Jagoanku Ternyata CEO

Jagoanku Ternyata CEO
106. Kedermawanan Bimo


__ADS_3

Akhir akhir ini adalah waktu yang cukup menguras tenaga dan pikiran bagi Bimo.


Dari kegiatan kampus, yang sudah hampir selesai, juga persiapan dari acara lamaran dan pernikahan yang sebentar lagi di langsungkan.


Semua aktivitas itu masih belum di tambah kegiatan kantor yang sudah masuk triwulan ke tiga dimana akan ada eveluasi secara keseluruhan semua kegiatan perusahaan.


Benar benar kegiatan yang menyita waktu dan menguras tenaga juga pikiran.


Beruntung orang orang di sekitar Bimo cukup membantu semua aktivitas tersebut, mulai kegiatan kampus, kantor maupun acara lamaran dan pernikahannya.


Untuk persiapan lamaran sendiri, semua sudah di handle oleh WO sekalian nanti saat pernikahan yang rencana akan di langsungkan tiga bulan setelah lamaran.


Dengan WO andalan yang sudah terpercaya, membuat Bimo maupun Meytta tak perlu menyiapkan pernak pernik lainnya, semua sudah di pasrahkan hanya tinggal mencocokkan sesuai selera saja.


Selain kalung yang sudah di pakaikan di leher Meytta, semua perhiasan yang di beli kemarin malam rencananya akan di berikan sebagai hantaran saat pernikahan kelak.


Meytta sangat senang sekali, lelaki yang di puja nya selama ini, dan satu satunya pria yang di cintai semenjak pandangan pertama sebentar lagi benar benar menjadi miliknya.


Bagi meytta, Bimo adalah sosok idaman yang diinginkan nya bahkan sebelum Bimo di ketahui sebagai anak seorang sultan.


Masih terbayang jelas di ingatannya, saat pertama kali bertemu, saat dirinya di rampok dan di tolong Bimo.


Sejak itu pikirannya tak pernah sedikitpun lepas dari bayangan Bimo, dan selama ini pula Meytta melihat Bimo sosok yang sangat sempurna dan bertanggung jawab.


Begitu pun dengan Bimo, Meytta adalah satu satunya wanita yang mengisi hatinya semenjak pertama kali bertemu.


Meytta adalah wanita yang mau menerima Bimo apa adanya, bahkan kala itu Bimo yang merasa yatim piatu sangat minder bila memiliki kekasih semacam Meytta.


Cantik, pintar, pekerja keras dan anak orang kaya.


Namun Meytta selalu mensuport tanpa mengurangi rasa hormat kepada Bimo dan selalu menguatkan Bimo di saat saat susah dan menderita.


Pernah dahulu saat Bimo kehabisan uang untuk membayar kebutuhan kuliah yang tidak tercover beasiswa, dengan senang hati Meytta membayarnya katanya potong gaji, tapi saat gajian ..eh ..gaji Bimo utuh enggak di potong, saat Bimo menanyakan hal itu malah di bilang bonus atas kerja keras nya.


Kerja keras apaanya ..kerja aja baru dua bulan, belum ada perkembangan berarti yang di tunjukkan oleh cafe D'JOSs kala itu.


Bila mengingat semua itu Bimo merasa bersyukur yang tak terkira diertemukan dengan jodoh nya tersebut.


Ya..pria yang baik akan mendapatkan wanita yang baik.


Dan jika pria baik mendapatkan wanita tak baik itulah..Zonk dalam hidupnya.


**


Bimo yang pagi itu berangkat ke kantor agak terlambat mendapati sedikit keanehan, selain di depan sudah ada kerumunan orang bergosip di depan ruangannya juga nampak kosong.


Mbak Diah yang menjadi sekretaris nya tidak ada di tempatnya.


Kebetulan staff sekertaris ada beberapa orang namun yang mengurusi semua urusan Direktur utama seperti Bimo adalah mbak Diah dan itu sudah berlangsung lama semenjak papanya masih memegang perusahaan.


"Mbak Diah kemana..?, tumben jam segini belum datang ..?," tanya Bimo kepada staff sekertaris yang lainnya.


"Maaf pak ..? tadi pagi ada kabar kalau Bu Diah nya kecelakaan pak," kata staff tersebut.

__ADS_1


"Apa..? kecelakaan..?," tanya ulang Bimo.


"Iya pak, ceritanya tadi pagi Bu Diah dan suaminya sedang berbelanja pakai motor ke pasar dini hari..terus kabarnya di tabrak mobil pak," kata staff tersebut.


Bimo kaget dan shyok, mendengar berita tersebut.


"Pantas tadi di depan orang orang pada ngerumpi, mungkin lagi membicarakan masalah tragedi kecelakaan mbak Diah," batin Bimo.


"Terus bagaimana..? dengan mbak Diah..?," tanya Bimo setelah sesaat terdiam.


"Kabarnya mau di operasi pak, kasihan.. mana suaminya habis kena PHK lagi kata staff itu lagi," pelan tapi masih bisa di tangkap oleh Bimo.


"Di rawat di rumah sakit mana katanya..?."


"Rumah Sakit Pelita Husada pak," jawab staff tersebut.


"Baiklah ..trus yang menghandle tugas mbak Diah siapa..?," tanya Bimo kembali.


"Sementara saya pak, meskipun banyak yang saya tidak tahu pak," jawaban jujur dari staff tersebut.


"Oh ..ya ..apa agenda saya hari ini..?," tanya Bimo lagi.


"Berdasarkan catatan Bu Diah pagi ini kosong pak, baru siang habis ishoma ada pertemuan dengan perwakilan dari kilang minyak di Kepulauan pak," jawab staff tersebut.


"Baik kalau begitu aku akan ke rumah sakit dahulu menjenguk mbak Diah," kata Bimo kepada staff tersebut.


Di ambilnya handphone di sakunya dan di pencet nya sebuah nomor.


"Sudah pak, barusan," jawab Andre di seberang.


Andre memang membiasakan menggunakan panggilan resmi di kantor.


"Kalau begitu ayo kita ke rumah sakit mumpung scedule pagi ini kosong," perintah Bimo.


"Baik pak..,"Jawab Andre.


"Aku tunggu di lobi," kata Bimo.


Bimo pun turun kembali ke lantai satu, dan berjalan ke lobi, ternyata Andre dan sopir sudah menunggu di sana.


Mobil melaju ke arah rumah sakit yang di tuju.


Setelah sampai di rumah sakit mobil mewah direksi itu berhenti di lobi untuk menurunkan Bimo dan Andre.


Saat sampai di rumah sakit masih belum waktunya jam bezuk dan Bimo berniat bernegosiasi dengan penjaga keamanan disana namun kebetulan salah satu jajaran pimpinan rumah sakit lewat saat Bimo bernegosiasi.


Salah satu jajaran pimpinan rumah sakit itu melihat Bimo dan menghampiri.


Maaf ...pak Bimo dari PT GSB group ya..?," tanya dokter yang menduduki jajaran direksi tersebut.


"Benar pak..," jawab Bimo sambil tersenyum.


"Ada apa ya pak..? tanya dokter tersebut.

__ADS_1


"Pak Bimo mau menjenguk karyawannya yang mau operasi tapi ini belum waktunya bezuk, tapi pak Bimo buru buru pak," Andre yang malah memberikan jawaban.


"Ooh ..mari pak masuk saja pak," kata dokter tersebut sambil mempersilahkan Bimo dan Andre memasuki pintu tersebut.


Akhirnya Bimo dan Andre di perbolehkan masuk meski bukan jam bezuk pasien.


Setelah Andre bertanya tanya akhirnya ruang mbak Diah di rawat berhasil di temukan.


Segera Bimo dan Andre menuju ke ruang tersebut.


Ruangan jatah mbak Diah dan suaminya adalah kelas ll sesuai jaminan kesehatan yang di ikutinya.


Bimo masuk ruangan tersebut, mbak Diah kaget pemimpin tertinggi perusahan nya berkenan hadir di sana.


"Pak Bimo...? maaf merepotkan, sampai bapak harus datang ke mari," kata mbak Diah dengan sungkan.


"Tidak apa apa mbak Diah, tak usah sungkan begitu," kata Bimo.


Kemudian mbak Diah memperkenalkan suaminya yang ada di tempat tidur sebelah dan anak muda usia delapan belasan yang ternyata anaknya mbak Diah.


Rupanya suami mbak Diah patah tulang kaki sedangkan mbak Diah luka luka di kedua tangannya.


"Kapan operasi akan di lakukan..?," tanya Bimo kepada anak mbak Diah.


"Siang jam sebelasan tuan," jawab pemuda itu dengan sopan.


Bimo menganggukkan kepalanya, kemudian memandang sekeliling.


"Ini ruang kelas berapa mbak..?," tanya Bimo kepada mbak Diah.


"Kelas ll pak.., sesuai jatah asuransi kesehatan," jawab mbak Diah.


"Berisi lima tempat tidur," terang mbak Diah lagi.


"Kalau kelas satu berisi berapa ..?," tanya Bimo kembali.


"Dua orang tuan," jawab anak mbak Diah.


"Kamu urus administrasi nya, nanti aku yang akan tanggung biayanya, naik ke kelas satu biar kamu lebih nyaman mengurus kedua orang tuamu ," perintah Bimo kepada anak mbak Diah.


Mbak Diah dan suaminya hanya terdiam kemudian mengangguk mengucapkan terima kasih.


"Ndre tolong kamu urus administrasi mbak Diah sekalian ambil uang untuk pegangan selama di sini," perintah Bimo kepada Andre.


__________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak..


Baca juga karya lainku


* Sang Pengacau (genre silat)


* Aku lebih mencintaimu (genre romantis**)

__ADS_1


__ADS_2