Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Bab 176


__ADS_3

Dokter memeriksa kondisi Nara yang sedang sakit.


"Bagaimana keadaannya dokter?" tanya Kai cemas.


"Suhu tubuhnya demam tinggi, pantau terus jika sampai besok jika masih demam harus segera di bawa ke rumah sakit. Saya khawatir jika ini adalah virus"


"Virus?!"


"Karena itu tolong pantau suhu tubuh nona Nara"


"Baiklah terimakasih dokter"


Hendra mengantar dokter keluar dan ia bergegas menebus resep yang di berikan oleh dokter ke apotik.


"Tuan ini obat untuk nona" Hendra meletakkan obat itu di atas meja dekat tempat tidur.


"Hen kau boleh pulang jika aku perlu bantuan mu aku akan mengabari"


"Baiklah tuan telepon saya kapan saja anda perlu bantuan"


"Hmmm"


Hendra pergi meninggalkan rumah Kai. Sementara kai duduk menunggui Nara yang terbaring dengan kompres di keningnya.

__ADS_1


"Suhu tubuhnya tidak juga turun, bagaimana ini?" gumam Kai sembari menempelkan telapak tangannya di wajah Nara.


Kai melepas kancing kemeja putihnya dan membukanya, ia memeluk Nara untuk meredam panas tubuh Nara.


Kai tertidur karena ia juga lelah setelah seharian meeting dan bertemu dengan kliennya.


Paginya Nara terbangun dan membuka mata perlahan. Kepalanya masih terasa sedikit pusing. Ia terkejut saat mendapati Kai memeluk tubuhnya.


Nara mencoba menyingkirkan tangan Kai secara perlahan. Ia turun dari ranjang dan duduk di sofa.


Seingat Nara ia masih di toko bunga dan tertidur disana.


Lalu bagaimana aku bisa sampai di rumah dan tidur dengan nya?


Nara memandangi Kai yang masih tertidur pulas. Sepuluh menit lagi alarm akan berbunyi dan Kai akan terbangun seperti biasanya.


Kai menggeliat menggerakan tubuhnya. Tangannya meraba mencari keberadaan Nara. Gadis itu tidak ada di sampingnya. Kai segera terbangun.


"Kau sudah bangun?" Kai berjalan menghampiri Nara dan memeriksa suhu tubuh Nara masih demam atau tidak.


"Dengar lain kali jika kau sakit jangan keluar rumah. tetap diam di rumah dan beristirahatlah. kau membuatku panik dan bingung mencari mu! untung saja aku menemukan mu di toko bunga" Kai terus mengomel. Tidak biasanya tuan muda itu mengomel sebanyak itu.


Setiap pagi ia hanya akan bicara sedikit dengan Nara dan itu adalah perintah untuk membuat kopi, teh, susu atau apapun.

__ADS_1


Nara tersenyum samar melihat Kai mengomel di hadapannya.


"Kau tersenyum? apa ini lucu?!" Kai tersinggung.


"Maaf bukan begitu tapi anda bicara banyak sekali aku jadi senang mendengarnya"


Kai langsung terdiam dan bersikap cool. ia menyadari jika ia sudah banyak bicara seperti orang bodoh.


"Terimakasih sudah mencemaskan ku, terimakasih karena telah menemukan ku di toko dan membawa pulang. Obat ini untukku bukan? aku akan meminumnya nanti" kata Nara sembari berjalan ke kamar mandi.


Kai terdiam menatap punggung Nara.


Gadis ini membuatku pusing saja!


Ponsel Kai berbunyi ada pesan singkat dari Hendra.


[Tuan saya rasa anda benar, tuan Denis sepertinya sudah menemui Bastian. Anak buah saya berhasil mengikuti tuan Deniz kemarin]


Begitu bunyi pesan dari sekretaris Hendra.


"Ini stelan kerja anda saya sudah siapkan" kata Nara sambil meletakkan baju Kai di atas ranjang.


Kai meletakkan ponselnya dan pergi mandi. Nara mendekati ponsel itu yang kebetulan masih terbuka di bagian pesan singkat.

__ADS_1


Nara membaca pesan dari sekretaris Hendra. jantungnya bergetar dan ia terduduk di sofa menyeka wajahnya dengan tangan.


"Jadi benar Bastian masih hidup?"


__ADS_2