Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 147 Makan Malam


__ADS_3

Hendra membawa Nara ke hadapan Kai yang berdiri di toko bunga milik Nara.


"Tuan saya sudah menemukan Nara"


"Lepaskan!" berontak Nara karena Hendra mencekal sebelah tangannya.


"Lepaskan dia Hen, dia kesakitan" kata Kai sembari tersenyum sinis.


"Mau apa kalian? aku tidak mau menikah dengan mu tuan! aku sudah memiliki calon suami!"


"Calon suami? apa kau yakin dia masih hidup?"


"Aku yakin Bastian masih hidup, dan aku akan melanjutkan kasusnya!".


Kai mulai kehilangan kesabaran. ia kesal dan juga muak dengan tingkah gadis tidak tahu diri di hadapannya itu.


"Hen bawa dia dan siapkan penampilannya untuk makan malam nanti. satu lagi sambungkan telepon ku dengan Deniz aku ingin bicara dengan si pembuat onar itu"


"Baik tuan"


"Silahkan ikut saya" kata Hendra pada Nara. Tidak ada pilihan lain Nara mengikuti Hendra masuk kedalam mobil.


Hendra membawa Nara ke salon kecantikan. Ia di makeup oleh MUA profesional.


"Nona bolehkah kami sedikit menggunting rambut mu agar terlihat lebih cantik?" kata penata rambut.


"Tidak..."


"Lakukan saja jika itu bisa membuatnya tampil lebih baik" sahut Hendra yang kebetulan menunggu Nara yang sedang di poles.

__ADS_1


Wajah Nara sudah selesai di rias, rambutnya juga sudah selesai di tata tinggal memilih baju saja.


"Ikut saya" Hendra mempersilahkan Nara masuk kedalam mobil.


"Mau kemana lagi kita?"


"Ke butik"


"Butik?"


"Benar"


"Huft..." Nara menghela napas berat. Sekarang ia seperti tidak punya hak dengan hidupnya. Nara bingung dengan semua kejadian yang tiba-tiba menimpa hidupnya.


Mulai dari kepergian Bastian yang mendadak dan misterius. Lalu muncul laki-laki aneh yang mengendalikan hidupnya.


Laki-laki itu bak pesulap yang menyulap semua menjadi berbeda.


"Bukan"


"Kau tahu dia itu pesulap! buktinya dia merubah hidupku dalam sekejap"


Hendra tersenyum kecil mendengar Nara meluapkan kekesalannya.


"Kau tahu aku punya seorang kekasih yang baik dan manis. Ia tidak pernah mengatur dan mengekang ku"


"Tapi sayang sekali ia pergi tanpa pamit pada ku. Tapi kau tahu tuan Hendra? aku akan mengusut siapa penyebab kecelakaan Bastian"


"Bukankah tuan Kai meminta anda tidak berurusan dengan hukum terkait masalah apapun?"

__ADS_1


"Itulah masalahnya, aku jadi tidak leluasa mencari tahu tentang orang yang menabrak Bastian"


"Lebih baik anda menurut saja, sebentar lagi Anda akan menikah. Tidak baik sudah memiliki pasangan tapi masih mencari tahu soal mantan"


Nara melongo mendengar ucapan Hendra barusan.


Keduanya tiba di butik ternama langganan para wanita Admaja Group. Termasuk nyonya Ariani dan nyonya Raya. Mereka sering berbelanja ke butik ini.


"Wah bagus sekali tempatnya, apa kau yakin membawa ku kemari?"


"Yakin, silahkan"


Pelayan berdatangan melayani Nara. Mereka meminta Nara mencoba beberapa baju.


Terakhir Nara mencoba gaun pengantin. Ia berdiri di depan kaca besar dan tinggi. Nara sampai tidak mengenali dirinya di cermin. Ia terlihat seperti bidadari dengan gaun pengantin itu.


Perasaannya membuncah mengingat rencana pernikahannya dengaan Bastian.


Sedetik kemudian Nara sadar jika pengantin pria nya nanti bukanlah Bastian. Wajah riangnya berubah sedih. Gaun yang ia kenakan tak berarti lagi bagi nya.


Hendra melirik jam tangannya, ia meminta pelayan segera menggantikan baju Nara.


Selesai urusan makeup dan baju. Hendra segera menjemput Kusmanto dan Dewi. Ia membawa keluarga itu ke rumah tuan Aska dan nyonya Raya untuk makan malam bersama.


Kai sudah menunggu di rumah itu bersama orang tuanya.


Di acara makan malam ini akan ditetapkan tanggal pernikahan Kai dan Nara.


Kai meminta Hendra melakukan panggilan telepon dengan Deniz. Ia ingin adiknya mendengar tanggal pernikahan itu.

__ADS_1


Lihatlah Deniz, akibat kekacauan yang kau timbulkan! aku sedang bertanggung jawab menyelesaikannya. -Kai-


__ADS_2