
Mulai hari Jumat kesibukan sudah tampak di rumah Rani, tapi puncaknya mulai sabtu pagi.
Para tetangga sudah berkerumun di depan gang sempit tersebut untuk bergotong royong membantu yang punya hajat.
Sebagian warga lainnya sudah berada di gedung pendopo balai desa karena besok acara resepsi di sana.
Mereka mendirikan tenda dan juga mulai menata kursi kursi di sana.
Sebenarnya jarak Balai desa dengan rumah Mamak Sadur tidak lah jauh, cuma karena jalannya memutar jadi terlihat jauh.
Namun oleh warga mengakalinya dengan mengambil jalan pintas lewat kebun warga hingga langsung nyeberang hingga berada di belakang gedung balai desa tersebut.
Jadi warga melansir semua barang barang melewati jalan pintas tersebut.
Memang patut di acungi jempol persatuan warga di lingkungan tersebut, mereka bahu membahu dengan ikhlas seakan keluarga sendiri yang punya hajat.
"Ayo...barang barang kebutuhan pokok di naikkan ke gerobak..," kata pak RT yang memimpin warganya bergotong royong tersebut.
Untuk semua kebutuhan memang sudah Andre belikan termasuk bahan pokok dan segala perlengkapan nya, meskipun yang membelanjakan tetap mamak Sadur dan ibu ibu setempat.
Sayangnya pas barang barang tersebut datang belum di tetapkan mau di taruh di mana..jadi terpaksa semua di bawa ke rumah Mamak Sadur yang tergolong sempit itu.
Dari beras, telur, gula, dan kebutuhan dapur lainnya semua di simpan di rumah Mamak Sadur, padahal pengolahannya nanti di ruang belakang balai desa jadi sekarang warga mulai bergotong royong memindahkan semua barang ke gedung belakang balai desa itu.
Warga mulai menaikkan barang barang pokok tersebut ke gerobak.
"Hati hati telur jangan di bawah..!,"'teriak warga yang lainnya.
Pak Tomo tetangga samping rumah sudah berdiri di atas gerobak dorong, menata barang mulai dari yang keras hingga yang mudah pecah macam telur.
Sayur sayuran dan bumbu bumbu di taruh di bagian tertentu yang tak mudah merusaknya.
"Sudah segini aja dulu nanti balik lagi..," seru pak Tomo sambil meloncat keluar dari gerobak tersebut.
Para laki laki yang lainnya lalu menarik dan mendorong gerobak itu melewati halaman dan kebun warga untuk lebih menyingkat perjalanan menuju gedung balai desa.
Disana sudah ada sebagian warga yang nanti akan mengatur dan menata beberapa barang tersebut.
**
Sementara itu di rumah Andre juga tak kalah hebohnya, meskipun sebagai pihak laki laki namun Andre dan keluarga yang tahu kondisi keluarga Rani tak tega jika tak ikut membantu.
Mulai Jumat kemarin para tetangga di rumah Andre sudah bergotong royong membuat aneka kue yang bisa di sajikan hingga hari Minggu.
Babe dan Emak ikut sibuk membuat aneka jajanan tersebut.
Rencananya sabtu pagi ini keluarga Andre sudah ke tempat Rani, untuk berkumpul sekalian di sana dan menyewa penginapan untuk semalam hanya sekedar untuk istirahat.
"Semua sudah siap Mak..?," tanya Andre kepada Emak.
"Sebentar Ndre masih ada yang belum masuk bawaannya..," kata Babe dari dalam rumah.
"Enggak usah tergesa-gesa Be..yang penting jangan ada yang ketinggalan entar malah repot bolak balik," sahut Andre sambil menata beberapa barang bawaan dan juga tas berisi baju ganti.
__ADS_1
Babe keluar dari rumah bersama Emak sambil membawa baskom yang berisi kue kue.
"Lho...kok buat kue kayak ginian Mak..?, emang bisa di sajikan besok Minggu..?," tanya Andre.
"Enggaklah ini nanti langsung dimakan saja, buat oleh oleh untuk tetangga di sana," sahut emak.
"Kan nanti masak masaknya sampai malam ini bisa buat camilan," sahut Emak.
Setelah semua masuk Andre pun menjalankan mobilnya menuju rumah Rani.
**
Hari itu rencana pernikahan Andre, sejak pagi semua sudah bersiap.
Rencananya Bimo berangkat bersama istrinya, sedangkan papa Haryo bersama mama Halimah.
"Bim nanti papa sama Mama habis ijab langsung pulang soalnya sudah ada janjian lain nya," kata Papa Haryo sebelum berangkat.
"Iya..pa.."
"Ngaak pa pa kan sayang kalau nungguin Andre sampai bubaran... acara..," kata Bimo sambil mengelus perut istrinya.
Meytta hanya mengangguk.
"Tapi kalau merasa lelah nanti kita pulang...kok ," sahut Bimo.
Kembali Meytta mengangguk.
"Kita jadi nginap di tempat mama kan mas..?."
Meytta tersenyum senang.
Sehabis sarapan pagi semua bersiap berganti pakaian untuk menghadiri pernikahan Andre dan Rani, karena rencana ijab qobul nya jam sembilan pagi di lanjutkan resepsi.
Dua mobil sudah siap di depan rumah.
Bimo dan Meytta sudah memasuki mobilnya, dua orang pengawal langsung masuk mobil begitu sang tuan muda sudah di dalam mobil, satu orang merangkap menjadi sopir.
Begitupun dengan tuan Haryo yang sudah memasuki mobil bersama mama Halimah.
Dua mobil sudah meninggalkan rumah utama keluarga tuan Haryo Perwira Atmaja.
**
Balai desa itu sudah di sulap bak istana raja sehari.
Hiasan hiasan khas pengantin sudah di pasang mulai gerbang depan hingga kursi pelaminan.
Nampak seorang penghulu sudah duduk bersila dengan Andre dan Rani berada di depannya.
Para saksi nampak juga sedikit mendekat kepada kedua mempelai.
Akhirnya dengan lantang Andre mengucapkan akad nikah tersebut dengan lancar.
__ADS_1
"Sah...sah...sah...!.," teriak para saksi dan tamu undangan yang menyaksikan akad nikah tersebut.
Andre nampak senang sekali sedangkan Rani tak dapat menyembunyikan tangisan haru nya.
Papa Haryo dan mama Halimah mendekat demikian juga Bimo dan Meytta.
"Selamat Ndre ..," kata papa Haryo sambil menyalami Andre.
"Terima kasih tuan.. nyonya..," kata Andre.
"Kami tak bisa lama lama Ndre..karena sudah ada janji yang lain..," kata papa Haryo berpamitan kepada Andre dan sanak keluarga nya.
"Iya..tuan sekali lagi terima kasih atas kedatanganya ."
Papa Haryo dan mama Halimah pun meninggalkan tempat tersebut.
"Selamat Ndre.."
"Makasih bos..," dan keduanya berpelukan.
"Oh..ya.. sebentar..," kata Bimo sambil merogoh saku celananya mencari sesuatu.
"Nah...ini dia .."
"Hadiah untuk mu..," kata Bimo sambil menyerahkan sebuah kunci di dalam kotak kaca kecil.
"Apa ini bos..?," tanya Andre yang belum ngeh..dengan hadiah tersebut.
Babe dan Emak serta mamak Sadur hanya memandang tak mengerti dengan hadiah tersebut.
"Buka aja kan ada tulisannya di dalamnya..," kata Meytta memecah keheningan.
"Oh..iya non..," sahut Andre yang di bantu Rani.
Andre membuka kertas yang ada di dalam kotak kaca tersebut.
"Selamat menempuh hidup baru kepada Andre dan Rani semoga menjadi keluarga samawa."
"Sebagi ungkapan rasa sayang kami dari keluarga Haryo Perwira Atmaja menghadiahkan sebuah rumah dua lantai di jalan XX desa XX kecamatan XX ."
"Haah..rumah bos..? untuk aku dan keluargaku..?," tanya Andre lagi tak percaya.
Bimo dan Meytta menganggukan kepalanya.
"Ya..rumah dan isinya untuk kalian..," kata Bimo lagi.
"Yeeee...," Andre dan Rani berpelukan gembira.
Babe, Emak dan mamak Sadur juga sangat gembira.
Kegembiraan itu sementara tertahan karena prosesi acara resepsi segera di mulai.
____________
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya....