
Malam yang hening dan terasa tenang. semua aktivitas di rumah utama keluarga muda Admaja terhenti. Anak-anak telah tertidur di kamar mereka. Para pelayan juga telah beristirahat. Tinggal di kamar tuan Aska dan Raya masih terdengar keduanya sedang berbicara.
Raya berbaring di atas tubuh Aska yang terlentang di sofa. Aska masih mengenakan kemejanya yang berwarna putih. setelah pulang dari rumah ayahnya ia belum sempat mandi karena Raya mendesaknya untuk makan malam.
"Sayang apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Raya hati-hati.
"Hmm" jawab Aska pendek dengan mata terpejam.
"Apa yang terjadi hari ini?"
"Tidak ada"
"Apa ini jawaban jujur?"
"Tidak"
Raya menggigit bahu Aska karena gemas. Pria itu tertawa karena geli.
"Hei hentikan atau aku akan berbuat sesuatu pada mu" Aska membuka matanya dan tersenyum jahil.
"Ceritakan hari ini ada apa?"
"Kalau aku cerita apa kau akan memberiku hadiah?"
"Hadiah?" Raya mengerut kan keningnya.
"Iya hadiah istimewa, kau harus menuruti semua yang ku minta"
Bukan kah selama ini memang begitu, kau selalu meminta yang aneh-aneh dan aku pasti menuruti saja? dasar tuan muda!
"Aku ke rumah ayah membereskan urusan"
"Ke rumah ayah? ada apa?"
__ADS_1
"Aku mencari Arga dan Karenina yang bersembunyi disana"
"Kenapa? apa ada masalah lagi?"
"Raya mereka menyuruh orang untuk sengaja menabrak mu sayang"
Raya terdiam, ia tidak terlalu terkejut. Raya malah cemas bagaimana keadaan mereka sekarang. Apa Aska berbuat nekat pada mereka.
"Lalu apa yang terjadi?"
"Aku memberi mereka pelajaran yang tak akaan terlupakan"
Raya menutup mulutnya, ia tahu jika sudah marah Aska akan kejam dan arogan. Seperti dulu sewaktu ia masih muda.
"Apa mereka baik-baik saja?"
"Apa itu penting? aku tidak peduli mereka baik-baik saja atau tidak"
Aska meraih kepala Raya untuk menunduk dan memberikan kecupan manis di bibirnya. Raya kali ini terkejut.
"Hei kau tadi sudah bilang kalau aku akan mendapatkan hadiah ku bukan?"
Raya menunduk lebih dalam memberikan Hadiah untuk Aska suaminya. Ia mulai mengecup kening, mata dan hidung mancung Aska. terakhir tentu saja ia memberikan ciuman hangat hingga membuat malam mereka membara.
Aska menggendong Raya berpindah ke ranjang mereka.
Dengan lembut Aska memulai aksinya, ia menciumi wajah Raya, leher dan dada. stempel kepemilikan tertinggal di sana sini. besok pagi Raya harus pandai menyembunyikannya dari anak-anak.
Aska memandang lekat wajah istrinya. Wanita yang begitu ia cintai dan susah payah ia dapatkan. butuh perjuangan panjang untuknya bisa bersama Raya seperti sekarang.
Aska tidak akan membiarkan siapapun mengusik kebahagiaan mereka.
"Apa kau mau pindah saja?" tanya Aska tiba-tiba berhenti dengan gerakannya menciumi Raya.
__ADS_1
"Pindah? kemana?"
"Jauh ke luar negeri, anak-anak akan sekolah disana"
"Kenapa sayang? apa disini kau tidak nyaman?" wajah Raya berubah menjadi serius.
"Aku ingin membawa mu menikmati suasana baru bersama anak-anak. Tidak akan selamanya hanya sampai anak-anak kita dewasa dan bisa kita lepas untuk mandiri"
"Apa kau yakin sayang?" Raya masih bimbang apa ia setuju untuk pindah ke negara lain.
"Hmmm, percayalah disana aku juga akan memberikan mu rumah yang terbaik, pendidikan terbaik untuk Kai, Deniz dan Dizya"
"Bagaimana dengan Tan?"
"Tentu saja dia juga ikut"
"Oh melegakan mendengar kau juga membawanya"
"Bagaimana apa kau setuju Raya?"
"Iya aku setuju"
Raya tersenyum manis dan memandang Aska dengan lembut. Sebelah tangannya memegang pipi Aska dan membelainya.
Malam mereka berlanjut panjang, Aska mendapatkan hadiah yang ia inginkan. Lagi dan lagi hingga Raya terasa kelelahan.
Besok pagi mereka akan menyambut rencana baru untuk pindah. Kesibukan akan mulai terasa menyiapkan semua keperluan di negara baru yang akan mereka singgahi.
Senyum mengembang di wajah manis Raya. Ia terkenang perjumpaan awal dirinya dengan Aska. Ia tidak pernah mengira sedikitpun jika akan berjodoh dengan Aska. Seorang tuan muda dari keluarga kaya raya.
Raya terkenang pertemuan di sekolah menengah sejak usia remaja, di tempat kerja dan sekarang di rumah ini keduanya sedang bersama. bulir bening menetes dari mata Raya di iringi senyum mengembang. Ia lalu mencium pria yang terlelap di sampingnya dengan perasaan yang membuncah bahagia.
TAMAT
__ADS_1