Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 100 Akhir Persaingan Dua Wanita


__ADS_3

Kalila berdiri di dekat kolam renang di rumah Aska. Sementara Tan ia duduk diam sembari menikmati secangkir teh hangat. Baginya berada berdua dengan mantan kekasih di tempat yang sama adalah suatu ketidak nyamanan.


"Katakan padaku Tan, kau mencintainya?" Kalila menatap nanar air kolam yang terlihat kebiruan.


Tan menyesap tehnya dan terdiam sejenak.


"Menurut mu?"


Deg! ada yang perih di hati Kalila mendengar jawaban Tan barusan. Kalila tersenyum tapi hatinya terluka. Ia kalah mendapatkan hati Tan. Pria yang tetap diam-diam ia cintai sejak ia pergi ke Milan dulu.


"Baiklah aku kalah dari Yuki, selamat untuk hubungan kalian berdua"


"Kalila ini bukan masalah kalah atau menang. Dulu kita sudah pernah memiliki hubungan yang baik tapi mungkin memang kau dan aku harus berakhir. Jadi ku harap kau juga akan mendapat pasangan terbaik dalam hidup mu"


"Tan.."


"Hmmm"


"Bolehkah aku memeluk mu sebagai teman? sekali saja" mata Kalila berkaca-kaca, ia merindukan Tan sejak lama. Dengan memeluk Tan terakhir kali ia harap ia bisa meninggalkan semua kenangan dan move on.


"Kemarilah" Tan merentangkan kedua tangannya dan menyambut Kalila.


Aska dan Raya mengamati keduanya dari kejauhan.


"Sayang apa-apaan itu? kenapa mereka malah berpelukan?"

__ADS_1


Aska merangkul bahu istrinya dan tersenyum samar. Ia tahu berarti hubungan di antara dua orang bermasalah itu sudah selesai.


"Apa ini berarti tuan Tan memilih Kalila?"


"Entahlah, kau tanya sendiri saja nanti"


Raya sudah gemas dan tidak sabar ingin bertanya pada Tan nanti. Tapi disaat bersamaan Yuki tiba di rumah itu dan ikut menyaksikan pelukan antara Tan dan Kalila.


"Yuki?" Raya terkejut melihat Yuki sudah berdiri di belakangnya dan menyaksikan adegan romantis di depan sana.


"Maaf nona aku kemari tanpa memberitahu lebih dulu, aku hanya ingin mengantar ini"


Yuki meletakkan kantung berisi cake di atas meja. Ia lalu pergi dengan wajah murung.


"Pasti anak itu salah paham sayang!"


"Yukiiiiii lah"


"Dia bukan anak-anak biarkan mereka, ayo kita urusi anak-anak kita. Deniz, Dizya, Kai!" Aska berjalan ke kamar anak-anaknya di ikuti Raya yang masih kesal dengan Tan.


***


Tan tiba di rumah orang tua Yuki, di halaman ia melihat mobil lain terparkir. Sepertinya ia tahu siapa tamu rumah itu. Arman, pria itu ada di rumah Yuki.


Tan mengetukkan jemarinya di kemudi, rasa kesal mulai menjalari hatinya.

__ADS_1


Untuk apa dia ada di sini?


Tan memutuskan turun dari mobil dan melanjutkan untuk bertamu di kediaman keluarga Yuki.


Semua yang berada di rumah itu terdiam saat menatap Tan yang berdiri di ambang pintu dengan wajah datarnya. Yuki terlihat canggung dan tidak enak.


"Silahkan ...." ayah Yuki dengan ramah mempersilahkan Tan memasuki ruang tamu. Ibu terlihat cuek saja dan lebih peduli pada Arman.


"Arman jadi kapan mau melamar Yuki?" tanya ini sengaja menyindir Tan.


Tan terdiam menyaksikan Yuki yang hanya menunduk dan meremas jemarinya.


"Yuki sepertinya kau sedang sibuk?"


Itulah sepenggal kalimat yang terucap dari mulut Tan si kaku. Ia lalu mengangguk sebentar pada ayah Yuki dan kembali berjalan dengan santainya menuju mobil.


Yuki berjalan menuju kamarnya begitu Tan pergi. Ia menatap ponselnya yang tergeletak di atas kasur.


Ada pesan singkat dari nomor yang tidak Yuki tahu. Ia membuka pesan itu, rupanya dari Kalila.


Selamat Yuki, dia memilih mu. Dulu aku pernah menghuni hatinya tapi sekarang kaulah yang memiliki hati Tan. Besok aku akan kembali ke Milan.


Begitu kira-kira bunyi pesan singkat dari Kalila. Yuki termenung, sembari mendekap ponselnya di dada.


Lalu pelukan yang aku lihat kemarin itu apa?

__ADS_1


Apa kau berpamitan padanya Kalila? kenapa tadi Tan hanya diam saja tanpa mencoba menjelaskan apapun pada ku?!


Agaknya Yuki lupa kalau Tan itu tidak akan panjang lebar menjelaskan apapun, ia hanya akan bicara singkat padat dan seperlunya saja. Ya itulah Tan asisten pribadi tuan Aska yang selalu irit bicara dan bisa di andalkan kapan saja oleh tuan Aska.


__ADS_2