Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
162. Oleh oleh


__ADS_3

Bimo masih berbincang di ruang kerjanya yang ada di rumah mewahnya bersama Andre.


mereka masih terlibat perbincangan serius begitu membahas masalah kasus hukum yang menimpa perusahaan GSB group dan PT ASA PRIMA.


"Bagaimana dengan kekuatan ekonomi mereka dalam artian apakah pergerakan bursa mereka masih sekuat dulu..?," tanya Bimo kepada Andre.


"Dalam minggu minggu ini malah terlihat turun drastis..mungkin lama lama kolaps," kata Andre.


"Ya..begitulah..siapa yang menabur dia yang akan menuai," kata Bimo pelan.


Tok.. tok... tok...


Tiba -tiba pintu di ketuk.


"Masuk..!," seru Bimo.


Cekleek


"Ada apa sayaang..?," tanya Bimo, rupanya yang mengetuk pintu Meytta.


"Makan siang sudah siap mas, sekalian ajak Andre makan yuuk," kata Meytta masih sambil berdiri di dekat pintu.


"Ok..sebentar lagi kami menyusul," kata Bimo yang masih berbincang dengan Andre.


**


Di meja makan sudah duduk Mama Halimah Meytta dan teman temannya.


Papa Haryo tadi sudah menelpon bila siang itu tak makan siang di rumah karena ada ketemuan dengan relasi di rumah makan X.


"Mana sayang...mas Bimo nya..?," tanya mama Halimah.


"Katanya sebentar lagi Ma.."


"Masih berbincang dengan Andre mungkin masalah penting perusahaan."


"Ya.. sudah..kita tunggu sebentar..," kata mama Halimah lagi.


Tak lama Bimo dan Andre datang ke ruang makan dan bergabung dengan mereka semuanya.


"Maaf ya..mbak......enggak bisa nemuin kalian," kata Bimo kepada ketiga sahabat Istrinya.


"Santai aja mas..kami tau kok mas Bimo pasti sibuk banget..," kata Shinta menjawab perkataan Bimo.


Andre hanya menganggukkan kepalanya kepada ketiga teman Meytta.


"Sudah..ayuuk kita makan..," kata mama Halimah sambil memerintahkan Bimo memimpin doa sebelum makan.


Meytta mengambilkan suaminya terlebih dahulu, sebelum mengambil untuk dirinya sendiri.


"Segini cukup mas..?," tanya Meytta.


"Tambah sedikit lagi..," sahut Bimo.


Kemudian Meytta menambah kan sedikit lagi nasi dan mengambilkan lauk daging sapi yang di rendang serta sedikit sayur.


"Ini mas..lauk lainnya ambil sendiri ya.."


"He'em."


Semua makan dengan lahap, masakan chef rumah utama memang jempolan tak kalah dengan restoran mewah.


"Kalau mau nambah silahkan..," kata mama Halimah menawarkan kepada Andre dan ketiga teman temannya Meytta.


"Deb..ayoo..nambah enggak usah sungkan," kata Meytta kepada Deborah yang memang doyan makan itu.

__ADS_1


"Ayo..mbak ..enggak usah malu-malu," kata mama Halimah.


"Iya...Tante ..," kata Deborah namun tetap enggak mau nambah karena malu kan ada Bimo dan Andre lagi.


Kembali semua melanjutkan menghabiskan makanannya hingga akhir.


**


Mendekati sore Hari Bimo sudah keluar dari ruang kerjanya.


Meskipun siang Andre sudah pulang namun Bimo masih saja diruang kerjanya hingga hampir sore hari.


Masih mengecek Berbagai laporan dan berkas dari perusahaan yang tadi di bawa Andre.


"Mas Bimo sudah selesai kerjanya..?," tanya Meytta yang sudah melihat suaminya ada di kamar nampak tiduran.


"Sudah.., memang kenapa sayang..?." kata Bimo sambil memeluk pinggang istrinya yang duduk di pinggiran kasur.


"Jalan jalan yuuk mas..., kalau mas Bimo enggak lelah sih.."


"He.he..he... memang lelah kenapa..? kan kerja mas Bimo enggak mengandalkan fisik.."


"Iya..tapi kan menguras pikiran juga kan..," sahut Meytta.


"Mau jalan kemana sih..?," tanya Bimo Kembali.


"Mau ke butik sama ke Cafe mas..ngantar oleh oleh buat para karyawan..," sahut Meytta kepada suaminya.


"Ayuuk kalau begitu..mau berangkat jam berapa..?."


"Sebelum Maghrib aja ya mas..nanti sholat di dekat Butik kan ada masjid tuh..sekalian beli camilan buat orang orang disana."


"Trus nanti oleh oleh dari Eropa kemarin biar di bawa pulang buat di makan sama keluarga nya," kata Meytta.


"He'em," sahut Bimo sambil menarik tangan istrinya agar naik ke kasur.


"Kita bobok bobok dulu.." sahut Bimo.


"Kalau bobok ya...nggak jadi pergi.., ni aja sudah jam empat mas," sungut Meytta.


"Sebentar aja sayang.., cuma..rebahan doang..kok.."


"Nggak..ah.., nggak mungkin mas Bimo kalau cuma rebahan," kata Meytta yang mulai kegelian karena tangan suaminya sudah kemana mana.


"Makanya cepetan sini, daripada malah lama lho nanti," kata Bimo yang sudah makin gemes saja melihat istrinya.


"Sebentar ya.. mas, tak kunci pintu kamar dulu ," kata Meytta akhirnya luluh juga.


Bimo tersenyum senang merasa usaha nya berhasil.


**


Mobil yang di kendarai Bimo dan Meytta sudah melaju di jalanan membelah keramaian kota.


"Mas..jangan lupa mampir membeli camilan buat para pekerja."


Bimo mengangguk ketika mendengar istrinya yang mengingatkannya.


Disebuah masjid di dekat toko roti Bimo dan Meytta berhenti untuk sholat dan membeli beberapa kudapan ringan.


Karena sesuai rencana semula, kudapan ringan tersebut untuk di makan di sana, namun juga bisa di bawa pulang bersama oleh oleh makanan kecil dari Eropa.


Setelah sholat dan membeli jajanan tersebut keduanya melanjutkan perjalanan menuju butik milik Meytta.


Mobil Bimo sudah memasuki butik milik Meytta.

__ADS_1


Bulek parmi dan yang lainnya nampak sudah bersiap selayaknya menyambut konsumen nya.


"Oalaaah..Non Meytta..," seru bulek parmi begitu melihat siapa yang turun dari mobilnya.


Dengan buru buru bulek Parmi menyambut pemilik butik tersebut dan berniat menyapa nya.


Meytta yang sudah turun duluan menyapa para pegawai nya.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumssalam..,"sahut kelima pegawai butik itu.


"Mari non..," kata Bulek Parmi.


"Iya..Bulek..kami enggak lama lama kok Bulek, cuma mau ampirin oleh oleh ini," kata Meytta sambil menunjukkan oleh oleh yang masih di bawa suaminya.


Bimo menaruh lima kantong oleh oleh yang memang sudah di siapkan untuk lima pekerja disana.


Kemudian mengambil kembali kudapan ringan yang barusan di beli.


"Yang ini boleh di makan disini, nanti kalau sisa bisa di bawa pulang..ini jajanan lokal aja."


"Lha yang ini makanan kecil khas dari Eropa, biar..kita... semua merasakan makanan orang bule buat oleh oleh keluarga di rumah," kata Meytta kepada para pekerja.


"Asyyiikk...," teriak anak-anak butik kegirangan.


"Siti... Atun...tolong di bagi bagikan ya...isinya sama saja..," kata Meytta kembali.


"Makasih non..Meytta," serentak semua mengucapkan terima kasih dan tersenyum senang.


Tak lama kedua nya kemudian meninggalkan butik milik Meytta tersebut menuju ke cafe D'JOSs.


Sampai di cafe D'JOSs suasana belum terlalu ramai karena masih suasana Magrib.


Meytta berjalan duluan ke Cafe miliknya.


Semua nampak kaget melihat kedatangan Meytta, karena lama tak pernah datang ke cafe.


"Eeh..mbak Meytta," seru Ruri yang nampak terkejut.


"Haah...mbak Meytta...," seru Ani yang juga senang campur kaget.


Mereka berangkulan sesaat.


"Sendiri aja mbak..?," tanya Ruri.


"Oh..iya.. lupa.., Adit mana..?," tanya Meytta.


"Ya mbak..," sahut Adit dan Iwan yang masih membetulkan Kompor.


"Bantu mas Bimo sebentar gih..," kata Meytta.


"Dimana Mbak..? bos Bimo nya..?," tanya Iwan yang malah mendekat.


"Di parkiran mobil," sahut Meytta.


"Siap mbak..," kata Iwan sambil menghormat ala ala militer.


__________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku


*Aku Lebih Mencintaimu ( roman)

__ADS_1


* Sang Pengacau ( silat**)


__ADS_2