Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
143. Persiapan Ke Eropa.


__ADS_3

Bimo yang memang sudah cuti dari pekerjaan nya benar benar bersantai di rumah mertuanya tersebut.


Pagi itupun dia tak ada kegiatan, hanya bersantai di kamarnya karena di luar pun tak ada yang di lakukan nya.


Setelah pagi tadi jalan jalan kini Bimo hanya berbaring di kasur tersebut.


"Mas..Bimo di mana kok sepi...Mey.?," tanya mama Qonita.


"Kayaknya mungkin di kamar Ma...," sahut Meytta sambil bantu bantu di dapur.


"Ya..udah..sana kamu temani, kamu nggak usah di sini Mey, kasihan mas Bimo... enggak ada temannya semenjak papa berangkat tadi," kata mama Qonita.


"Kalau gitu Meytta nemani mas Bimo..ya Ma...."


"Yaa...sudah...sana temani mas Bimo, di sini sudah cukup kok orangnya," kata mama Qonita mengusir Meytta.


Bimo yang masih tiduran sedikit kaget ketika tiba -tiba Meytta muncul di dekatnya.


"Lho...mas Bimo kok enggak dengar kamu buka pintu sayang," kata Bimo yang kaget.


Meytta hanya senyum senyum sambil mendekat.


"Kok senyum senyum begitu sih, ..ooh..mas Bimo tahu," kata Bimo tersenyum penuh arti, sambil menarik tangan istrinya hingga tersungkur di samping nya.


Bimo langsung menciumi pipi istrinya, yang kini sudah berada di dekapannya kemudian m*l*m*t bibirnya.


Meytta membalas semua perlakuan suaminya kepadanya dengan penuh kasih sayang.


Pagi itu keduanya melakukan aktivitas kesukaan suami istri...hingga akhirnya kelelahan dan tertidur.


Sebelum benar benar siang Meytta sudah kembali terbangun.


"Mas..mas Bimo..bangun mas..nanti keburu siang," kata Meytta pelan sambil menggoyangkan lengan suaminya yang masih bertelanjang dada.


"Hmm..," Bimo masih bermalas malasan.

__ADS_1


Meytta bangun sambil membenahi pakaiannya.


"Ayuuk mas...bangun.. mandi dulu nanti keburu mama kesini lho mas manggil makan siang," ajak Meytta kepada suaminya.


"Biar cepat mandi bareng ya sayang..," kata Bimo sambil tersenyum ke arah istrinya.


"Nggak mau..bisa bisa malah makin lama nanti," sungut Meytta sambil mengerucutkan bibirnya.


Bimo tertawa senang berhasil menggoda istrinya.


**


Sehabis sholat dhuhur mereka bertiga sudah berada di meja makan.


"Papa jadi pulang jam berapa ma..?," tanya Meytta kapada mama Qonita sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Katanya sih..sebelum ashar sudah sampai di rumah, habis itu kita ke rumah mama Halimah setelah sholat ashar," jawab mama Qonita.


"Mas Bimo mau nambah lauknya..?," tanya Meytta.


"Nanti aja... ini piring mas Bimo masih penuh," sahut Bimo sambil tersenyum.


"Mas Bimo percaya..kamu memang pinter masak," puji Bimo kepada istrinya.


"Di cicipi ya mas.."


"Boleh.. sedikit aja..," kata Bimo.


Setelah Meytta menambah kan lauk tersebut Bimo mencobanya.


"Gimana..mas..? enaak..?," tanya Meytta.


"Enak sayang...cuma agak pedes," kata Bimo yang merasa sedikit kepedesan.


"Kan..aku lagi pingin yang pedes.. pedes..mas..," kata Meytta.

__ADS_1


"Yaa..mas bimo..ikut kamu..enak kok..mantap," kata Bimo sambil mengacungkan jempol nya.


"Kalau menurut mama kurang apa ma..?," tanya Meytta kepada mama.


"Sudah pas ...enak Mey..," jawab mama sambil makan.


**


Di rumah, mama Halimah sedang mempersiapkan beberapa perlengkapan yang akan di bawa anaknya ke Eropa.


Tak banyak yang akan di bawa, semua hanya tiga koper saja.


"Bu Siti tolong nanti perintah kan orang untuk membawa koper yang satu ini untuk turun, yang dua biar di sini dulu, mungkin ada yang masih mau di masukkan nanti."


"Ya nyonya..." jawab Bu Siti.


Setelah di rasa cukup, mama Halimah serta Bu Siti dan para pembantu yang lain turun dari kamar lantai dua tersebut.


Mereka akan menyiapkan makanan karena akan kedatangan tamu.


"Rencana nya mas Bimo kapan balik ke sini nyonya..?," tanya Bu Siti.


"Nanti habis ashar, nunggu papa nya Meytta pulang kerja," jawab mama Halimah.


Semua masih bersiap menyambut Bimo dan keluarga istri nya.


**


Habis sholat ashar...tak berapa lama terdengar mobil memasuki garasi yang ada di samping rumah tersebut.


Rupanya Bimo dan keluarga istrinya sudah tiba.


Mama Halimah menyambut besannya tersebut.


"Mari jeng Qonita..mas Adrian silahkan masuk..," kata mama Halimah mempersilahkan tamu nya masuk ke rumah nya.

__ADS_1


_____________


Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


__ADS_2