
Bimo sudah pulang dari kantor, dan kini dalam perjalanan pulang ke rumah mertua nya dengan mobil nya
"Waduh hampir lupa ..rujak eskrim nya," sahut Bimo bergumam sendiri an.
"Bisa hilang jatahku malam ini, jika sampai kelupaan..," monolog Bimo sambil tersenyum sendirian.
Bimo keluar dari mobilnya begitu sampai di tukang rujak, dengan pakaian jas yang sangat rapi Bimo berjalan ke arah penjual rujak yang sore itu ternyata sangat laris sehingga banyak antriannya.
"Waah..banyak emak emak...nih.," gumam Bimo berkeluh, karena semua yang antri kaum hawa membuatnya sedikit risih karena hanya dia sendiri yang laki laki serta ...abang penjual.
"Eeh..bos ganteng datang lagi," sapa abang penjual rujak.
"Antri ya bos..," kata abang itu lagi.
Bimo hanya mengangguk sedikit tersenyum.
Bimo berdiri di belakang rombongan emak emak yang terlihat sedikit cerewet, Bimo sudah mulai jengah apalagi saat emak emak tersebut mulai membahas acara sinetron...hadeeh...batin Bimo makin tersiksa, mau di acuhkan...eh masih aja kedengaran.
"Mas...mau beli rujak juga..?," tanya salah satu emak emak tersebut sok akrab.
Bimo mengangguk tersenyum kecut.
"Buat pacar ..apa... istri..?," tanya emak emak itu sambil menelisik, menatap Bimo dari atas sampai bawah.
"Istri lah..Bu..masak..pacar..," jawab Bimo mulai malas.
"Ngidam ya mas..?," tanya perempuan paruh baya itu dengan sedikit terlihat renyah.
Bimo sudah malas menjawab cuma mengangguk lesu.
"Teman teman..ini ada mas mas yang mau belikan rujak buat istrinya yang ngidam kita mengalah dulu, biarkan mas mas ini antri di depan," sahut emak emak tersebut sontak membuat Bimo yang semula sedikit malas malasan karena keberadaan rombongan emak emak tersebut jadi tersenyum cerah.
"Eeh...beneran Bu..?," sahut Bimo tersenyum senang.
Spontan rombongan emak emak itu pada mengangguk.
Ingin rasanya Bimo berjingkrak kesenengan, tapi di tahannya.
"Ibu ibu..baik deh..," gombal Bimo.
**
Sampai di rumah mertua Bimo sudah di sambut sang istri.
Meytta sudah senyum senyum di pintu depan begitu melihat mobil sang suami sudah tiba dan suaminya turun dari mobilnya.
"Mas Bimo enggak lupa kan..?," tanya Meytta.
__ADS_1
Bimo yang ingin menggoda istrinya pura pura kebingungan.
"Lupa apaan..sih..?," tanya Bimo menggoda istrinya.
"Jatah...malam ini enggak ada..kalau lupa..," sungut Meytta..sambil akan berlalu dari sana.
Bimo tersenyum..sambil mempermainkan kotak bekal di depannya.
"Ehm...," Bimo berdehem sambil tersenyum mempermainkan kotak bekal tersebut.
"Ish...mas Bimo jahil..," seru Meytta sambil tersenyum senang.
Bimo masih mempermainkan kotak bekal itu, bahkan menaikkan tangannya ke atas kepalanya.
"Mana mas...!, baby nanti keburu ileran lho..," ancam Meytta sedikit cemberut saat di goda suaminya.
"Janji dulu...," sahut Bimo tersenyum jahil.
"Janji apaan..?."
"Jatah mas bimo..dobel...," sahut Bimo tersenyum smirk.
Meytta menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Janji dulu...," desak Bimo.
"Iya..iya..," kata Meytta sambil mengangkat tangan dan jari nya.
"Biar baby Dady enggak ileran," sahut Bimo mencium pipi istrinya.
Meytta senang sekali hari itu.
"Terima kasih mas Bimo..sudah bersusah susah belikan rujak ini," sahut Meytta sambil tersenyum senang.
**
Malam itu mereka sudah berada di meja makan.
"Besok hari wisuda mas Bimo kan..?," tanya mama Qonita.
"Iya mah," sahut Bimo sambil menyuapkan makanan di ke mulutnya.
"Terus kapan berangkatnya, maksud mama jam berapa..?," tanya mama Qonita.
"Mungkin pagi pagi sekali mah.., soalnya mau mampir menghampiri mama ke rumah dulu," kata Bimo.
"Lho memangnya mas Haryo apa enggak ikut..?," tanya papa Adrian.
__ADS_1
"Kebetulan besok papa baru ada ketemuan dengan relasi dari Eropa ..pa," jawab Bimo kepada papa Adrian.
"Ooh..."
Mereka menyelesaikan makannya dengan masih bercerita hal remeh temeh lainnya.
"Pakaian untuk besok sudah siap kan sayaang..," kata Bimo sebelum menyelesaikan makan malamnya.
"Sudah mas..," sahut Meytta.
**
Bimo dan Meytta sudah berada di kamar nya, meskipun belum terlalu malam keduanya sudah berada di sana.
Bimo masih menyelesaikan pekerjaan dari laptop nya, memeriksa beberapa laporan dan berkas berkas yang tadi belum sempat ke baca.
"Mas Bimo sudah beritahu mama Halimah lagi belum..?," tanya Meytta sambil menghampiri Bimo dan memeluk punggung suaminya dari belakang.
"Belum sih.. sayang.., kamu aja gih yang beritahu mama, mas Bimo masih sibuk periksa berkas berkas nih..," perintah Bimo kepada istrinya.
Meytta lalu mengambil ponselnya yang ada di nakas, meninggalkan suaminya yang duduk di balkon kamar mereka menyelesaikan tugasnya.
"Assalamualaikum..mah..," sapa Meytta.
"Waalaikumssalam.., ada apa sayang..?," jawab mama dari seberang yang lain.
"Besok jadi kan mama menghadiri wisuda mas Bimo."
"Jadi lah...sayang.."
"Kalian jemput mama dulu apa mama di antar Supir," tanya mama Halimah.
"Sebentar mah, aku tanyakan mas Bimo..," kata Meytta meminta ijin mama mertuanya.
"Mas...besok kita jemput mama...? apa mama berangkat sama sopir..?," tanya Meytta sedikit berteriak ke arah Bimo.
"Kita jemput sayaang..," teriak Bimo gantian dari balkon.
"Besok mau di jemput mas Bimo mah..," kata Meytta kepada mama Halimah.
"Oh..ya.udah..mama tunggu."
"Kira kira sampai sini jam berapa sayang..?," tanya mama Halimah lagi.
"Kata mas Bimo mau pagi dari sini mah..sekalian sarapan di tempat mama..kangen masakan Bu Siti," kata Meytta sambil tersenyum.
Mama Halimah juga tersenyum membalas perkataan menantunya.
__ADS_1
___________
Happy reading... tinggalkan jejaknya...