
Bimo Sampai di rumah sebelum dhuhur.
Meytta yang sudah menunggu nampak gembira melihat suaminya nampak pulang awal.
"Mas Bimo.. beneran pulang awal..," sahut Meytta menyambut tangan suaminya dan menciumnya.
"Ya.. beneran lah..masak bohong..," kata Bimo sambil memeluk bahu istrinya dan mencium rambutnya.
Keduanya naik ke lantai dua dimana kamar mereka berada.
"Mas ...aku sudah kabari mamaku kalau kita mau nginap di sana," kata Meytta dengan tersenyum setelah Bimo berganti pakaian.
"O.. ya..mama Qonita pasti seneng tuh..anaknya pulang ..," goda Bimo.
"Banget...mas," kata Meytta yang juga nampak senang.
"Memang kamu sudah menyiapkan baju baju.."
"Kan baju ku di rumah banyak, aku hanya membawa beberapa aja.., mas Bimo yang baru aku bawakan beberapa stel pakaian.."
"Cukuplah....kan..besok kita kambali ke sini lagi sorenya, soalnya lusa udah terbang ke Eropa," kata Bimo kepada istrinya.
Keduanya kemudian turun ke bawah.
"Mama mana..?, kok sepi..?," tanya Bimo.
"Ada arisan sama teman teman nya..katanya habis dhuhur sudah pulang kok," jawab Meytta.
Keduanya nampak bersantai di ruang keluarga.
"Mas Bimo mau aku buatkan minum apa..?."
"Kopi item dengan sedikit krimer aja sayang.."
"Mau di minum di sini apa di taman samping sambil lihat pak Joko benerin taman..?," tanya Meytta.
"Lho pak Joko ada di rumah to..? enggak ngantar papa nemuin koleganya..?," tanya Bimo balik.
"Kata mama Halimah papa di antar pak Burhan dan anak buahnya."
Pak Burhan adalah kepala keamanan di rumah itu.
"Ya..udah nanti kopi mas Bimo di antar ke taman samping..ya sayang..mas Bimo tak ngobrol bersama pak Joko di sana." kata Bimo sambil berjalan ke arah taman di samping rumah untuk menemui pak Joko.
"Ya..mas."
Bimo yang sudah sampai di taman samping melihat pak Joko yang masih mengawasi pembuatan renovasi taman di rumah itu.
"Aku kira pak Joko ikut papa..?," kata Bimo begitu sampai di taman itu.
"Eeh...mas Bimo, enggak kok mas..lagi di tugasi ngawasin pembuatan taman.''
"Soalnya sama tuan Haryo mau di kasih mainan anak, buat anak anak mas Bimo nanti kalau mau bermain." kata pak Joko lagi menerangkan.
Bimo hanya tersenyum mendengar hal itu, memang semua orang nampak sayang dan memikirkan nya.
__ADS_1
Bimo duduk di dekat pak Joko sambil ikut mengawasi pengerjaan taman tersebut.
Meytta datang sambil membawa minuman di sebuah cangkir dan makanan di stopes.
"Ini mas kopinya.."
"Makasih sayang.."
"Pak Joko juga mau kopi..?," tanya Meytta menawari.
"Nggak usah non ..ini masih kok.."
Meytta mengangguk kemudian berlalu dari sana setelah pamit kepada Bimo.
"Mas..aku mau buat roti buat oleh oleh nanti di bantu Bu Siti."
Bimo tersenyum dan mengangguk .
"Memang kapan mas Bimo mau ke tempat mama non Meytta..?."
"Habis dhuhur pak, sekalian nunggu mama pulang arisan."
"Berapa lama di sana mas..?."
"Besok sudah balik pak..., kan lusa sudah terbang ke Eropa ," kata Bimo.
"Oh iya..ya mas.''
Mereka kembali mengawasi pembangunan taman itu.
"Penerbangan jam berapa mas..?."
"Pak Joko ...kan... yang antar aku..?, ke bandara..?," tanya Bimo.
Pak Joko menganggukkan kepalanya.
Mereka berbincang bincang di sana sampai terdengar adzan dhuhur, kemudian keduanya berjalan ke arah mushola keluarga yang terletak di dekat taman yang di bangun tersebut.
**
Sesudah sholat dhuhur dan makan siang, Bimo dan Meytta sudah bersiap siap di kamar dengan tas travel bag nya.
Cuma satu travel bag aja sih yang di bawa ..kan cuma sehari.
Baju baju keduanya juga di jadikan satu, karena Meytta kan juga ada banyak baju di rumahnya.
"Tumben mama belum pulang padahal sudah janjian dengan kita mau pulang habis dhuhur," kata Bimo pelan.
"Iya..sih ...mas, tadi bilangnya sama aku juga pulang habis dhuhur karena tahu kita akan ke rumah mama habis dhuhur," sahut Meytta sembari merapikan rambutnya di depan meja riasnya.
mereka sudah keluar dari kamarnya.
"Apa mas Bimo telpon aja.. siapa tahu mama masih ada urusan lain."
Sambil menuruni tangga Bimo berniat menghubungi mama nya.
__ADS_1
Namun belum juga Bimo mengambil handphone di saku celana nya, nampak mobil mama Halimah sudah terdengar di garasi samping.
Saat Bimo sampai di ruang tengah, mama Halimah sudah nampak di pintu masuk.
"Maaf ya..sayang mama telat pulang nya...," kata mama Halimah begitu melihat anak dan menantu nya sudah bersiap.
"Nggak pa pa ma, ini juga barusan turun dari kamar," sahut Meytta.
"Ini ..tadi mama mampir ke toko kue..enak deh..produk baru," kata mama Halimah menyodorkan salah satu paper bag ke pada Meytta.
"Mama beli dua paket..yang satu kamu bawa buat oleh oleh jeng Qonita," kata mama lagi.
Meytta menerima paper bag itu.
"Makasih ma...tadi Meytta juga buat roti sama Bu Siti," kata Meytta sambil tersenyum.
Setelah berpamitan keduanya kemudian meninggalkan rumah mewah tersebut untuk menuju rumah kedua orang tua Meytta.
**
Mama Qonita masih membantu bi Ijah memasak di dapur dengan satu pembantu lainnya.
Sebenarnya pembantu lain yang bernama mbak Sumi itu tugasnya bersih bersih di rumah itu, namun karena banyaknya kesibukan dia ikut membantu kegiatan di dapur setelah tugasnya bersih bersih selesai.
"Sudah jam segini kok belum datang mereka..?, apa tidak jadi kemari..ya..?," gumam mama Qonita pelan.
"Mungkin masih di perjalanan, sudah Ibu istirahat saja .. menunggu di depan biar kami selesaikan masalah di dapur," kata Bu Ijah kepada mama qonita.
Mama qonita mengangguk kemudian berjalan ke depan ke ruang tamu menunggu anaknya di sana.
Tak berapa lama kemudian terdengar suara mobil memasuki halaman rumah tersebut.
Mama qonita langsung ke luar dari ruang tamu begitu melihat anak dan menantunya datang.
Meytta langsung keluar dari mobil begitu mobil berhenti.
berlari memeluk mama nya seakan sudah berbulan bulan tak bertemu, padahal cuma baru tiga hari.
"Mamaa....," teriak Meytta sambil memeluk mama nya.
Mana Qonita juga tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
Keduanya berpelukan lama, sampai Bimo bolak balik membawa barang bawaan dari mobil sampai ruang tamu.
Begitu menyadari itu mama Qonita tersenyum.
"Maaf mas Bimo...mama kangen banget sama Meytta..hingga lupa sama mas Bimo," kata mama Qonita sambil menerima uluran tangan Bimo yang kemudian menciumnya.
"Enggak apa apa Ma..Meytta juga udah kangen banget ke sini..padahal baru tiga hari enggak pulang," sahut Bimo sambil tersenyum dan memandang istrinya yang nampak bahagia sekali.
"Ayuuk masuk dulu," ajak mama Qonita kepada anak dan menantu nya tersebut masuk kedalam ruang tamu itu.
Mereka semu masuk ke dalam rumah tersebut.
____________
__ADS_1
**Happy reading... tinggalkan jejaknya...
Baca juga karya lainku..dan tinggalkan jejaknya..juga..ya**..