Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
63. Ngedate..


__ADS_3

Johan yang kesakitan tangannya di pelintir seseorang dari belakang makin marah, namun apa daya makin meronta makin kuat pitingan orang tersebut dan akhirnya hanya pasrah terdiam.


Sedangkan sisa anak buahnya masih nekat menyerang Bimo.


Wuus...


Sebuah pukulan jaab di layangkan musuhnya, dengan sedikit menggeserkan kepalanya ke kanan Bimo berhasil menghindari pukulan itu.


Gantian Bimo memberikan pukulan jaab.


Croot....!


Jaab itu mendarat tepat di muka pengawal Johan, tampak darah mengucur dari hidungnya.


Pengawal itu menggerak gerakkan kepalanya mengusir rasa pusing dan sakit.


Praak..!!


Kali ini sebuah upper cut mendarat di rahang orang itu, dan membuat pengawal itu ..KO.


Bruuuuk...!!


Tubuhnya tumbang ke lantai, bersamaan dengan itu "pengawal bayangan" Meytta melepaskan Johan yang pucat ketakutan namun menatap penuh dendam kepada Bimo.


Suasana kantin tersebut menjadi heboh dengan kejadian tersebut, Bimo langsung menghampiri Meytta menggandeng tangannya dan membawanya pergi.


Meytta tersenyum kepada ketiga temannya sambil berjalan mengikuti Bimo yang menggandeng tangannya .


Johan yang melihat itu makin geram sambil menghampiri teman temannya.


"Kamu enggak pa pa kan," tanya Meytta sambil melihat tangan Bimo yang tampak merah dalam genggamannya.


Bimo memandang sambil tersenyum memperhatikan Meytta yang masih tampak khawatir sambil melihat tangan kanannya.


"Enggak pa pa kok," jawab Bimo sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ini sudah tidak ada acara di kampus kan?," tanya Bimo.


Meytta hanya menggelengkan kepalanya," trus kita mau kemana..?," tanya Meytta balik.


"Bagaiman kalau kita makan di luar, kamu belum jadi makan kan tadi.?"


Meytta hanya menggelengkan kepalanya.


"Kita pakai motorku aja ya..?," tanya Bimo.


"Trus mobilku gimana..?


"Udah pokoknya aman nanti sore pasti sudah sampai cafe," jawab Bimo dengan entengnya.


"Mana kuncinya..?, taruh di mobil aja ya .., percaya deh nanti sore sudah sampai di cafe," kata Bimo dengan serius.


Meytta hanya mengangguk menyerahkan kuncinya, kemudian Bimo membawa kunci itu dan menyimpan di dasboard mobil.


Kembali Bimo menggenggam tangan Meytta dan menggandengnya menuju motornya.


"Kita lewat jalan kampung aja, kan enggak butuh helm," Bimo berkata sambil menaiki motornya.


Kedua sejoli itu menaiki motor dengan santai menuju tempat yang ingin di tuju.


******


Di sebuah restoran yang cukup mewah Bimo membawa Meytta kesana.


Meytta yang tahu tempat tersebut sedikit ragu untuk memasukinya.


"Honey..yakin kita makan di sini..?," tanya Meytta.


Bimo hanya memandang wajah Meytta yang terlihat ragu, kemudian mengangguk dengan mantap.


"Kita nyari tempat lain aja ya..di sini mahal," kata Meytta sambil menahan lengan Bimo yang sudah mau masuk ke restoran tersebut.

__ADS_1


"Tenang aja aku punya uang kok," kata Bimo meyakinkan Meytta.


"Beneran..?,"


"Iya bener,...kalau enggak paling paling aku di suruh cuci piring," kata Bimo sambil tergelak bercanda.


Meytta mencubit lengan Bimo dengan gemas.


"Auww..," teriak Bimo pura pura kesakitan.


Keduanya tertawa bersama dengan bahagia.


Meytta merasa sangat terhibur dengan kekonyolan Bimo, setelah beberapa hari ini hati nya sangat gundah karena permasalahan yang di hadapi keluarganya.


Mereka memasuki restoran itu sambil bergandengan, mencari tempat duduk sedikit di pojok an karena tidak ingin terganggu dengan lalu lalang pengunjung yang lainnya.


"Mau pesan apa sayang," tanya Bimo kepada Meytta sambil membaca buku menu.


"Aku sama dengan kamu aja ," kata Meytta sambil ikutan membaca menu yang di sediakan.


Disaat sepasang kekasih itu sedang asyik memilih menu tiba tiba.


"Haii.. Bimo.."


Sebuah suara perempuan menyapa Bimo dengan genit.


_______________


****Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya...


Juga rate bintang lima dan jadikan cerita ini sebagai favorit supaya di beri notifikasi bila sudah up date..


Jangan lupa mampir ke karya aku yang lain yang bergenre silat Nusantara yang berjudul SANG PENGACAU****


__ADS_1


__ADS_2