
Mama Qonita yang masih melihat tas itu memegang megangnya.
"Emang berapa sih .. Mey.. harganya..?," mama Qonita jadi kepo.
"Seharga mobil dah ma ., Pajero nya papa ..sekitar itulah ..ma," jawab Meytta.
"Haah..??," bi Iyem yang tercengang.
Mama Qonita yang nampak khawatir mendengar harga barang mahal itu.
"Yang baik-baik aja y Mey..jangan sampai mengecewakan mereka, kita udah hutang banyak sama keluarga nak Bimo," mama Qonita berpesan.
Meytta menganggukkan kepalanya.
Tiin...tiin..
Suara klakson mobil di depan gerbang rumah Meytta terdengar.
Meytta yang mendengar nya segera berlari ke depan memastikan hal itu.
Nampak di jalan ada sebuah mobil bongsor sudah menanti.
Di lihatnya Bimo berdiri di depannya melambaikan tangan.
Meytta yang melihat dari jauh melambaikan tangan meminta Bimo masuk ke halaman rumah.
"Waah udah terlanjur parkir di pinggir jalan nih," Bimo pun keluar dan meninggalkan mobilnya di sana.
Bimo berjalan masuk setelah menyapa pak satpam yang juga tukang kebun di rumah Meytta.
"Pagi pak Diman...''
"Eeh Den Bimo,. pagi juga dengan." kata pak Diman sambil tersenyum.
Meytta yang masih berdiri di depan ruang tamu masih tampak di sana menatap kedatangan Bimo.
"Sudah siap belum..?," tanya Bimo memandang gadisnya.
"Bingung mau pakai baju apa..?,takut salah kostum ..," jawab Meytta yang memang masih pakai pakaian santai.
"Beneran nanya aku..?," tanya Bimo sambil mendekat dan mencium kening Meytta.
Meytta hanya mengangguk.
"Kalau aku.. pinginnya enggak usah pakai baju..," goda Bimo berbisik di telinga Meytta.
"Issh...," Bluuss ...Meytta seketika blussing.
"Eeh..nak Bimo, masuk dulu ..," mama Qonita yang tiba-tiba muncul mengajak masuk ke ruang tamu.
"Tuuh..kan..gimana kalau mama dengar tadi..," sungut Meytta sambil mencubit lengan Bimo yang masih memegang pinggangnya.
"Biar sekalian di nikahkan..," goda Bimo lagi.
"Emang udah..siap ..ngurusin baby..?," tantang Meytta.
"Siap dong sayang..," jawab Bimo dengan enteng.
"Beneran...?," jawab Meytta sambil menarik Bimo masuk ke ruang tamu.
__ADS_1
"Udah ah..aku ganti dulu," kata Meytta kemudian meninggalkan Bimo di ruang tamu sendirian.
Sesaat kemudian mama Qonita keluar lagi sambil membawa makanan kecil di iringi bisa Iyem yang membawa baki minuman.
"Di minum dulu nak..," kata mama Qonita.
Bimo meminum sambil menanyakan papa Adrian.
"Om kok sepi Tante..?."
"Iya ...tadi habis sholat subuh jalan jalan, paling ngitari kompleks ini aja kok," jawab mama Qonita.
Tak terlalu lama mereka berbincang papa Adrian sudah nampak di luar gerbang sambil memperhatikan sekilas mobil bongsor itu.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumssalam..," jawab mama Qonita dan Bimo berbarengan.
"Eeh..ada nak Bimo., sudah lama..?," tanya papa Adrian, setelah di salami Bimo.
"Baru aja kok Om," jawab Bimo.
"Berarti yang di luar mobil nak Bimo..?."
"Iya .. Om."
"Lha Meytta nya mana..?," tanya papa Adrian lagi kepada mama.
"masih ganti baju, soalnya sejak pagi bingung mau pakai baju apa," terang mama Qonita.
"Mau main ke mana sih..?."
"Ooh..ya udah hati hati, Om.. titip Meytta ya..," kata papa Adrian berpesan.
Meytta yang sudah berganti pakaian sudah menenteng tas mewah nya.
"Baju gantinya mana..?," tanya Bimo.
"Di dalam tas..., tapi Aku enggak nyebur, lagi berhalangan malas ganti ganti," kata Meytta pelan.
"Umm...ya udah berangkat yuk, takut kesiangan di jalan," kata Bimo kemudian sekalian pamit kepada kedua orang tua Meytta.
Mobil melaju santai, di liriknya jam tangannya masih jam enam pagi.
"Udah sarapan belum sayang..?," tanya Bimo sambil memperhatikan jalanan.
"Belum sih..masih terlalu pagi, emang kamu mau sarapan apa..?, aku bawa roti isi..mau..?," tanya Meytta.
"Yang buat siapa..?."
"Aku...lah, masak cuma beginian bi Iyem," jawab Meytta.
"Emang kenapa..?."
"Kalau yang buat kamu aku mau." kata Bimo sambil tersenyum menggoda kekasihnya itu.
"Issh.. tadi aja yang buat minum bik Iyem aja mau," kata Meytta dengan sedikit memanyunkan bibirnya.
"Udaah cepetan suapin...keburu laper.," kata Bimo.
__ADS_1
"Iih..manja banget ..sih..," kata Meytta pura pura cemberut, tapi sambil mengambil roti di tempat yang sudah di siapkan dan menyuapinya.
Tanpa terasa mobil sudah mendekati daerah yang di tuju.
"Kita beli oleh oleh dulu yuk..sayang," ajak Bimo sambil memarkir kan mobil dan mematikan mesinnya.
"Bos..Bimo..!!," sapa seseorang petugas parkir di sana.
Bimo menoleh ke arah seseorang, kemudian tersenyum.
"Woii... apa kabar bro..!, lho ini kok enggak berlatih hari ini minggu kan..?," kata Bimo kepada Sobari.
Sobari adalah salah satu juru parkir yang ikut berlatih di Dojo bersama Bimo.
"Libur dulu bos ..he..he..kejar setoran," jawab Sobari jujur.
Bimo tersenyum sambil berjalan menuju tempat jajanan tersebut.
"Titip tuh mobil ya, ngantar bini belanja dulu."
"Siaap..bos..,"jawab Sobari sambil menghormat ala ala militer.
"Emang mana bini nya..?."tanya Meytta sambil menggenggam jari jemari Bimo.
"Lha...ni yang aku gandeng."
"Emang ..enggak mau jadi bini bos Bimo," goda Bimo.
"Enggak...."
"Enggak...mau..?." Bimo.
"Enggak nolak..," Meytta tersenyum malu-malu.
Keduanya memasuki pusat oleh oleh dan jajanan itu.
"Kamu mau apa sayang..?." Bimo
"Yang seger seger aja ya, sama makanan kecil."
kemudian kedua orang tersebut sudah nampak keluar dari pusat jajanan itu sambil menenteng banyak belanjaan.
"Wuih ..banyak amat bos belanjaannya..?," tanya Sobari begitu melihat barang bawaan Bimo yang sangat banyak.
"Iya..nih...bini lagi ngidam.., makanya banyak belanjaan."
"Oh..ya ..ni buat kamu," kata Bimo lagi sambil menyerahkan sekantong aneka makanan kepada Sobari.
"Waah makasih bos, jadi ketiban rejeki," kata Sobari sambil menyambut makanan tersebut dan berjalan memberikan aba aba buat memperlancar mobil Bimo yang mau mulai berjalan.
Bimo memberikan uang parkir tapi di tolak Sobari.
"Udaah langsung aja bos.., makasih jajanannya," teriak Sobari sambil menghormat ala ala militer.
__________
Selamat membaca jangan lupa. tinggalkan jejak nya.
happy reading...
__ADS_1
baca juga karya lainku..makasih