
Sore di cafe D'JOSs makin nampak ramai, kini cafe itu menjadi tujuan utama bila orang orang melewati pedestrian itu, dan entah membeli untuk di makan di tempat tersebut sambil bersantai atau di bungkus di bawa ke tempat masing-masing.
Meskipun Bimo sudah tidak se intens dulu yang tiap hari ke cafe, namun dia masih menyempatkan ke cafe D'JOSs itu minimal seminggu tiga kali, bayarannya .?, dia tidak mau menerimanya, baginya bisa membantu pujaan hatinya melalui malam dengannya sudah cukup.
Awalnya Meytta merasa tak enak hati, karena Bimo enggak mau menerima bayaran namun dengan berbagai alasan yang di ungkapkan Bimo akhirnya Meytta menurutinya.
Alasan yang paling logis karena Bimo tidak bisa lagi datang setiap hari ke cafe D'JOSs itu, makanya dia nggak mau menerima bayaran.
"Beneran niih enggak mau nerima ni amplop," kata Meytta suatu hari saat gajian.
"Enggak..," kata Bimo.
"Aku jadi nggak enak, mempekerjakan orang tapi enggak di bayar," kata Meytta dengan sok Sokan.
Bimo hanya tergelak mendengar itu.
"Bayar dengan hatimu aja sudah cukup untuk saat ini," kata Bimo menggoda Meytta.
Yang di balas dengan cubitan kecil saking gemasnya.
"Bagaimana dengan perkembangan usaha cafe ini.?,Kalau dari kelihatannya sih "masuk" tapi kalau dari segi pembukuan gimana..?," tanya Bimo.
"Alhamdulillah, sesuai dengan kenyataan yang ada, di banding beberapa bulan yang lalu mengalami kenaikan sembilan puluh persen perbulannya."
Mereka masih berbincang berdua di ruang kantor cafe D'JOSs tersebut.
Hingga terdengar keributan di bagian depan.
Tampak beberapa orang laki laki mencoba merusak fasilitas cafe.
"Hai berhenti.!!.," terikan Dodi menghampiri empat orang tersebut.
"Kenapa kalian merusak fasilitas cafe kami..?," teriak Iwan yang sudah berdiri di samping Dodi.
Keempat orang itu mendekati Dodi dan Iwan.
"Kami mau merusak atau menghancurkan cafe ini trus kamu mau apa..?," kata salah satu orang itu sambil mengepalkan tangannya.
"Memangnya ini cafe milik moyang mu main rusak saja," teriak Dodi tak mau kalah.
Keempat orang itu makin dekat dan memukul Dodi.
terjadilah perkelahian yang tak imbang dua orang di keroyok oleh empat orang itu, Ruri dan Ani hanya berteriak teriak ketakutan, beruntung nya saat itu masih awal buka dan belum banyak pengunjung.
Bimo yang masih berbincang dengan Meytta terkejut mendengar keributan yang ada di cafe D'JOSs bagian depan.
Segera kedua orang itu menghambur ke depan, betapa kagetnya Meytta melihat dua anak buahnya di keroyok oleh beberapa orang itu.
Dodi sudah lebam di pipi kanannya terkena pukulan sedangkan Iwan masih memegangi perutnya terkena tendangan.
Bimo menghampiri pengeroyok itu.
"Hentikan..!!."
Sesaat mereka berhenti, Dodi dan Iwan sudah bergeser mendekati Bimo sedangkan ketiga gadis itu berdiri ketakuatan agak menjauh.
"Kenapa kalian merusak usaha kami..?," Kata Bimo masih dengan sabar.
__ADS_1
Keempat orang itu hanya mendengus mendengar pertanyaan Bimo.
"Tempat ini harus di tutup," kata orang tersebut dengan singkat.
"Memangnya kalian siapa mengatur usaha orang, sudah bosan hidup.!," kata Bimo yang mulai kesal.
Keempat orang itu tidak menjawab, malah mulai mendekat agaknya mau menyerang Bimo.
Bimo yang memiliki naluri petarung sudah bersiap dengan kuda kuda nya.
Wuuuss..
Sebuah jotosan jab lurus mengarah ke muka Bimo, dengan sangat mudah di hindarinya.
Dengan memiringkan sedikit kepalanya pukulan itu hanya lewat di samping kirinya.
Kemudian tendangan kaki kanan Bimo mendarat tepat di ulu hati pemukulnya tersebut.
Bouugh...
Tendangan itu membuat penyerangnya terjengkang nampak kesakitan.
melihat temannya tersungkur ketiga orang lainnya mendekat dan menyerang Bimo.
Salah satu penyerang tersebut menangkap tangan kiri Bimo, berniat memegangi.
Namun dengan teknik Jujitsu Bimo memutar Tangannya dan balik mencengkeram tangan musuhnya itu mengunci dan menekannya.
Dengan tekanan yang di berikan membuat lawannya itu meringis kesakitan.
Segera tanpa ampun lutut Bimo dihantamkan ke muka orang yang masih di kuncinya dan meringis kesakitan.
Lutut Bimo menghantam dagu lawannya itu dan ambruk..KO.
Dua musuh yang masih tersisa mencoba menyerang dari kanan dan kiri Bimo.
Wuut ...
Orang yang berada dikiri Bimo memukul ke arah muka,dan di tangkis dengan tangan kiri Bimo.
Plak..
Sebuah tendangan kaki kiri Bimo melayang menjejak muka penyerangnya itu.
Crook..
Terdengar suara sepatu Bimo menghantam hidung musuhnya dan moncroot.
Bruukk ...!! orang itu tumbang menghantam kursi cafe itu.
Tinggal satu orang yang lawan yang ada di kanan Bimo.
Melihat teman temannya pada tumbang orang itu mengangkat kedua tangannya mencoba menyerah.
Bimo yang sudah kepalang tanggung dan marah tak membiarkan musuhnya itu dengan enaknya mau melenggang pergi.
"Huuh ..mau kemana kamu ..?," kata Bimo yang melihat musuhnya mencoba kabur.
__ADS_1
"A..ampun bos..,Kami akan pergi dari sini," kata orang itu sambil membungkukkan badannya.
Bimo yang sudah dekat, langsung melepaskan tendangan kaki kanannya tak memberi ampun perusuh itu.
Praak..
tendangan Bimo mendarat tepat di samping kiri kepala musuhnya dan tumbang.
Keempat orang itu ambruk berserakan di lantai dengan be macam kondisi, ada yang pingsan ada yang bonyok.
"Katakan..siapa yang menyuruhmu.!!.," ancam Bimo kepada salah satu penyerang itu yang masih sadar dan moncrot.
Orang yang di cengkeram leher bajunya itu hanya diam melongo.
Bingung mau mengaku apa tidak.
Plaak..!!
Tamparan Bimo menyadarkan siapa saat ini yang berkuasa, membuat orang tersebut menjawab dengan terbata bata dan ketakutan.
"A..ampun,..b.bboss..,kami cuma orang suruhan," kata orang itu menggigil ketakutan.
Rupanya orang yang di hadapi sangat hebat dan kejam(menurut pengacau itu sih).
"Di suruh siapa kamu.Hah.!," kata Bimo sambil mengangkat tangan kanannya mengepal mengancam dengan pukulan.
"T..tuan muda Johan bos..," kata orang itu sambil tolah toleh ketakutan.
"Huh ..rupanya si brengsek itu," gumam Meytta sambil mendengus.
Sesaat setelah interogasi, terdengar suara sirine mendekat.
Rupanya Ruri dan Ani tadi sudah memanggil polisi karena ada perusuh di tempat kerjanya.
"Selamat sore pak..?, ada yang bisa kami bantu," tanya polisi tersebut.
Meytta sebagai pemilik dari cafe D'JOSs memberi laporan perusakan, penganiayaan dan keributan di tempat usahanya .
Segera keempat orang itu di gelandang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.
Meytta yang masih kaget dengan adanya kejadian itu, mendekati Bimo, meneliti apakah ada yang terluka.
"Kamu tak apa apa kan sayang..?," tanya Meytta penuh khawatir.
"Aku yang bonyok mbak..," tiba tiba terdengar suara Dodi yang masih menata kembali kursi kursi itu yang sempat berserakan.
Bimo tersenyum mendengar celetukan Dodi yang menggoda mereka berdua.
Meytta yang menyadari godaan pegawainya itu menjadi tersipu.
"Terus kalau kamu bonyok kenapa..?, perutku juga sakit di tendang preman edan tadi," kata Iwan menimpali Dodi.
Semua yang mendengar menjadi tertawa menghilangkan ketegangan yang barusan terjadi.
___________
**Selamat membaca jangan lupa like vote dan koment-nya..
__ADS_1
juga hadiah dan jadikan cerita ini favorit sehingga akan selalu di beri notifikasi bila sudah up date...
Baca juga karya lainku bergenre silat Nusantara yang berjudul "SANG PENGACAU**"