
Kai pulang larut malam setelah ia mengurus perusahaan barunya yaitu Group K.
Nara belum tidur dan menunggu Kai pulang.
"Kenapa pulang malam sekali?" bisik Nara pada Hendra.
"Ada urusan penting nona"
"Apa ada masalah?"
"Tidak"
"Apa tuan Kai sudah makan malam?"
"Belum nona"
Kai melirik Nara dan Hendra yang sedang berbisik-bisik berdua.
"Suami mu aku atau Hendra?! kenapa kau berbisik padanya?"
Nara dan Hendra saling pandang dan bergegas mendekat ke arah Kai yang duduk bersandar di sofa.
"Akan saya siapkan makan malam"
"Tidak perlu kau tidurlah sudah malam" kata Kai seraya melepas jas dan dasi nya. wajahnya terlihat lelah sekali.
Nara tetap ke dapur dan menghangatkan makan malam yang sudah ia masak tadi, ia segera menyajikannya di meja makan.
"Sekretaris kau mau ikut makan malam juga?"
"Tidak nona saya akan pulang"
"Baiklah"
Kai berjalan menuju meja makan, Nara sedang menyiapkan makanan di piring dan meletakkan nya di hadapan Kai yang duduk dengaan perut keroncongan.
"Silahkan"
"Kau tidak makan?"
"Tadi sore di telpon kata anda saya boleh makan duluan"
Kai diam dan menghabiskan makanannya, ia ingin mandi air hangat dan segera merebahkan diri di atas tempat tidur.
"Apa ada masalah?" tanya Nara ragu.
__ADS_1
"Bukankah tadi Hendra sudah memberitahu mu jika tidak ada apa-apa?"
Nara tidak lagi bertanya sepertinya mood Kain sedang tidak bagus.
Selesai makan malam Kai pergi ke kamarnya untuk mandi. Nara menyiapkan baju ganti untuk Kai.
"Kau tidurlah duluan" Kai mengusap rambut Nara.
Dia mengusap rambutku? ini sungguh tidak biasa. sebenarnya ada apa Kai kenapa kau terlihat berbeda dari biasanya?
"Baiklah saya akan ke kamar"
"Mau kemana? aku menyuruh mu tidur disini" Kai menahan lengan Nara yang hampir melangkah pergi.
"Oh baiklah"
Kai mandi dan segera berganti pakaian, ia merapikan rambutnya lalu berjalan menuju ranjang. Nara sudah tertidur dengan wajahnya yang terlihat manis.
Kai tersenyum kecil lalu menarik selimut dan berbaring di samping Nara. Tangannya melingkar di pinggang Nara.
***
"Jadi Kai sudah tidak berada di perusahaan pa?" nyonya Raya terkejut mendengar tuan Aska bercerita soal meeting tadi pagi.
"Hmmm..."
"Deniz menggantikan posisi Kai"
"Astaga kenapa hal sepenting ini aku baru tahu? aku akan menelpon Kai"
"Raya sayang anak mu pasti sudah tidur besok pagi saja"
"Tapi pa..."
"Sudahlah beri Kai waktu"
"Apa Kai terlihat sedih dan putus asa?"
"Sama sekali tidak, ia terlihat biasa saja aku juga heran. mungkin Kai sudah mengantisipasi hal ini akan terjadi"
"Mengantisipasi? memang apa yang Kai lakukan?"
"Kai anak pintar sayang ia tidak akan tinggal diam jika tahu posisinya di Admaja Group terancam. Papa menduga Kai membuat usaha baru"
"Usaha baru? maksud papa Kai mendirikan perusahaan?"
__ADS_1
"Iya, Kai lebih dari mampu untuk itu. yang aku cemaskan sekarang adalah apa Deniz mampu memimpin Admaja Group? secara kemampuan dan emosional ia masih di bawah Kai"
"Kenapa Deniz tiba-tiba mengambil alih Admaja Group?"
"Aku rasa ia sedikit iri dengan Kai, Raya kita sudah tua kita tidak lagi bisa mengetahui isi pikiran mereka"
"Tapi mereka bersaudara" kata Raya sedih.
"Itu masalahnya, mereka bersaudara. Jika kita memberi kesempatan pada Kai untuk menjadi pemimpin kenapa Deniz tidak"
Raya terduduk di ranjang, semalaman ia tidak bisa tertidur memikirkan anak sulungnya.
Raya begitu menyayangi Kai ia tidak pernah membedakan kasih sayang untuk ketiga anaknya.
Pagi sekali nyonya Raya pergi ke rumah anak sulungnya. Ia membawakan bingkisan kue tart untuk Kai dan Nara.
"Mari ma silahkan duduk" Nara mempersilahkan ibu mertuanya untuk duduk sembari menunggu Kai yang sedang bersiap.
"Nara apa kau tahu sesuatu tentang pekerjaan Kai?" Nara menggeleng mendengar pertanyaan itu. Nara memang menebak terjadi masalah tapi Kai dan Hendra tidak mengatakan apapun padanya.
"Baiklah, kata papa Kai sudah tidak lagi memimpin Admaja Group. kepemimpinan pindah pada Deniz"
Nara terkejut mendengar berita itu dari ibu mertuanya.
Pantas saja tingkahnya sedikit berbeda dari biasanya.
"Ma...kenapa sepagi ini?" Kai menuruni anak tangga dan menghampiri ibunya.
"Iya mama ingin melihat mu"
"Aku baik-baik saja"
"Bagaimana dengan Admaja Group?" tanya nyonya Raya cemas.
"Kai sudah tidak di Admaja Group ma"
"Kai lalu kau kemana nak? apa kau bekerja di tempat lain?"
"Mama tenanglah, Kai sedang mengelola bisnis baru"
"Kai mama tidak tahu harus bagaimana, mama mohon jangan ada konflik dengan Deniz ya"
"Ma jangan cemas Deniz adik Kai tidak mungkin kami berkonflik"
Raya memeluk dan menepuk bahu kokoh anak sulungnya yang selama ini mengemban tugas berat. Menjalankan perusahaan dan mengurusi masalah adik-adiknya.
__ADS_1
Nara diam-diam terharu melihat pemandangan di hadapannya. matanya berkaca-kaca berpikir tentang tersingkirnya Kai dari Admaja Group.