Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
105. Hanya Berdua


__ADS_3

Sore itu Meytta benar benar di beri kejutan yang tak pernah terlintas di benaknya.


Dia tak menyangka akan di belikan begitu banyak perhiasan yang indah-indah.


"Sayang...apakah ini tidak terlalu berlebihan..?," kata Meytta begitu Bimo mengatakan semua perhiasan itu untuk nya.


"Tidak ada yang berlebihan untukmu sayang," kata Bimo sambil tetap mengambil kotak kotak itu di berikan kepada Tante Garcia dan memerintahkan untuk di bungkus.


Bagaimanapun Meytta tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.


Di peluknya Bimo di depan Tante Garcia tanpa malu malu.


"Terimakasih sayang ..," kata Meytta sambil memeluknya.


Bimo merasa sangat senang bisa membahagiakan kekasih yang sebentar lagi akan segera di lamarnya tersebut.


Seorang petugas kembali menghampiri Bimo dan Meytta yang masih duduk di ruang Tante Garcia.


"Maaf tuan apakah perhiasannya akan di bawa sekalian atau kami kirimkan seperti biasanya," tanya pelayan tersebut.


"Kirimkan saja ke rumah, ah...ya..aku minta kalung yang ada liontin nya di bawa kesini biar aku pakaikan ke calon istri ku," kata Bimo kepada pelayan itu.


"Baik tuan...tunggu sebentar," jawab pelayan tersebut.


Beberapa saat kemudian pelayan tersebut datang lagi dengan membawa perhiasan yang di maksud Bimo.


"Ini kalung yang tuan minta..," kata pelayan itu.


Bimo mengambilnya kemudian membuka tempat perhiasan tersebut dan memakaikannya di leher Meytta.


"Duuhh...cantiknya," kata Bimo sambil memandang Meytta.


"Iya...cantik banget mas kalungnya," kata Meytta.


"Bukan kalungnya tapi yang memakainya," kata Bimo menegaskan.


Meytta tersipu mendengar pujian dari pujaan hatinya itu.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan pembayaran dengan kartu kredit nya Bimo dan Meytta pun pergi meninggalkan toko perhiasan mewah tersebut.


"Lho kita mau kemana lagi mas..?," tanya Meytta ketika mobil Bimo tidak menuju ke arah pulang.


"Kita akan mencari makan dulu, kamu mau makan apa sayang..?," tanya Bimo.


"Aku ingin makan yang sederhana aja ya mas..? kata Meytta sambil tersenyum malu malu.


"Memangnya apa yang kamu ingin makan..?," tanya Bimo sambil tersenyum melihat Meytta yang malu malu, karena selama ini bila di ajak makan tidak pernah meminta apa pun menu yang akan di makan.


"Aku ingin makan nasi goreng kambing di jalan xx ," kata Meytta sambil tersenyum malu-malu.


"Ooh..aku kira mau makan apa gitu..." Bimo.


"Mas Bimo enggak suka nasi goreng...?," tanya Meytta.


Bimo tertawa ," memangnya ada penduduk negeri ini yang tak suka nasi goreng..?, pasti suka lah."


Mobil pun di arahkan ke jalan xx dimana warung nasi goreng kambing terkenal milik haji Jupri berada.


Meskipun pelanggannya sangat banyak namun pelayanan di sana yang cepat tak membuat pengunjung kecewa.


Saat itu Fachri akan membayar ke kasir.


"Eeh ..bos Bimo..doyan juga nasi goreng kambing..?," sapa Fachri.


"Iya ...nih..bang, Ini bini aku ngidam nasi goreng kambing...," Gurau Bimo, sedangkan Meytta tak menggubris nya karena sedang bersalaman dengan istri bang Fachri dan juga menggoda dua anak bang Fachri yang lucu lucu itu.


"Bang Fachri..udah selesai makannya..?


''sudah...soalnya..keburu rewel anak anak."


"Aku..mau ke kasir..dulu..ya..," pamit bang Fachri.


"Udaah.bang ....tinggal aja, nanti sekalian aku yang bayar," sahut Bimo.


Fachri nampak ragu ragu.

__ADS_1


"Udaah deh bang..kasian anak anak..keburu rewel, tinggal aja nanti biar sekalian mas Bimo yang ngebayar," kali ini Meytta yang berkata.


Akhirnya Fachri pun menurut dan beranjak pergi setelah berpamitan.


"Makasih non Meytta, makasih bos Bimo," kata Fachri dengan di barengi anggukan istrinya dan mereka pun berlalu.


"Sampai ketemu di Dojo pekan depan..!," balas Bimo sambil melambaikan tangan.


Bimo pun mencari tempat duduk dan pesan makanan dua porsi nasi goreng kambing jumbo.


Sesaat kemudian makanan pesanan itupun datang.


Meytta sangat senang sekali.


"Jujur salah satu makanan kesukaanku adalah nasi goreng," terang Meytta.


"Kalau mas Bimo..apa..?, nanti aku akan belajar membuatnya..?," tanya Meytta.


"Apapun yang kamu masak aku pasti suka."


Mereka makan sambil mengobrol sampai agak lama di sana, bersantai menikmati suasana berdua.


"Memangnya kalau udah nikah kamu maunya tinggal di mana..?tanya Bimo.


"Aku ikut mas Bimo aja maunya di mana, pinginnya sih mandiri, enggak di rumahku atau di rumah mama Halimah," kata Meytta lagi.


"Memangnya kamu siap mandiri..?, ngurus aku, memasak dan lain lain..?," tantang Bimo.


"Kan ada mas Bimo, masa nggak mau ngebantu..?," sungut Meytta pura pura cemberut.


Merekapun mengobrolkan hal hal kecil lainnya sambil bersantai di sana.


__________


Happy reading...


Jangan lupa tinggalkan jejak...

__ADS_1


see you next chapter..


__ADS_2