
Siang itu Raya mendatangi rumah keluarga Kusmanto. Ia ingin melihat seperti apa calon menantunya yang istimewa.
Gadis pilihan Kai pastilah yang terbaik. Ia tahu selama ini Kai jarang dekat dengan wanita ia lebih sibuk bekerja memajukan perusahaan.
"Ayo ma" Kai membuka pintu mobil dan nyonya Raya turun. Ia mengamati sekeliling rumah yang sederhana.
"Namanya adalah Nara" bisik Kai sembari mengajak ibunya berjalan menuju Kusmanto dan Istrinya yang siap menyambut di depan pintu rumah.
"Ada calon besan datang pa, mari nyonya silahkan masuk" kata Dewi dengan sumringah. diam-diam ia mengamati penampilan Raya yang nampak berkelas meski ia berpakaian dan berias tidak berlebihan.
"Saya Raya Admaja ibunya Kai, maafkan suami saya tidak bisa ikut karena ada urusan lain" kata Raya memperkenalkan diri.
"Saya Kusmanto dan ini Dewi istri saya"
"Dimana Nara?"
"Ada nyonya, silahkan duduk saya akan panggilkan anak kami"
Bu Dewi membawa Nara kehadapan tamu mereka. Kai dan Raya mengamati Nara yang siang itu terlihat begitu cantik. Dewi dan Kusmanto memaksa Nara memperlihatkan penampilan terbaiknya di hadapan calon suami dan mertuanya.
Nara menunduk malu tidak berani memandang nyonya Raya terutama Kai.
"Ini Nara anak kami nyonya"
"Hai Nara kemarilah" kata nyonya Raya.
__ADS_1
Ia memegang tangan Nara yang terasa dingin.
Raya mengangguk dan tersenyum pada anak lelakinya. Ia puas setelah melihat Nara ia yakin Kai tidak salah memilih calon istri.
Nara nampak gadis yang pendiam dan santun.
"Oh ya Nara kapan pertama kali kalian bertemu?"
Nara nampak bingung dan gugup menghadapi nyonya yang terlihat baik itu. Ia hanya tersenyum dan melirik ke arah Kai.
"Sudah lama ma, Kai sering ke toko bunga milik Nara"
"Oh ya? jadi Nara memiliki toko bunga?"
"Hanya toko kecil nyonya" jawab Nara malu-malu. Sebenarnya antara malu dan terpaksa. terpaksa ikut bersekongkol dengan rencana gila Kai, ayah dan ibu sambungnya.
"Mama saya suka bunga" kata Kai.
Selesai jamuan makan siang Raya dan Kai pamit pulang. Mereka bergantian mengundang keluarga Kusmanto ke rumah untuk makan malam.
***
Pov Nara
Dimana kamu kak, apa benar kamu sudah tiada? tapi hati kecil ku berkata lain.
__ADS_1
Aku sudah melapor ke polisi agar kasus tabrak lari yang menimpa mu segera di usut tapi laki-laki itu meminta ku mencabut laporan kasus yang menimpa mu.
Apa lagi sekarang bapak dan ibu Dewi semakin menjadi. Mereka akan menikah kan ku dengan laki-laki yang tidak aku kenali itu.
Kak Bastian apa kau mendengar ku? .....
Aku tidak mau menikah dengan dia! aku harus bagaimana?
Malam sudah larut tapi Nara belum bisa tertidur. Ia keluar dan bingung sedari tadi ia sedang memikirkan bagaimana cara menggagalkan pernikahannya dengan laki-laki kaya itu.
Akhirnya Nara memiliki ide cemerlang. Ya ia akan kabur saja sejauh mungkin. Bapak dan ibunya serta laki-laki itu tidak akan menemukan nya.
Jadilah Nara pergi dari rumah ketika semua sudah tertidur.
***
Keesokan paginya di gedung Admaja Group Hendra menghadap Kai di ruang kerja presiden direktur.
"Tuan ada kabar yang sedikit mengejutkan"
"Ada apa?" tanya Kai datar.
"Nara pergi dari rumahnya"
Kai hanya tersenyum kecil, ia tidak heran jika gadis itu kabur.
__ADS_1
"Temukan dia dan semua harus berjalan sesuai rencana, Jangan sampai ada yang meleset sedikit pun. Tempatkan anak buah mu untuk berjaga di rumah Kusmanto"
"Baik tuan"