Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 97 Kalila


__ADS_3

Aska kembali bertemu dengan ayahnya di meeting perusahaan. Setelah semua staff dan kolega keluar dari ruang meeting Aska memulai pembicaraan dengan ayahnya. Kebetulan ia ingin membahas kunjungan istri dan anaknya ke rumah sang ayah.


"Kenapa kau masih menghindar dan tidak ikut istri dan anak mu ke rumah papa?" tuan Bram menatap putra tunggalnya yang terlihat duduk santai di kursi khusus untuk pimpinan perusahaan.


"Pa kenapa papa mengabaikan Kai?"


"Siapa bilang? istrimu? ia terlalu sensitif Aska, papa tidak mengabaikan anak itu"


"Raya tidak bicara apapun pa, tapi aku tahu ia kecewa dan pasti itu terkait papa dan Kai. Cucu papa ada tiga, papa jangan lupa itu"


Aska mengenakan kaca mata hitamnya dan berjalan keluar ruangan di iringi Tan.


Tuan besar sedikit kesal, ia memang kurang suka dengan anak bernama Kai itu, ia bukan darah daging keluarga Admaja.


"Tuan muda ada yang ingin bertemu dengan anda" sekretaris memberitahukan pada Aska jika ia ada tamu, seorang perempuan.


Aska mengerutkan keningnya, ia sepertinya tidak ada janji dengan kolega wanita.


"Tan apa hari ini aku ada meeting tambahan?"


"Tidak tuan"


"Lalu siapa tamu untuk ku?"


"Saya juga belum tahu tuan, akan saya temui terlebih dulu"


"Baiklah"


Tan berjalan menuju ruang tunggu VVIP dekat ruang kerja Presdir. disana berdiri seorang wanita muda terlihat tinggi dan cantik. Tan sepertinya mengenali siapa wanita itu.

__ADS_1


"Hai Tan...." sapa wanita itu dengan senyum ramah yang tidak berubah. Bahkan wajahnya terlihat semakin cantik di bandingkan dulu.


"Kau tidak berubah Tan, masih sama seperti dulu, kau pendiam, kaku dan kau setia pada tuan muda mu"


"Mau apa anda kemari?"


"Bertemu Aska, apa terlarang untuk ku menemuinya?"


"Saya rasa anda harus membuat janji untuk bertemu tuan muda"


"Tan ayolah, kau jangan terlalu serius seperti itu. aku hanya ingin bertemu Aska bukan kah dia ada di ruang kerjanya?"


"Tuan muda memang ada di ruang kerjanya tapi saya tidak tahu apa tuan ada waktu untuk anda"


"Oh begitu ya, karena sudah bertemu dengan mu jadi aku bicara saja dengan mu Tan"


"Saya juga sibuk nona...Kalila"


"Kau tetap tampan dan menarik Tan"


"Terimakasih nona, bisakah anda kembali saja besok?"


"Apa maksudmu? aku jauh-jauh dari luar negeri ingin bertemu Aska jadi cepat beritahu dia jika aku menunggunya di sini"


Tan tidak punya pilihan lain, ia berbalik dan berjalan meninggalkan ruangan itu. persaannya campur aduk melihat wanita itu kembali lagi.


"Siapa Tan yang mencari ku?" Aska mengalihkan pandangannya dari layar laptop ke arah Tan yang berdiri canggung.


"Nona Kalila tuan"

__ADS_1


"Kalila? dia disini?"


"Benar tuan, nona Kalila ada di ruang tunggu"


"Oh baiklah akan ku temui dia, kau bicaralah dulu dengannya sembari menungguku selesai dengan email-email ku yang menjamur ini"


"Saya sudah bicara dengannya tuan"


"Baiklah kalau begitu kau bicara lagi dengannya"


Tan terlihat enggan, ia masih mematung berdiri di tempatnya. Ia yang biasanya akan selalu bergerak cepat jika tuan muda memerintahkan sesuatu padanya. Kali ini Tan hanya terdiam.


"Tan! apa aku harus mengulangi pembicaraanku lagi?!"


"Tidak tuan, maafkan saya"


Tan beranjak dan kembali menemui Kalila, sepupu Aska yang baru saja tiba dari luar negeri. Gadis yang dulu pernah memiliki sebuah cerita dengan Tan. tentu saja cerita yang menarik dan istimewa.


Kenapa dia kembali di saat aku tidak ingin melihatnya disini. Tan


flash back


Semasa sekolah dulu Kalila adalah gadis favorit di SMA tempat Tan bersekolah. Ia satu kelas dengan gadis kaya itu.


Dari ketidak sukaannya terhadap Kalila ia malah mulai jatuh hati dengan Kalila yang juga merupakan sepupu pewaris tunggal Admaja Group yaitu Aska.


Kalila juga menyukai Tan tapi seiring berjalannya waktu, Tan mulai gerah dengan tingkah Kalila.


Sebenarnya Tan menyukai Kalila tapi gadis itu memilih mengejar kariernya sebagai desainer dan pergi ke Milan. saat itulah hubungan keduanya retak sampai hari ini.

__ADS_1


Tan tidak tahu apa Aska mengetahui hubungannya terdahulu dengan Kalila atau tidak, yang jelas Tan malas berhadapan dengan mantan pacarnya itu.


__ADS_2