
Bimo yang datang ke kantor polisi dengan di dampingi om Satya dan Andre langsung di sambut oleh kepala pimpinan kepolisian itu.
Kepala polisi yang sudah lumayan dekat dengan petinggi GSB group itu langsung mempersilahkan rombongan itu masuk ke ruangan nya.
Para pejabat tinggi sekalipun di negeri ini pasti mengenali om Satya sebagai petinggi di GSB group, karena biasanya dialah yang mewakili perusahaan dalam beberapa event.
Apalagi letak kantor pusat GSB group sama dengan wilayah kantor polisi tersebut, dan para petinggi perusahaan itu juga saling berhubungan dengan kepolisian dalam beberapa perizinan dan acara lainnya.
Jadi hubungan pimpinan kepolisian itu sudah cukup dekat dengan om Satya.
"Mari bapak bapak silahkan masuk," kata ajudan kepala polisi setelah melihat tadi atasannya menyambut rombongan itu.
"Apa ada yang bisa kami bantu pak Satya..?," tanya kepala polisi itu.
"Saya mengantarkan pemimpin muda perusahaan kami untuk minta penjelasan beberapa kasus yang barusan terjadi pak," kata om Satya.
Sesaat kepala polisi menatap Bimo lalu menganggukan kepalanya.
"Tak kusangka pemimpin GSB group saat ini pria muda ini," Batin kepala polisi itu.
Kemudian om Satya menyampaikan kasus apa yang di maksud.
"Oh..jadi anak pak Adrian adalah teman bapak..?," tanya kepala polisi kepada Bimo.
"Benar pak, Meytta adalah teman dekat saya," kata Bimo.
"Begini pak, kita sudah meminta keterangan dari beberapa orang saksi yang mengetahui langsung peristiwa tersebut, dan semua data dari keterangan para saksi itu akan kami olah dan tindaklanjuti, semoga segera kita pecahkan masalah ini," kata kepala polisi itu.
Mereka berbincang cukup lama di sana, dan setelah semua keperluan tersampaikan di kantor polisi itu rombongan petinggi GSB group akhirnya meninggalkan kantor kepolisian setempat tersebut.
Sebelum meninggalkan kantor itu rombongan Bimo sudah di tunggu dua orang "pengawal bayangan" yang di tugaskan mengawasi dan menjaga Meytta.
__ADS_1
"Maafkan kami ," kata kedua orang itu sambil sedikit membungkuk.
"Lacak nomer nya, dan segera temukan di mana keberadaannya," perintah Bimo kepada dua orang itu.
Yang di angguki kedua orang itu dengan segera.
**
Adrian yang langsung kembali ke rumahnya langsung di sambut mama Qonita dengan isakan tangisan.
Rupanya ketiga teman anaknya sudah sampai di sana lebih dahulu untuk mengabarkan dan juga menemani mama Qonita yang masih terlihat syok.
Shinta, Wulan dan Debora masih mendampingi mama Qonita yang masih lemah duduk di kursi.
"Yang sabar ya Tante, semoga Meytta cepat bisa kita temukan tanpa kurang suatu apapun," kata Shinta sambil mengelus lengan mama Qonita.
Adrian yang barusan pulang langsung menemui istrinya untuk menghiburnya meskipun pikiran dan perasaannya juga sangat hancur.
Papa Adrian menggelengkan kepala sambil menghela nafasnya dalam dalam," kita serahkan pada kepolisian untuk menyelidiki ini mah, dan kita berdoa semoga anak kita selalu di lindungi Nya."
Melihat kedatangan papa Adrian sesaat kemudian teman temannya Meytta pamit pulang setelah bercakap cakap sebentar.
**
Setelah dari kantor polisi Bimo langsung pulang ke rumahnya sedangkan om Satya dan Andre kembali ke kantor untuk menyelesaikan urusan kantor.
"Aku akan langsung menyelidiki perkara ini, tolong Om Satya dan Andre selesaikan masalah kantor," kata Bimo memberikan perintah.
Setelah sampai di rumah dan berganti dengan motor, Bimo memacu motornya menuju Dojo, untuk menemui teman temannya.
Semenjak mengetahui pemilik tempat Dojo tersebut adalah Bimo semua teman temannya termasuk para pengurus menjadi lebih segan dan menghormati Bimo.
__ADS_1
Mereka merasa betapa besar peran Bimo untuk kemajuan dan kelangsungan Dojo yang menjadi tempat menggantungkan hidup banyak orang itu.
"Siang bang..," sapa Bimo, kepada Fachri yang pertama di temui disana.
"Wuih..siang bos," balas Fachri.
Bahkan panggilan Bimo pun di Dojo itu sudah berubah, semua yang tahu tentang sebenarnya Dojo itu memanggil Bimo dengan sebutan "bos" untuk penghormatan katanya.
Bimo hanya tersenyum kecut sambil menghampiri Fachri sebagai pimpinan Dojo itu.
"Tumben enggak hari minggu berkunjung ke Dojo," tanya Fachri yang sedikit heran.
"Aku mau minta bantuan teman teman semua," kata Bimo sambil menghampiri Fachri dan duduk di kursi di depannya.
Bimo kemudian menceritakan permasalahan yang di hadapinya.
Fachri yang mendengar menganggukan kepala dan juga ikut geram dengan apa yang di katakan Bimo.
"Berikan foto kekasih mu, biar nanti aku sebarkan kepada anggota kita, kita akan mulai pelacakan," kata Fachri.
Dalam sekejap saja sebaran foto itu sudah menyebar di seluruh anggota Dojo tersebut, mulai dari pengamen jalanan sampai preman pasar yang di tampung dan hidup bertempat tinggal di Dojo itu.
___________
**Happy reading ...
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like vote dan koment-nya..
Juga hadiah dan rate bintang lima.
Serta jadikan cerita ini favorit....
__ADS_1
Selamat membaca**...