Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 85 Tentang Kai (anak adopsi)


__ADS_3

Kai tertidur pulas setelah suster memberinya susu. Raya menunggu Kai sembari mengusap kening anak itu.


"Kau tampan sekali Kai, kenapa orang tuamu tega menitipkan mu ke panti itu?"


"Tapi jangan cemas Kai sayang, mama dan papa yang akan menjagamu sampai kau besar. Sebentar lagi Kau akan punya adik kembar..."


Raya tersenyum senang, ia lalu mengecup kening Kai si anak polos yang tidak tahu apa-apa.


"Raya..." Aska datang dan mengajak Raya kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.


"Sayang .." Raya berbaring sembari mengelus perut nya.


"Hmmm" Aska sudah hampir memejamkan matanya karena mengantuk.


"Apa kau sudah mendapatkan surat-surat adopsi Kai?"


"Belum semua, besok akan ku minta Tan mengurusnya"


"Sayang, meski kita akan memiliki anak sendiri, aku sudah terlanjur menyayangi Kai. Aku harap ia akan tetap menjadi bagian dari keluarga kita ini"


"Tentu saja sayang, Ia tetap anak tertua kita. Aku akan memastikan Kai akan tumbuh besar bersama kita dan si kembar"

__ADS_1


Raya mengangguk, Aska mencium kening Raya lalu menata bantal agar Raya nyaman saat beristirahat.


"Apa kau merasakan sesuatu?"


"Tidak, aku baik-baik saja"


"Apakah si kembar bergerak aktif di dalam sana?"


"Iya Sayang....."


Kai tumbuh dengan badan sehat dan gemuk, ia terlihat lucu dengan pipinya yang gembul dan mata sipitnya. Kulit putihnya terlihat lembut. Raya sangat senang bermain dengan Kai di siang hari. Ia selalu meluangkan waktunya untuk menemani Kai meski sekarang Raya cepat lelah karena perut besarnya. Sebulan lagi Raya akan menghadapi persalinan. Raya cukup tegang karena ini kelahiran pertama bayinya.


Di ruang kerjanya Aska mengajak bicara Tan tentang surat adopsi Kai.


"Baik tuan akan segera saya urus"


"Pergilah ke panti asuhan dan bereskan semua, aku akan berangkat ke kantor sendiri"


"Baik tuan" Tan melngkah pergi menuju mobilnya yang terparkir di halaman. Ia melirik Yuki yang sedang duduk beristirahat sembari memijat kakinya. Raya sedang tidur siang setelah bermain dengan Kai. Jadi Yuki bisa istirahat sejenak dari pekerjaannya mengawal Raya.


Tan acuh saja melewati Yuki dan bergegas pergi dengan mobilnya. Yuki menatap mobil Tan yang semakin menjauh. Ia memanyunkan bibirnya karena kesal. Sebenarnya Yuki ingin mengucapkan terimakasih tapi karena Tan terlihat buru-buru ia urungkan nanti malam saja jika mereka bertemu lagi saat pulang kerja nanti.

__ADS_1


Tan menemui ibu panti asuhan tempat Kai di rawat sejak awal. Kai adalah anak yang memiliki orang tua hanya saja mereka menitipkan Kai karena tidak mampu mengasuhnya. Kai memiliki banyak saudara dan perekonomian orang tuanya tidak baik.


Ada kendala saat Tan mengurus surat-surat adopsi. Karena orang tua Kai menolak memberikan Kai pada tuan Aska. Mereka suatu saat akan mengambil Kai lagi jika sudah siap membawa anak itu pulang ke rumah mereka.


"Bagaiman tuan?" Tan menelpon Aska untuk bertanya solusinya. Ia tidak bisa gegabah sendirian dalam hal ini.


"Tawarkan uang pada mereka dalam jumlah banyak, Pastikan mereka tanda tangan dan itu berkekuatan hukum"


"Baik tuan"


"Tan selidiki siapa orang tua Kai yang menitipkan anak itu ke panti. Benarkah mereka orang tua kandung atau hanya ....mengaku saja. Berikan informasi ini padaku secepatnya!"


"Baik tuan muda"


Tan pergi ke bank untuk mencairkan sejumlah uang. Ia lalu bergegas menuju rumah keluarga Kai. mobil milik Tan bahkan tidak bisa memasuki kawasan itu karena jalan yang sempit dan kumuh. Rumah-rumah berdekatan jaraknya dengan kondisi yang memprihatinkan.


Tan sampai di sebuah rumah yang merupakan alamat keluarga kandung Kai. Ia bernegosiasi dengan cukup alot. Tan melemparkan tas hitam ke atas meja. Tas itu berisi tumpukan uang dalam jumlah besar.


"Ini akan jadi milik kalian jika anak itu kau berikan pada tuan muda!" Suara berat Kai mengintimidasi pria tua di hadapannya yang mengaku sebagai ayah kandung Kai.


Pria tua dan istrinya melihat kagum tumpukan uang di atas meja. Akhirnya mereka setuju dan menandatangani kesepakatan.

__ADS_1


Malam itu Raya merasakan perutnya sedikit mulas. ia tidak bisa tidur bahkan merasa gelisah. Keringat dingin keluar di dahinya. Raya berjalan pelan di sekitar kamarnya untuk melemaskan ototnya. Ia memandang pergelangan kakinya yang membengkak.............


__ADS_2