggeleng kan kepala pelan.
"Karena di tanggal ini, aku menemukan belahan jiwaku, aku merasa menemukan tulang rusukku yang hilang," kata Bimo dengan gaya gombalan ala Deni Cagur.
"Di tanggal ini aku bertemu dengannya di saat dia mau dirampok," kata Bimo sambil tersenyum.
Meskipun tahu itu hanyalah sebuah gombalan namun membuat Meytta berkaca kaca terharu dengan semua perlakuan Bimo.
Hatinya tersentuh setelah selama beberapa hari ini pikirannya merasa kalut dengan permasalahan yang dihadapi oleh keluarganya.
"Ooh..so sweet.., terima kasih sayang, kamu telah menganggap ku begitu berarti untuk mu," kata Meytta sambil mengusap bulir air mata di sudut matanya.
"Aku yang berterima kasih kepada mu karena mau menerima aku apa adanya," kata Bimo sambil menggenggam tangan Meytta dengan lembut.
Mereka menyelesaikan acara makan dengan romantis.
Setelah selesai makan mereka menuju kasir, Meytta yang tahu Bimo tidak punya uang mencoba membayarnya, namun sebelum Meytta menyerahkan kartu kredit nya, Bimo sudah menyerahkan Black card ke arah kasir restoran tersebut.
Meytta hanya membelalakkan matanya melihat kekasihnya mengeluarkan kartu yang hanya di miliki beberapa orang saja di negeri ini bahkan di dunia.
____________
****Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya...
Jadi kan kisah ini favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date dan jangan lupa kasih rate bintang lima...
Baca juga karya lainku bergenre silat Nusantara yang berjudul SANG PENGACAU****
__ADS_1