
Kai terbangun lebih pagi dari biasanya. Ia ingin berolah raga terlebih dahulu sebelum memulai aktivitasnya.
Nara terlihat baru bangun tidur, ia keluar kamar dengan piama pink dan celana pendek warna senada.
Hendra tiba lebih awal, ia segera mendekati Kai yang sedari tadi sibuk melatih masa ototnya.
"Ada apa Hen? kenapa pagi sekali kau kemari?"
"Tuan apakah anda sudah dengar berita ini?" Hendra menyerahkan ponselnya pada Kai.
Wajah Kai segera berubah sedikit terkejut dan seperti tidak menyangka.
Artikel itu memuat tentang korban kecelakaan dan hanyut telah di temukan warga dan di tolong hingga pulih kembali.
"Bastian?"......gumam Kai.
Kai melirik ke pintu kamar Nara yang tertutup.
"Hen pastikan jika itu memang Bastian atau bukan"
"Baik tuan"
"Aku ingin tahu secepatnya, oh ya jangan sampai Nara tahu soal ini"
__ADS_1
"Baik tuan saya mengerti"
Hendra bergegas pergi dari kediaman Kai. ia harus mencari tahu kebenaran berita itu. Jika benar korban selamat itu adalah Bastian maka semua bisa lebih runyam.
Kai melihat Nara yang sedang sibuk di dapur membuat sarapan. Ia terus memandang Nara seolah ia tidak ingin kehilangan Nara.
Nara meletakan nasi goreng di meja makan. Ia mengambilkan untuk Kai sepiring nasi goreng buatannya. Tidak pedas dan tidak terlalu asin. Kai tidak suka pedas dan asin.
"Apa pendapat mu tentang pernikahan kita?" tanya Kai.
Nara terkejut dan menghentikan gerakannya mengunyah nasi goreng di dalam mulutnya.
"Maksud nya?"
Nara kelimpungan, pagi sekali pria di hadapannya membicarakan tentang arti pernikahan.
Ada apa ini? apakah dia mau berpisah dari ku? atau dia mau menikah lagi? kenapa tiba-tiba bicara yang aneh-aneh begitu?
"Apa kau masih mencintai kekasih mu itu?"
Jleb..
Kali ini pertanyaan itu menghujam hati Nara. Yang bertanya adalah Kai suami Nara. Meski pernikahan ini tidak di inginkan oleh Nara dan Nara sendiri tidak tahu kenapa pria di hadapannya begitu ingin menikahinya tapi membicarakan perasaannya pada Bastian sungguh tidak Nara inginkan.
__ADS_1
Mendengar nama Bastian yang biasanya akan membuat Nara gembira dan bergetar kini terasa biasa saja.
"Kenapa anda bertanya begitu?"
"Jawab saja, apa kau masih menyukai dia?"
"Tidak"
Kai tahu Nara sedang mencoba berbohong. Gadis itu terlihat masih menyukai Bastian. Kai sedang menyiapkan diri jika suatu hari ia kehilangan Admaja Group dan Nara secara bersamaan.
"Apa seandainya aku bukan lagi pimpinan Admaja Group kau masih kan mendampingi ku?"
Pertanyaan macam apa lagi ini?!
"Tentu saja saya kan mendampingi Anda, tidak perduli ada Admaja Group atau tidak"
Lagi pula Nara juga tidak peduli apa itu Admaja Group. Keuntungan Selama ini adalah milik ayah dan ibu tirinya. mereka lah yang menikmati segala pemberian Kai. jadi kalau Kai tidak lagi jadi bos mungkin ayah dan ibunya akan menyesal telah menikahkan Nara dengan pria miskin.
Dulu Kusmanto dan Dewi tidak menyukai Bastian karena ia miskin. Sekarang Nara ingin melihat jika Kai yang miskin apa tanggapan ayah dan ibu nya.
"Kalau ....kekasih mu masih hidup, apa kau akan kembali bersamanya dan pergi dari ku?"
Nara tertegun dan meletakkan sendok ya. Pertanyaan Kai barusan membuatnya susah menelan makanan.
__ADS_1
Nara tidak habis pikir apa yang merasuki Kai sampai pagi-pagi sudah bertanya jawab sesulit ini dengan nya.