
Hari sudah mendekati petang, sehabis sholat Maghrib Bimo sudah bersiap siap untuk menghadiri undangan makan malam dari keluarga kekasihnya itu.
Mama Halimah yang melihat itu sedikit mengerutkan kening.
"Tumben malam malam anak mama berpenampilan seperti ini," kata mama Halimah.
Bimo hanya tersenyum menanggapi perkataan mamanya.
"Gimana ma ..?, penampilan ku," tanya Bimo.
Bu Siti yang kebetulan melintas melihat Bimo yang tidak seperti biasanya otomatis berkata.
"Wuih ..mas Bimo cakep bener emang mau kemana sih mas..?.''
Dengan pakaian yang sedikit mewah, Bimo berpenampilan malam itu, sampai sampai mama dan Bu Siti memujinya.
"Kok mama enggak ngejawab..?, gimana nih Ma..?," kata Bimo meminta pendapat mamanya.
"Pokoknya jempol deh, bener kata Bu Siti tadi," kata mama Halimah sambil mengacungkan jempol nya.
"Ni pasti mau ke tempat cewek,.iya kan mas," tanya Bu Siti sedikit Menggoda Bimo.
"Tahu aja Bu Siti," kata Bimo
Mama Halimah yang mendengar itu jadi antusias.
"Bener niih..anak mama mau PDKT," kata mama Halimah yang memang sudah pingin menimang cucu bertanya dengan serius.
Bimo hanya tersenyum sambil mengambil jaket nya.
__ADS_1
"Doa kan Ma.., biar mama cepetan gendong cucu," kata Bimo menggoda mama Halimah.
Bimo pamit ke pada mama Halimah dan Bu Siti, sebelum pergi.
"Bimo pergi dulu Ma.., nanti kalau papa sudah pulang sampaikan kalau aku pulang ke kos," kata Bimo kepada mama Halimah.
"Mari Bu Siti, pergi dulu."
"Hati hati," suara sahutan hampir bersamaan.
Bimo menuju garasi mengambil motornya, dengan baju yang di kenakannya sangat cocok menaiki motor tersebut.
Dia nampak semakin gagah dan tampan.
Motor melaju menuju ke rumah Meytta, cuaca yang cerah dan arus motor yang tak terlalu padat membuat perjalanan itu lancar tak ada halangan sedikit pun.
***
Meskipun ada bibi pembantu rumah tangga, namun mama Qonita juga ikut sibuk menyiapkan jamuan makan untuk malam nanti.
"Bi Ijah, tolong ikan ini di goreng dulu ya sebelum di bumbui dengan bumbu kuning," kata mama Qonita.
"Iya nyonya..."
Bi Ijah menggoreng ikan gurame tersebut, sedang mama Qonita membuat bumbu dengan mesin penghalus.
Yang paling terlihat lebih sibuk tentu saja Meytta, dia yang memang jago di dapur membuat bermacam menu yang kira kira Bimo sukai.
Meytta membuat olahan menu berbahan daging sapi di buat semacam rendang.
__ADS_1
Aneka menu sudah selesai di masak, termasuk puding dan makanan kecil lainnya, tinggal menyiapkan minuman sebagai pengiring makanan makanan tersebut.
Hari sudah mendekati malam, terdengar suara adzan Maghrib sudah berkumandang, makanan sudah selesai di masak dan sudah di tata dengan manis di meja makan.
Selepas sholat maghrib Meytta sudah siap berdandan, meskipun kedatangan Bimo bukan sebuah acara resmi seperti lamaran atau pertunangan namun baginya ini tetaplah penting.
Meskipun tidak berdandan yang berlebihan namun itu sudah membuat Meytta nampak makin cantik.
Suara motor nampak terdengar dari dalam rumah.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumssalam ," jawab Meytta dari dalam rumah.
Segera Meytta menuju ke depan menyongsong kedatangan Bimo.
Meytta tersenyum menyambut Bimo yang sudah berdiri di depan pintu.
"Ayo masuk dulu..," sambut Meytta sambil menggandeng tangan Bimo memasuki ruang tamu di rumah itu.
Mereka duduk di ruang tamu dan bercerita melepas rasa rindu.
Meskipun baru beberapa saat saja tidak bertemu namun selalu menimbulkan rasa yang membuncah di dalam dada.
____________
**Mohon maaf para reader semua... chapter kali ini sangat pendek ...
Author kesulitan menyusun kalimat
__ADS_1
dan juga sedang menyesuaikan dengan App yang baru saja di perbarui..
Happy reading**...