
"Hyuk cari tahu ada apa dengan Aska sebenarnya"
"Baik tuan"
Hyuk mengajak bicara Tan di ruang kerjanya.
"Tan apa yang terjadi dengan tuan muda?"
"Saya kurang paham tuan"
"Tan aku tidak menerima jawaban macam itu! ingat kau di bayar mahal untuk tahu Setiap permasalahan tuan muda dan menyelesaikannya dengan baik!"
"Saya mengerti tuan" Tan gemetar ketakutan. Keringat dingin keluar di dahinya. Yang memberinya pekerjaan ini adalah Hyuk dan Tan tahu siapa Hyuk dengan segala reputasinya.
"Beri saya satu hari tuan, akan saya selesaikan semua"
"Hmmm pergilah dan bawa kabar baik padaku!"
Tan bergegas mencari keberadaan Raya. Sebenarnya Tan tahu apa yang terjadi antara tuan mudanya dengan gadis itu karena Tan menguping pertengkaran mereka kemarin pagi.
Tan mengunjungi toko kue milik ibu Raya, dan benar saja Raya sedang menjaga toko.
"Nona saya beli kue ini" Raya terlihat melamun, ia tidak menyadari kedatangan Tan.
"Nona kalau anda melamun bagaimana jika ada pencuri datang?"
"Tuan Tan?" Raya terkejut dan akhirnya menyadari keberadaan Tan.
"Boleh saya bicara sebentar nona?"
"Tuan Tan kau formal sekali denganku tidak seperti biasanya"
__ADS_1
"Anda bukaan lagi staff saya nona"
"Iya benar aku sudah ...baiklah kau mau bicara apa?"
"Tentang tuan muda"
"Iya kenapa dengannya?"
"Kemarin setelah anda pergi meninggalkan kantor, tuan muda sangat marah ia sampai memukul meja kerjanya hingga kacanya pecah berserakan"
"Benarkah? lalu apa dia terluka?"
"Iya nona telapak tangan tuan muda robek dan berdarah. Dokter sudah mengobatinya tapi..."
"Tapi apa?"
"Kemarin seharian tuan muda bolos dari meeting besar dan semalam ia pulang dalam keadaan mabuk"
"Apa tuan besar tahu?"
"Benar nona"
"Tuan Tan lalu aku harus apa? kenapa kau mencari ku?"
"Nona temuilah tuan muda sekali saja dan saya mohon bicara baik-baik padanya"
"Aku yang harus mengalah lagi?"
"Tolonglah nona, apa anda menunggu tuan muda yang mengalah?"
"Benar juga itu tidak mungkin terjadi tuan Tan"
__ADS_1
"Saya mohon pertimbangkan kembali dan saya harap kalian berdua bisa bertemu nanti sore dan membicarakan semua masalah sampai tuntas"
Ah Tan kau tidak tahu betapa malas aku bertemu dengannya. Betapa aku ingin sekali menghindarinya sampai kapanpun.
"Baiklah aku akan menemuinya nanti"
"Terimakasih nona"
Tan pergi setelah memborong beberapa cake dari toko ibu Raya. Tan memasukkan belanjaannya ke dalam mobil. Ia tidak suka manis tapi malah memborong cake yang jelas rasanya manis.
Tan memutar mobilnya menuju sebuah rumah di pusat kota. Ia turun dari mobil dan berjalan menuju pintu rumah yang bergaya Eropa.
Tidak berapa lama seorang gadis keluar dari sana. Gadis itu bernama Naoko ia keturunan Jepang yang sedang mengikuti ayahnya dinas sebagai diplomat.
Jangan tanya bagaimana Tan mengenalnya. mereka bertemu secara tidak sengaja di jalan.
"Tuan Tan?"
"Hai Naoko ini untukmu" Tan menyerahkan bingkisan kue pada Naoko.
Setelahnya Tan berpamitan kembali ke rumah tuan besar. Masih sisa dua bungkus kue lagi. Tan melihat Maya sedang duduk di taman dengan bibi Huang.
"Hai Maya..."
Maya terlihat malu-malu dan tidak berani memandang Tan.
"Ini kue untukmu"
Maya menerima bingkisan itu dengan senyum mengembang dan wajah masih tetap malu-malu.
"Dasar kalian anak muda!" Bibi Huang mencium gelagat Maya yang memang suka pada Tan. Dan pria itu mungkin saja juga menaruh hati pada Maya.
__ADS_1